
"Ada apa sayang?" Tanya Adrian yang sudah berada di belakang nya dengan pakaian santai dan terlihat lebih segar.
"Selamat pagi tuan Adrian," Sapa pengacara Adrian yang bernama Bram sembari menundukkan kepala tanda hormat.
"Pagi Bram, terimakasih sudah membantu saya mengurus perceraian Alexa."
"Sama-sama pak, itu sudah menjadi tugas saya." Kata Bram dengan ekspresi cool nya.
Sedangkan Alexa masih terdiam sembari memperhatikan isi surat perceraian itu tanpa menghiraukan interaksi dua pria yang ada di samping nya.
"Ada apa sayang? apa kamu menyesal telah bercerai dengan laki-laki brengsek itu?" Tanya Adrian sedikit tidak suka melihat Alexa yang terus menatap surat perceraian itu.
"Tidak Adrian, hanya saja ...,"
"Hanya apa?" Potong Adrian cepat.
"Aku tidak menyangka, pernikahan ku akan berujung perceraian." Kata Alexa lirih sembari menundukkan kepala.
__ADS_1
Bohong jika Alexa mengatakan tidak bersedih setelah perceraian ini, nyata nya hati nya sakit saat mengingat penghianatan Frans. Ia tidak pernah berfikir kalau laki-laki sebaik Frans adalah pembohong yang ulung.
Bahkan mulai dari penyebab kandas nya hubungan nya dengan Adrian adalah Frans sendiri yang melakukan nya.
Ketika Frans sudah berhasil memiliki nya, dengan begitu tega Frans menduakan diri nya.
Seperti mainan yang jika sudah bosan bisa dibuang dan membeli yang baru, wanita mana yang tidak sakit hati jika diperlakukan seperti itu.
Ini bukan tentang Alexa yang mencintai nya atau tidak, tapi juga tentang harga diri.
Alexa benar-benar sakit hati, dan mulai saat ini ia tidak boleh menjadi wanita lemah.Ia harus kuat untuk bisa menopang tubuh nya dengan kedua kaki nya sendiri.
"Sudah lah sayang, jangan kau pikirkan lagi. Mungkin perceraian ini memang yang terbaik untuk kehidupan kalian. Seperti kamu bisa kembali bersama ku misalnya, ehh ...," Adrian langsung mengatupkan bibir nya saat menyadari ia telah salah bicara.
"Jadi kamu senang kalau aku berpisah dari dia?" Tanya Alexa menahan kesal setelah mendengar perkataan Adrian.
"Tentu saja aku senang, ehh ... tidak maksud nya," Adrian langsung menunjukkan jari telunjuk dan tengah nya membentuk peace sembari menampilkan senyum canggung.
__ADS_1
Dalam hati Adrian merutuki mulut lembek nya itu, bisa-bisa nya dia berkata jujur di depan Alexa.
"Jadi yang benar itu iya atau tidak??" Tanya Alexa dengan menampilkan senyum namun terlihat menyeramkan bagi Adrian.
"I..iya, eh ... tidak, eh maksudnya i..tidak," Adrian mendadak gagu saat menjawab pertanyaan Alexa, sebenarnya bukan masalah menjawab nya, tapi tatapan maut yang di berikan Alexa benar-benar membuat Adrian ketakutan dan tidak bisa berfikir jernih.
"Tidak apa maksud nya?" Tanya Alexa lagi sembari berjalan mendekat ke arah Adrian masih dengan senyum devil nya, sedangkan Adrian ikut mundur berusaha terbebas dari singa betina yang terlihat kelaparan dan sebentar lagi akan menerkam nya.
"Tidak su.. suka, eh ... tidak benar, mak.. maksudnya tidak senang melihat mu bercerai," Kata Adrian tidak karuan.
Entah kenapa saat ini ia menjadi begitu boddoh saat melihat wajah Alexa yang begitu menakutkan.
Bahkan kata-kata yang sudah ia rancang dalam otaknya tidak juga keluar. Ia hanya bisa mengatakan dengan setengah-setengah sehingga kata-kata nya menjadi tidak jelas dan memberikan makna berbeda dari maksud penyampaian nya.
...💙💙💙...
...TBC...
__ADS_1
See you next chapter 👋😉