Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Menemui Mertua Part 1


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa jam akhirnya kak Raka mulai siuman, namun masih belum bisa bergerak. Dia harus bersabar menunggu beberapa hari untuk bisa melakukan pelatihan jalan.


Saat ini Rania dan Aldi sedang berada di ruangan ayah Rudi. Mereka terlihat sedang bercengkrama dengan ayah, membicarakan kegiatan beberapa hari ini yang dilakukan Rania.


Saat mereka masih asyik mengobrol, tiba-tiba perhatian tiga orang itu beralih ke sumber bunyi yang ternyata berasal dari ponsel Aldi.


"Siapa?" Tanya Rania penasaran.


"Adik lucknut." Jawab Aldi sembari memperlihatkan nama kontak yang memang diberi nama aduk lucknut.


Mata Rania mendelik saat melihat nama kontak di sana, namun perhatian nya kembali pada dering ponsel itu yang terus berbunyi.


"Ya sudah angkat dulu." Suruh Rania. Aldi mengangguk lalu mengangkat telpon dihadapan ayah Rudi serta Rania.


"Ada apa?" Tanya Aldi to the poin.


"Ck! hidup lo selalu nyusahin gue aja deh! Buruan ke mansion! Papa sama Mama lagi ngamuk!"


Tut.


Aldi belum sempat menjawab, ponsel itu sudah lebih dulu dimatikan adiknya.


"Dasar adik laknat! Gue sumpahin malam ini nggak bisa kawin!" Umpat Aldi kesal dengan kelakuan adiknya yang tidak ada akhlak nya sama sekali.


Sebenarnya Aldi masih ingin melanjutkan mengumpat, namun setelah melihat tatapan tajam dari istri nya serta tatapan dari ayah mertuanya dia mengurungkan niatnya untuk menyumpahi adik laknatnya.


"Ada apa?" Tanya ayah Rudi penasaran.


"Eum ... begini ayah. Di rumah sedang ada papa dan mama. Mereka ingin bertemu dengan menantunya. Bolehkah Aldi pulang sebentar untuk mengenalkan Rania pada mereka?" Tanya Aldi meminta izin.


Sebenarnya dia sedikit sungkan karena sejak kemarin Aldi sudah memonopoli Rania agar terus bersama nya. Bahkan ayah nya sampai tidur di rumah sakit sendiri, hanya di temani beberapa suster yang memang sudah di tugaskan untuk menjaganya.


Begitu pula kak Raka, dia hanya ditemani oleh orang suruhan Aldi yang memang sejak di rumah sudah mengurus semua kebutuhan kak Raka.

__ADS_1


"Silahkan, nak. Ayah senang. Akhirnya Rania akan bertemu dengan mertua nya. Semoga papa dan mama mu menerima apa adanya putri ayah ini, nak ... " Kata ayah penuh harap. Selama beberapa hari ini dia belum pernah bertemu dengan kedua orang tua Aldi. Bahkan menikah pun hanya alakadarnya. Tetapi ayah Aldi tetap bersyukur dan percaya bahwa keluarga Aldi pasti akan menerima Rania dengan baik.


"Itu pasti, ayah. Ayah tidak perlu khawatir, mama dan papa adalah orang yang baik. Mereka pasti sangat bahagia akhirnya Aldi memiliki istri cantik dan baik hati." Kata Aldi meyakinkan.


Ayah Rania pun sangat berharap seperti itu, dia hanya mengangguk dan berdoa dalam hati semoga Rania di terima menjadi bagian dari keluarga Aldi.


Sedangkan Rania sejak tadi memilih diam, dia sedang melakukan perang batin. Sejak tadi hatinya tidak tenang saat mendengar penuturan Aldi yang katanya ingin mengajak bertemu kedua orang tua nya.


Bagaimana pun Rania sadar diri, derajat nya sangat jauh dibawah keluarga Aldi bila melihat dari materi serta pendidikan mereka.


Rania hanya seorang wanita lulusan SMA, tidak memiliki bakat apapun, ekonomi pas-pasan bahkan bisa dibilang masih serba kekurangan.


Tapi mau bagaimana lagi, dia sudah terlanjur menjadi istri dari seorang keturunan billionaire. Saat ini dia hanya bisa pasrah dan berdoa, semoga mereka tidak menuntut yang macam-macam pada nya.


"Ayo, sayang." Ajak Aldi untuk keluar ruangan karena sejak tadi dia hanya diam. Padahal Aldi sudah berpamitan pada ayah rudi, tetapi Rania masih saja melamun di tempat nya.


Rania terkesiap dengan suara istri nya, dia mengangguk lalu mengikuti langkah suaminya tetapi dia berhenti sejenak karena belum berpamitan pada ayah Rudi. "Ayah, Rania pulang dulu. Kalau ingin melakukan sesuatu langsung bilang ke suster, jangan dilakukan sendiri." Kata Rania memberi peringatan.


"Iya, ayah akan melakukan apa yang kamu perintahkan." Kata ayah Rudi.


.


.


.


Di tempat lain, lebih tepatnya di mansion utama. Sepasang suami-istri sedang menjadi korban kemarahan kedua orang tua nya.


Ayah Justin dan mama Kania sangat marah setelah mendapatkan laporan bahwa anak sulungnya baru saja menggelar pernikahan tanpa meminta restu dari nya. (Anggap aja nama mama Adrian Aldi Kania ya ... karena saya lupa sudah memberi nama/belum di chapter sebelumnya 🤭✌️)


Mereka merasa tak dianggap sebagai orang tua. Namun karena kemarahan mereka yang tak bisa di bendung, akhirnya semua luapan emosi itu ditujukan kepada Alexa dan Adrian yang tidak tahu apa-apa tentang pernikahan kakak nya.


Adrian serta Alexa tak bisa mengelak ataupun membantah semua sumpah serapah dari papa mama nya. Karena tak ingin menjadi anak durhaka mungkin.

__ADS_1


Dalam hati Adrian sedang mengutuk kakaknya dengan umpatan yang lebih dahsyat dari pada ibu dari Malin Kundang. Hatinya sangat dongkol, karena ulahnya dia menjadi objek kemarahan papa mama nya.


Tak berselang lama, sebuah mobil BMW terbaru berwarna black terparkir tepat di depan pintu utama.


Mama Kania yang sejak tadi belum mengentikan kemarahan nya langsung meminta sapu yang sedang di pegang oleh nany di lantai dua namun terlihat dari lantai satu untuk di berikan padanya.


"HEI ... KAU ... !! CEPAT KESINI, BERIKAN SAPU ITU PADA KU!!!" Teriak mama Kania melengking hingga seluruh penjuru mansion bisa mendengar nya.


Nany itu terlihat ketakutan, dia justru memelankan langkah nya karena takut.


"CEPAT, BAWA KESINI!!! JIKA DALAM WAKTU TIGA DETIK KAU BELUM SAMP ... " Mama Kania tak meneruskan perkataannya karena nany itu sudah berada di hadapannya. Saat mama Kania menyuruhnya untuk untuk cepat, dia langsung berlari secepat angin. Hingga belum selesai mama Kania mengatakan nya, dia sudah berada di hadapannya.


"Pergilah!!" Perintah mama Kania dengan suara yang masih keras.


Setelah mendapatkan apa yang diinginkan nya, mama Kania tak sabar berjalan menuju ke depan pintu. Hingga saat pintu itu di buka oleh beberapa Nany, mama Kania bersiap-siap untuk memukul orang yang akan masuk ke dalam mension.


Satu.


Dua.


Tiga, dan ...,


Bug.


Bug.


Bug.


Mama Kania memukul seorang laki-laki yang baru masuk dengan begitu brutal, bahkan laki-laki itu tak sempat memberikan perlawanan, sapu itu sudah lebih dulu mendarat dengan sempurna di tubuh laki-laki itu. Orang yang sejak tadi dipukul, hanya bisa meminta tolong untuk mengehentikan aksi nya.


Hingga beberapa saat, mama Kania seperti merasa aneh dengan suara orang yang dipukulinya.


"Kenapa seperti bukan suara Aldi?" Gumam mama Kania pada diri sendiri, namun dia masih terus memukuli orang itu.

__ADS_1


Hingga setelah beberapa saat, dia mendengar tawa keras yang begitu menggema di seluruh mansion. Perhatian mama Kania pun, beralih pada orang yang saat ini sedang tertawa terbahak-bahak.


"ALDI??!!" Pekik mama Rania.


__ADS_2