
Mansion Utama
"Shittt!!!" Aldi mengumpat kesal saat mendengar suara laknat seperti tempo lalu hingga Aldi memutuskan mencari tempat hiburan.
"Dasar adik laknat!" Gerutu Aldi memaki-maki adiknya sampai tidak menyadari kehadiran istri nya yang membawa piring berisi nasi goreng.
"Ada apa?" Tanya Rania mengerutkan dahi saat melihat wajah suami nya seperti menahan kesal, padahal tadi masih biasa-biasa saja.
"Tidak apa, sayang. Kamu masak apa?" Kata Aldi sembari meletakkan ponsel ke atas meja makan, lalu menatap istri nya yang membawa seporsi jumbo nasi goreng.
Aldi tak bis mengalihkan pandangan dari istri cantik nya. Rania memang sangat cantik, kulit nya putih bersih dan berseri. Sedangkan bentuk tubuh nya sangat indah memiliki lekuk tubuh yang sangat menggoda.
Dia memiliki bentuk tubuh yang sangat ideal namun bagian dada nya juga bokong nya lebih besar dari ukuran wanita yang lain. Itu lah mengapa Aldi sangat menyukai nya.
Apalagi saat ini rambut Rania masih basah setelah tadi malam hingga menjelang pagi melakukan ritual seperti biasa membuat Rania terlihat semakin seksi, di tambah pakaian nya yang menggunakan kaus ketat serta rok mini hingga menampilkan paha mulus nya. Membuat Aldi tidak kuat untuk tidak menyentuh nya.
"Sayang, sini." Aldi menuntun tangan istrinya sembari menepuk-nepuk paha nya agar duduk di pangkuan nya.
Rania menuruti kemauan suami nya, karena tidak ingin menjadi istri durhaka.
Tangan Rania memeluk leher Aldi agar tubuh nya tidak terjatuh.
Sedangkan tangan Aldi sudah mengelus-elus paha mulus istri nya yang terpampang nyata hingga lama-kelamaan tangan Aldi menyusup di balik kain tipis berbentuk segitiga milik istri nya.
"Aldi..." Rania kaget saat tiba-tiba bagian bawah sana di sentuh dan memainkan nya hingga membuat tubuh nya berdesir hebat.
"Sayang, bagaimana kalau kita melakukan nya disini." Kata Aldi dengan suara berat nya yang sudah berubah menjadi serak. Kepala Aldi mengendus-endus rambut basah istri nya.
"Tidak! Kamu sudah berjanji pagi ini akan pergi ke rumah sakit menemani kak Raka operasi." Kata Rania tegas.
Karena semalam Aldi menjanjikan pada Rania jika dia bisa memuaskan Aldi dan berada di posisi atas sampai dua ronde maka Aldi akan mengizinkan Rania untuk menemani kak Raka saat operasi.
Padahal itu hanya lah akal-akalan Aldi karena meski Rania tidak mau melakukan nya pun pasti dia akan datang ke rumah sakit bersama Rania.
__ADS_1
"Hanya sebentar, sayang." Kata Aldi dengan tatapan memohon.
Sebenarnya Aldi memang sudah ingin melakukan nya sejak mendengar suara-suara aneh dari Alexa, lalu saat melihat tubuh istri nya yang begitu menggoda semakin membuat rudal sakti Aldi tak bisa di kendalikan.
"Tidak! Kamu tidak akan bisa bermain cepat!" Kata Rania cepat. Karena memang kenyataan nya seperti itu.
Meski Aldi bilang cepat, tapi cepat nya Aldi bisa sampai hampir satu jam untuk satu kali permainan. Belum lagi suami nya ini tidak akan mungkin puas hanya dengan sekali permainan.
Ohh tidak! Rania tidak akan membiarkan suami nya meminta jatah kali ini. Karena jika sampai itu terjadi, dia tidak akan jadi ke rumah sakit menunggu operasi kakak nya.
"Sayang, kamu tidak kasihan dengan rudal ajaib ku ini? Lihat lah, sayang. Sejak tadi dia sudah bergerak-gerak dan membesar." Kata Aldi menatap istri nya penuh iba.
Lalu tiba-tiba meraih tangan istrinya untuk menggenggam rudal sakti nya.
"ALDII....!!" Jerit Rania saat tangan nya menggenggam rudal sakti suami nya yang sudah begitu membesar, bahkan rudal nya sudah sangat hidup. Karena saat di pegang benda itu memang berdetak cepat seperti jantung.
Dengan segera Rania melepaskan tangan nya dari rudal sakti suami nya namun di tahan oleh tangan Aldi.
"Eummh... genggam lebih erat, sayang..." Kata Aldi sembari memejamkan mata.
"Cukup!!" Kata Rania sedikit berteriak. Jika diteruskan maka suami nya benar-benar akan mengurang nya.
"Lepaskan tanganku atau kau tidak akan mendapatkan jatah selama seminggu!!" Ancam Rania.
Dan itu berhasil membuat Aldi menatap istri nya kembali, tangan nya melepaskan genggaman tangan istrinya yang berada di rudal sakti nya.
"Sayang ... kenapa kau mengancam?" Tanya Aldi dengan wajah melas nya.
"Tidak ada pilihan lain!" Tegas Rania.
Lalu dengan segera ia turun dari pangkuan suami nya karena tak ingin semakin membuat suami nya tidak bisa mengendalikan diri.
"Sayang ... kenapa turun?" Wajah Aldi semakin meredup kala melihat istri nya turun dari pangkuan nya.
__ADS_1
Padahal niat nya ingin bermanja-manja dengan istri nya tapi malah justru dia yang tersiksa sendiri karena belum mendapatkan kenikmatan istri nya lebih dulu menjauh.
"Aku duduk sendiri saja! Dari pada rudal ajaib mu terus aktif kalau aku duduk di pangkuan mu!" Kata Rania memasang wajah galak. Membuat nyali Aldi seketika menciut.
Padahal tadi nya dia ingin protes, tapi sepertinya dia terlalu takut dengan wajah garang istri nya.
"Sekarang cepat lah sarapan! Setelah itu kita langsung ke rumah sakit." Kata Rania penuh perintah sembari menyodorkan satu piring nasi goreng pada suami nya.
"Aku tidak mau makan!" Tubuh Aldi be-ringsut ke samping, kedua tangan nya di lipat ke dada.
Seperti nya Aldi dalam mode ngambek persis anak kecil yang mogok makan. Tapi mata nya sedikit melirik ke arah istri nya untuk melihat bagaimana reaksi sang istri.
Dilihat nya ekspresi istri nya biasa-biasa saja, tak ada perubahan apapun di raut wajah istri nya. Hal itu semakin membuat Aldi menekuk wajah jelek nya. Eh!😫
"Ya, sudah! Kalau kau tidak ingin makan, aku sendiri saja yang makan." Celetuk Rania.
Lalu dengan santai nya Rania memakan nasi goreng itu tanpa melihat bagaimana jelek nya wajah suami nya saat ini.
Rania memakan sarapan dengan tenang hingga menghabiskan satu porsi nasi goreng.
Setelah satu piring nasi goreng tandas, Rania meraih air minum di samping nya lalu meneguk sampai habis.
Sebenarnya Aldi juga sangat kelaparan apalagi melihat istri nya makan dengan begitu lahap, ingin sekali meminta satu sendok nasi goreng itu. Tapi rasa gengsi nya mengalahkan keinginan nya untuk sarapan.
Dia harus tahan kalau saat ini sedang mode merajuk, jadi tidak boleh tergiur oleh nasi goreng yang tidak seberapa nikmat nya untuk menghancurkan misi merajuk nya.
"Aku sudah selesai. Ayo berangkat." Kata Rania yang sudah beranjak dari duduknya.
Di lihat suami nya ini benar-benar kekanak-kanakan, dia masih dalam posisi semula, kepala nya masih menoleh ke samping dengan dua tangan yang di lipat di dada. Rania hanya menghela nafas kasar melihat tingkah suami nya.
"Baiklah, kalau kau tidak mau mengantar ku, aku akan pergi sendiri." Kata Rania tenang.
Tiba-tiba saja Aldi beranjak dari tempat duduk lalu keluar mendahului Rania.
__ADS_1
Rania hanya menggeleng pelan melihat tingkah nya.