Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Membersihkan Rambut Menggunakan Pasta Gigi


__ADS_3

Badan lemas, perut keroncongan, seluruh tubuhnya lengket, tulang persendianmya kebas dan sakit. Itulah yang Aldi rasakan saat ini.


Memang sejak pagi Aldi belum istirahat sama sekali. Dia sibuk mencari alamat rumah Rania lalu mengunjunginya. Sayangnya Rania berada di rumah sakit dan itu semakin membuatnya kesulitan. Meski akhirnya menemukan keberadaan Rania, tapi ia lalui dengan penuh drama dan perjuangan.


Dan sekarang, ia sudah berada di mansion sang adik. Sengaja tidak pulang ke mansion utama karena malas. Di mansion utama hanya ada para Nany dan staf penjaga mansion karena mama dan papanya pasti tinggal di mansion kakaknya.


Tidak tahu saja bahwa kedua orang tuanya pun sudah kembali ke London. Mereka tidak ingin berlama-lama di sini karena papa Aldi masih aktif bekerja menjadi CEO sekaligus Owner perusahaan yang ada di sana.


Sedangkan Aldi sendiri lebih memilih menyalurkan bakat nya menjadi seorang arsitektur. Meski pada akhirnya dia juga akan tetap mewarisi perusahaan orang tuanya yang ada di London, tapi untuk saat ini ia belum ingin terjun ke dunia bisnis.


Apalagi bidang bisnis perusahaan yang di miliki papa nya sangat berbeda dengan keahliannya.


Papa Justin memiliki perusahaan farmasi di London, sedangkan Aldi tak memiliki bakat atau kemampuan sedikitpun di bidang obat-obatan.


Terlebih dirinya memang bukan lulusan bidang itu, maka dari itu Aldi masih memikirkan berkali-kali saat ingin mengambil alih perusahaan.


Sepertinya Aldi akan lebih memilih menunjuk salah satu pegawai yang paling di percayai nya untuk di angkat menjadi CEO. Jadi ia tidak perlu bekerja, hanya menerima hasil sebagai owner perusahaan itu sekaligus bisa mengembangkan keahliannya dalam bidang arsitektur.


"Abang darimana?? Kenapa saat aku menelpon mu tidak diangkat? Padahal mama dan papa meminta ku untuk mengabari mu saat akan kembali." Aldi yang baru saja menginjakkan kakinya di mansion langsung di berondong pertanyaan oleh adiknya.


Entahlah, adiknya ini tahu dari mana kalau dia baru pulang. Kenapa tiba-tiba muncul dihadapannya.


"Papa mama sudah kembali ke London?!" Tanya bang Aldi sedikit terkejut.


Pasalnya ia belum mengetahui rencana orang tuanya yang tiba-tiba datang ke Indonesia lalu tiba-tiba balik lagi hanya dalam beberapa jam.


"Ya iyalah ke London! Memangnya rumah papa mama di Swiss??" Sahut Adrian kesal.


Tak habis pikir dengan kelakuan kakaknya yang sangat tega membiarkan papa yang sudah berumur masih mengelola perusahaan.


"Dimana letak kebaktianmu pada orang tua, bang?" batin Adrian sembari menggeram kesal.

__ADS_1


Tidak sadar diri kalau Adrian pun tidak beda jauh dari kakaknya. Perusahaan yang dibangun sejak dulu oleh mendiang kakeknya di serahkan begitu saja oleh seorang wanita. Dan yang lebih parahnya, saat ingin menikah tidak mengabari lebih dulu pada kedua orang tuanya hingga mereka jauh-jauh kesini untuk memastikan.


"Anak tidak berguna! Papa sama Mama itu nungguin Abang buat insaf biar bisa memimpin perusahaan! Eh malah Abang enak-enakan berpangku tangan sama papa." Kesal sekali rasanya melihat kakaknya yang tidak membantu papa sama sekali.


"Sayang, jangan seperti itu pada kakak mu." Tegur Alexa yang baru saja mendekat ke arah suaminya.


"Iya, sayang. Habisnya aku kesal dengan Abang ku yang gesrek ini. Dia membiarkan papa bekerja keras sendirian, padahal umurnya sudah tua." Kata Aldi sembari menarik pinggang Alexa. Lalu tanpa tahu tempat Adrian mengecup bibir mungil Alexa di depan bang Aldi.


Melihat interaksi suami istri itu, Aldi hanya bisa mendengus kesal. Bisa-bisanya mereka memperlihatkan ke-bucin-an mereka di depan kakaknya.


"Jangan asal ngomong, adik laknat!" Aldi kesal pada adiknya yang mengatainya hanya berpangku tangan.


"Hallooo lalu apakabar dengan mu?? baru beberapa tahun menjabat sebagai CEO lalu sekarang perusahaannya sudah berpindah nama. Dasar tidak tahu diri!" Batin bang Aldi kesal.


"Gue itu bukan berpangku tangan. Tapi emang bisnis yang papa jalanin bukan keahlian gue. Kalau lo kasian sama papa, kenapa nggak lo aja yang pimpin perusahaan disana?" Sungut bang Aldi.


Ia sangat kesal dengan mulut adik laknatnya yang tidak bisa difilter, mengatainya hanya berpangku tangan.


Padahal sejak dulu Aldi tidak pernah meminta uang orang tua untuk jajan. Karena Aldi sudah memiliki uang dari hasil kerja kerasnya sendiri.


Bahkan uang yang digunakan untuk segala keperluan dan fasilitas hidupnya adalah hasil dari jerih payahnya.


"Wahh ... Saran lo boleh juga, bang. Biar sekalian perusahaan yang di London juga dikasih kan ke gue. Lo mah nggak perlu dapat warisan juga ikhlas kan, ya?" Kata Adrian sengaja menakut-nakuti kakaknya.


Sedangkan Aldi melotot tajam mendengar penuturan sang adik. " Enak aja! Disana bagian gue! Jangan serakah Lo!" Bibir bang Aldi mencebik kesal seperti anak perawan sedang pms.


"Eh, tapi boleh juga deh. Lo kalo mau urus perusahaan yang di sana nggak papa. Sebagai gantinya gue urus perusahaan di sini buat bantu Alexa yang cantik ini. Biar gue bisa deket sama adik ipar gue, terus lama-lama kita selingkuh dari lo karena pasti Alexa merasa kesepian ditinggal suami. Gue mah nggak nolak kalo dijadikan selingkuhan adik ipar yang cantik dan seksi." Aldi tersenyum menggoda.


"Sialann lo, bang!!" Adrian mendelik tajam memelototi kakaknya. Ingin sekali menggeplak kepala kakaknya yang oleng.


"Hahahaha!" Sedangkan bang Aldi hanya tertawa terbahak-bahak melihat adiknya yang marah. Ia berlalu dari sepasang pengantin baru itu.

__ADS_1


Niat hati pulang kesini untuk menceritakan masalahnya pada sang adik. Tapi mengurungkan niatnya karena merasa ini bukan waktu yang tepat.


Akhirnya Aldi memutuskan untuk ke kamar terlebih dahulu untuk membersihkan diri. Kemudian mengisi perutnya yang sudah demo sejak tadi karena cacingnya belum diberi nutrisi.


"Semoga kamu tidak menolak ku, Rania." Batin Aldi sembari membuka pintu kamar mandi.


Aldi kembali melamun memikirkan bagaimana caranya agar Rania tidak menolaknya.


Aldi takut semua ancamannya tidak berpengaruh apapun pada gadis itu. Apalagi ia sangat paham dengan karakter kuat yang dimiliki Rania. Gadis itu akan tetap kukuh dengan pendiriannya jika sudah memiliki pemikiran sendiri.


Aldi mulai menyalakan shower untuk membasahi rambut dan badannya. Meski begitu ia tetap melamun memikirkan Rania, sampai-sampai ia tidak teringat kalau baju dan celananya belum dilepas. Bahkan sepatu hitam mahalnya masih melekat di kedua kakinya.


Tangannya meraba-raba untuk botol shampoo, tanpa melihat bendanya. Kemudian ia menuangkan menuangkan ke atas telapak tangan lalu ia usapkan ke rambut.


Aldi tidak tahu kalau yang diambilnya bukanlah botol shampoo melainkan pasta gigi. Bahkan tekstur pasta gigi yang lebih pekat dari shampoo pun tidak berhasil menyadarkan Aldi dari lamunannya.


Ia tetap menggosokkan kepalanya menggunakan pasta gigi.


Saat meraih botol sabun dan ingin membalurkan ke seluruh tubuh, seketika ia menyadari bahwa sejak tadi masih menggunakan pakaian.


"Astaga!" Aldi sangat terkejut menyadari dia berdiri di bawah kucuran air shower masih lengkap menggunakan jas serta sepatu pantofel.


Sayangnya Aldi hanya menyadari belum melepas pakaian, tidak menyadari kalau dia juga salah mengambil botol untuk membersihkan rambut.


Alhasil ia meneruskan mandinya tanpa tahu rambutnya dibersihkan menggunakan pasta gigi.


Bang Aldi 😩😩😩


...💙💙💙...


...TBC...

__ADS_1


Makasih banyak teman-teman buat kiriman bunga sama kopinya. Sorry banget, anunya telat kirim. Aku malah ketiduran tadi malem.😩🤣🤣


See you next chapter 👋🙂


__ADS_2