Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Janji Adrian


__ADS_3

Alexa dan Adrian sudah berada di mansion. Di sepanjang perjalanan Alexa masih tak bersuara apapun, dia masih setia dengan ke-terdiaman nya.


Entah apa yang sedang di pikirkan istri dari seorang CEO Romero Grup yang saat ini perusahaan itu sudah beralih atas nama istri nya.


Tapi seperti nya Alexa masih memikirkan kejadian tadi. Bahkan hingga di mansion pun dia masih bungkam, seakan mendiami suami nya.


"Sayang ... ada apa? Kenapa diam terus?" Tanya Adrian memeluk Istri nya dari belakang, menyandarkan kepala nya di bahu istri nya, sesekali mencium tengkuk wanita nya hingga Alexa merasa geli-geli tapi juga terasa nikmat.


Saat ini Alexa sedang melihat pemandangan luar dari balkon kamar, kedua tangan nya bertumpu pada pagar pembatas balkon.


"Adrian ..." Panggil Alexa lirih.


"Ya, sayang. Ada apa? Apa kamu ingin sesuatu? Apa dedek bayi yang menginginkan nya? Katakan saja, aku akan mengab_"


"Sssttt ..." Alexa langsung berbalik arah menjadi menghadap istri nya lalu dengan segera jari telunjuk nya menyentuh bibir suami nya yang sedang bicara agar menghentikan ucapan nya.


"Tidak, aku dan dedek bayi tidak menginginkan sesuatu." Kata Alexa cepat.


Memang saat ini Alexa belum terlalu sering mengalami ngidam yang aneh-aneh, garis bawahi belum terlalu sering. Hanya saja mood nya akhir-akhir ini sering buruk.


Apalagi setelah mendengar perkataan wanita di salah satu toko pakaian dalam di mall itu semakin membuat Alexa ketakutan setiap waktu.


Dia takut suatu saat nanti Adrian akan bosan dengan nya lalu mencari wanita lagi.


Seakan-akan rumah tangga yang Alexa jalani sebelum nya bersama Frans menyisakan trauma tersendiri bagi nya.


Ketakutan itu masih ada, rasa tidak aman itu seakan terus terngiang-ngiang dalam setiap gerak nya. Rasa parno yang berlebihan seakan-akan tak mau menghilang dalam benak nya.


Entah sampai kapan Alexa akan menjalani hidup dalam rasa ketakutan seperti ini, takut suami nya berpindah hati, itu lah yang menjadi ketakutan terbesar nya.

__ADS_1


"Sayang, Apa kamu akan tetap mencintai ku bila tubuh ku menjadi gendut? Apa kamu akan tetap mencintai meski kulit ku mengeriput? Apa kamu akan tetap mencintai ku meski ak_"


"Sayang, maksud kamu apa? Kenapa kamu tiba-tiba berbicara seperti itu? Apa kamu masih meragukan cintaku?" Tanya Adrian tak suka. Dengan Alexa menanyakan hal seperti itu seakan-akan dia tidak percaya dengan cinta Adrian pada nya.


"Jawab dulu, sayang. Apa kamu akan tetap mencintai ku meski tubuh ku berubah tak seperti saat ini?" Kata Alexa dengan nada bergetar, bahkan terlihat sekali mata itu sudah mulai menggenang.


Adrian merasa seperti ada yang aneh dengan istri nya, tapi entah lah dia pun tak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada istri nya. Apakah kehamilan akan menjadi kan istri nya se sensitif ini?


Adrian memutuskan akan segera mencari tahu penyebab istri nya murung seperti ini.


"Iya, sayang. Aku akan selalu mencintai mu meski tubuh ini tak lagi sama, meski kulit mu mengeriput, meski rambut mu memutih, Cinta ku hanya untuk mu." Kata Adrian menenangkan. Ia tak mungkin menolak kemauan istri nya karena yang pasti sebentar lagi istri nya akan segera menangis.


"Katakan sekali lagi, katakan sekali lagi, sayang. Berjanji lah untuk tidak akan pernah meninggalkan ku. Berjanji lah untuk tidak akan pernah menduakan ku. Berjanji lah kamu hanya membutuhkan tubuh ku, tidak dengan wanita lain." Kata Alexa menggebu-gebu. Dia menggenggam erat kedua tangan suami nya dan sedikit meremas nya seolah-olah berharap suami nya akan mengabulkan permintaan nya.


Air mata itu berhasil luruh, Alexa sudah tak bisa membendung nya lagi. Entah karena hormon kehamilan atau memang dia ingin menangis, tapi rasa takut itu membuat nya tak mampu menahan air mata nya.


"Iya, sayang. Aku berjanji. Seumur hidup ku hanya akan bersama mu. kamu lah wanita ku satu-satunya, tidak ada yang lain. Aku hanya membutuhkan mu, aku hanya menginginkan mu, aku hanya akan bercinta dengan mu, aku hanya mencintai mu. Aku mencintai mu, istri ku." Kata Adrian tegas seraya menatap bola mata istri nya yang terus mengeluarkan cairan bening.


"Sudah, jangan nangis lagi. Aku tidak suka melihat mu menangis, wajah mu menjadi semakin jelek." Kata Adrian meledek.


"Ihhh .."


"Auww auww sakit, sayang." Adrian menengadah kesakitan saat tiba-tiba perut Adrian di cubit Alexa.


"Jangan di cubit, di elus aja mau." Kata Adrian menggoda istri nya.


"Apaan sih?!" Alexa kembali memukul dada bidang suami nya tapi tangan nya langsung di tangkap Adrian agar tidak kembali menyakiti nya.


Kemudian dengan nakal nya Adrian mengarahkan tangan Alexa ke timun suri nya yang sudah beberapa hari ini tidak mendapatkan amunisi.

__ADS_1


Mata Alexa melotot sempurna saat menyadari tangan nya sedang memegang benda tumpul berukuran besar dan sudah tegak seperti menara eiffel.


"Adrian!" Alexa menjerit namun tangan nya masih menggenggam benda itu karena Adrian menahan nya sehingga ia tak bisa melepaskan tangan itu dari timun suri suami nya.


"Eumm... genggam erat dia, sayang." Kata Adrian serak sembari memejamkan mata. Seperti nya Adrian memang sudah sangat tidak tahan untuk berpuasa lebih lama lagi.


Lagi-lagi Alexa kembali teringat oleh perkataan wanita itu, dia tidak akan memberikan kesempatan pada wanita mana pun untuk menggantikan nya.


"Sayang, kapan kita bisa melakukan lagi. Aku sudah berpuasa beberapa hari. Rasa nya aku tidak kuat jika menunggu terlalu lama." Kata Adrian di sela-sela geraman nya.


Alexa sudah menaik-turunkan tangan nya untuk memanjakan suami nya.


"Apa kamu sudah tidak tahan?" Tanya Alexa lirih. Manik mata nya tak lepas dari pandangan suami nya yang saat ini sudah di liputi gai rah menggelora.


"A_aku akan berusaha menahanmmmhhh..."


Belum selesai Adrian bicara, bibir nya lebih dulu di bungkam oleh bibir sensual istri nya.


Akhirnya mereka berciuman dengan begitu menggebu-gebu. Alexa dan Adrian sama membalas ciuman itu dengan begitu rakus, seakan-akan tak ada waktu nanti, besok atau pun hari-hari berikutnya.


Kedua lidah itu terus berperang, saling membelit, melawan satu sama lain.


Tangan mereka sudah tak bisa di kondisikan, Adrian terus menyusuri setiap lekuk tubuh istri nya, mulai dari punggung lalu turun kebawah kemudian bergerak ke depan untuk memegang perut yang masih terlihat rata lalu naik ke atas dan berhenti di kedua dada istri nya.


Dia merem as-re mas dada istri nya dengan begitu menggelora dan penuh nafsu.


Alexa yang tak mau kalah pun tangan terus bergerak-gerak lincah menggenggam timun suri suami nya yang sejak tadi masih di genggam nya.


Kedua nya sama-sama menggeram nikmat namun tertahan oleh ciuman yang begitu memabukkan

__ADS_1


Tumben banget kata me re mas aja sampe di sen sor๐Ÿ˜†


PART SELANJUTNYA KONTEN HOROR, YG NGGAK TAHAN SKIP AJA๐Ÿ˜‹


__ADS_2