
"Aarrghh ... " Eraangan panjang itu mengakhiri permainan tangan nya sendiri.
"Shiitt!" Ia masih saja mengumpat kesal. Gara-gara ulah Adrian, dia kehilangan semua kemewahan dan kenikmatan yang seharusnya ia rasakan hingga saat ini.
Wanita nya tidak lagi mau memuaskan dirinya karena saat ini ia tidak punya uang.
Memang, uang itu segala nya bagi sebagian kalangan. Terutama bagi manusia seperti Frans, dengan uang dia bisa memiliki apapun. Termasuk wanita, atau hanya sekedar kepuasan.
Tapi bagi sebagian orang pula, meski segala nya butuh uang. Tapi uang bukan lah segalanya.
Manusia seperti Frans itu tidak suka terikat ikatan suci, karena bagi nya wanita itu bagai barang. Jika sudah puas dipakai, maka bisa dia buang, dan mencari yang baru.
Sayang nya tidak semua wanita mau di ajak tidur dengan nya hanya karena uang. Seperti Alexa contoh nya, ia harus menikahi nya lebih dulu karena tahu bahwa wanita itu tidak akan mau jika dirinya hanya menjadikan sebagai alat pemuas.
Dan karena rasa penasaran nya terhadap Alexa, ia pun melakukan dengan cara licik, yaitu menjebak Alexa agar bisa putus dari Adrian, dan setelah itu mengajak nya menikah.
Ternyata rencana nya sangat mudah, orang tua Alexa sangat setuju jika putri mereka menikah dengan nya.
Dan setelah mereka menikah, dan melakukan nya pada Alexa, ia akan menceraikan nya setelah beberapa waktu. Tetapi, setelah berhubungan dengan Alexa, ia mengakui kalau tubuh wanita itu membuat nya candu.
Rencana ingin menceraikan nya dalam waktu satu tahun, ternyata berakhir hingga empat tahun lama nya.
Setiap kali Adrian bercintaa dengan Alexa, rasanya tidak ingin berhenti hingga ia tak jadi menceraikan Alexa meski umur pernikahan nya sudah 1 tahun.
Namun setelah empat tahun berlalu, Frans mulai merasa bosan pada Alexa dan mencari kenikmatan lain.
Terutama saat sang sekertaris bernama Angel itu menggoda nya. Iman nya yang hanya setipis kulit bawang tentu sangat tergoda saat melihat sekertaris nya menggunakan pakaian ketat, dengan buah dada menonjol bahkan ukuran nya terlihat besar.
Ia mulai membanding-bandingkan tubuh Alexa yang sekarang mulai kurus dan tak lagi terlihat seksi.
Dan di saat itu pula, ia mulai bermain api. Tiap pagi ia selalu melakukan kegiatan panas bersama sekertaris seksi nya.
Bahkan malam nya saat dirinya terasa penat dan lelah, sekertaris yang selalu menemani kerja nya menawarkan diri untuk melayani, tentu saja Frans menerima nya dengan tangan terbuka.
__ADS_1
Apalagi wanita seperti Angel itu sangat agresif membuat nya tak perlu bersusah payah bermain, ia hanya tinggal menikmati setiap perlakuan dari wanita nya.
Sedangkan dengan Alexa, harus dirinya yang bekerja. Dan itu membuat nya sangat muak karena tak ada inisiatif dari Alexa untuk menyerang. Kecuali jika disuruh Frans, maka Alexa menurut.
Namun setelah satu bulan bersama Angel, tanpa sengaja ia bertemu Diana. Wajah Diana terlihat lebih cantik dan tubuh nya tak kalah menggoda nya dari Angel. Frans mulai berkeinginan untuk mendapatkan nya.
Tanpa di duga, Diana lebih dulu menawarkan diri untuk berkencan dengan nya. Membuat nya tersenyum jumawa karena dirinya hidup diantara banyak wanita-wanita cantik yang setiap saat bisa ia nikmati tubuh nya.
Ia sangat bangga dengan kekayaan yang dimiliki nya, karena dengan semua kekayaan itu ia bisa mendapatkan apapun yang ia mau. Termasuk jabatan, dan wanita.
Anak? Ia tidak berkeinginan untuk memiliki anak karena menurut nya hanya akan menyusahkan saja, tidak bisa dijadikan investasi dan tidak berguna apapun.
Tapi saat ini, itu semua sudah tak bisa ia nikmati lagi karena yang menjadi kebanggaan nya satu-satunya sudah tak ada. Dirinya sudah menjadi tuna wisma.
"Ah ... siall!" Frans kembali mengumpat saat dia mendapatkan notifikasi ponsel, yang berisi pesan dari sang asisten kalau Frans harus segera membereskan ruangan, karena CEO yang baru akan datang besok pagi.
"Benar-benar keterlaluan kau Adrian!" Frans terus saja mengumpat.
Hampir saja ingin membanting hp nya, tapi saat mengingat dia sudah tak lagi memiliki uang untuk membeli lagi, maka ia urungkan niat nya untuk membanting hp. Karena yang pasti nya jika hp itu sudah rusak, ia tak akan bisa membeli nya lagi.
Setelah memasukkan ponsel nya ke dalam saku, ia berjalan keluar hotel.
Baru saja ia menutup pintu hotel setelah berada di luar ruangan, mata nya tak sengaja menatap sosok yang sangat ia kenali.
Seorang wanita yang sudah sebulan ini menemani diri nya, memuaskan nya bahkan menguras banyak ATM nya yang tak bisa habis waktu itu.
Ya, dia adalah Diana. Baru saja Frans melihat Diana memasuki kamar hotel bersama seorang laki-laki yang terlihat berumur sedikit lebih tua dari nya.
Kedua orang itu berciuman panas sebelum memasuki kamar hotel. Dan Frans yang menyaksikan itu semua dibuat meradang.
Bagaimana tidak? Baru saja ia menuntaskan gairah nya dengan bersolo karir, ternyata wanita nya yang sudah beberapa hari ia kencani justru datang bersama laki-laki lain.
Dan Frans bisa melihat betapa ganas nya dua manusia itu dalam berciuman. Bahkan tangan laki-laki yang bersama Diana sudah berhasil membuka kancing atas kemeja Diana.
__ADS_1
Benda yang sering di sentuh, di mainkan bahkan di sesaap oleh Frans kini di nikamti orang lain.
Frans rasanya sangat tidak terima, dengan segera ia mengetuk pintu kamar yang baru saja tertutup.
Tok! tok! tok!
Niat Frans bukan ingin mengganggu sesi percintaan mereka, ia hanya ingin mengambil milik nya yang di bawa Diana.
wanita nya yang satu itu meminta izin untuk berlibur ke Paris sendiri, dan meminta uang dari Frans tadi pagi. Tentu Frans mengizinkan karena Diana sudah berhasil membuat nya puas.
Tanpa pikir panjang, Frans memberikan ATM pribadi nya sekaligus nomor pin. Isi dari ATM itu pun masih ada 2M lebih. Pagi tadi, Frans tidak mempermasalahkan jika pun wanita nya menghabiskan seluruh saldonya.
Tapi sekarang, ia berubah pikiran. Ia akan mengambil ATM itu untuk menyambung hidup selama belum bisa mengambil alih perusahaan. Karena ATM milik perusahaan pastinya akan di bekukan. Atau mungkin saja sudah dibekukan, tapi dia belum memeriksa.
Tidak ada sahutan apapun dari balik pintu itu, tapi Frans tidak ingin menyerah begitu saja.
Ia terus mengetuk nya sampai orang yang ada di dalam nya membukakan pintu.
Tok! tok! tok!
Tak ada jawaban apapun, karena merasa sangat geram dan juga merasa dibohongi oleh Diana, akhirnya Frans memutuskan untuk mendobrak pintu itu.
Frans berancang-ancang, dalam hati menghitung mundur satu sampai tiga.
Satu.
Dua.
Tiga!
...💙💙💙...
...TBC...
__ADS_1
See you next chapter 👋😉