
Keduanya sampai di perusahaan tepat waktu, mereka berjalan beriringan sambil bergandengan tangan.
Adrian masih tidak menyangka, akhirnya dirinya bisa kembali memiliki Alexa setelah semua kesalahan yang dilakukannya karena keinginan untuk balas dendam, membuatnya gelap mata hingga membuat Alexa tersiksa sikap kejamnya yang seperti devil.
Namun, akhirnya ia mendapatkan wanitanya kembali, semoga ini adalah awal yang baik untuk hubungan keduanya.
"Input data nya bisa dikerjakan nanti lagi sayang. Sekarang, persiapkan materi untuk meeting dengan Gideon corp." Perintah Adrian saat melihat Alexa ingin mengerjakan tugas lain.
"Baik, pak." Alexa menggangguk patuh dan berkata layaknya seorang bawahan kepada atasan.
"Sayang, tidak ada siapa pun disini. Jangan formal seperti itu." Adrian menatap Alexa dengan wajah cemberut.
Alexa menghela nafas kemudian tersenyum. "Baiklah, Adrian."
"Nah, begitu dong." Adrian ikut tersenyum melihat Alexa tersenyum. Keduanya kembali melanjutkan pekerjaan masing-masing.
Seperti yang sudah dikatakan Adrian tadi pagi, menjelang makan siang ini akan ada meeting bersama Gideon corp di kafe xxx sekalian makan siang.
Gideon corp merupakan perusahaan yang sedang naik pesat di sepanjang tahun ini. Maka dari itu, Adrian tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa bekerja sama dengan perusahaan mereka, meskipun harus mengatur ulang skedul yang sudah disusun.
Untung nya, Alexa bisa mengatur ulang jadwal dengan baik.
"Sayang, sudah waktunya kita berangkat." Adrian melihat jam mahal yang melingkar di pergelangan tangannya kemudian menyuruh Alexa untuk bersiap-siap.
"Sudah selesai?" Adrian menanyakan persiapan untuk bahan presentasi kali ini, mereka harus bisa mempersiapkan sebaik mungkin.
Meski meeting yang dilakukan dadakan dan persiapan Alexa juga dadakan, tapi Adrian sangat percaya kalau Alexa bisa mengatasi nya karena memang Alexa mempunyai otak smart.
"Sudah, ayo berangkat." Alexa mengambil tas mahalnya kemudian berjalan beriringan dengan Adrian.
Adrian tampak menggenggam tangan Alexa sembari terus memperhatikan senyum kepada seluruh karyawan, hingga para staf seakan dibuat kaget dengan perubahan sikap pak Adrian yang biasanya dingin tak tersentuh, kini berbanding terbalik seratus delapan puluh derajat.
Meski pak Adrian terkadang masih berwajah datar, tapi saat ini pak Adrian lebih sering tersenyum, dan itu berhasil membuat para karyawan bertanya-tanya dengan perubahan sikap Adrian.
"Hari ini, kita harus berhasil meyakinkan pak Gideon agar menyetujui dengan kerjasama yang kita buat." Adrian membuka pembinaan setelah keduanya berada di dalam mobil.
__ADS_1
Pak Adrian tidak menyetir sendiri. Ia dibantu pak Supri, sang supir pribadi Adrian yang memang sengaja ia sewa saat akan melakukan perjalanan keluar kota.
Dan kali ini, ia juga menyuruh Pak Supri agar menggantikan dirinya menyetir agar bisa fokus untuk rapat nanti.
"Tentu saja, aku akan berusaha maksimal untuk presentasi kali ini agar bisa membuat mu bangga pada ku." Alexa yang duduk di samping Adrian itu tersenyum meyakinkan sembari menghadap ke arah Adrian.
"Tentu, aku percaya sayang." bisik Adrian tepat di telinga Alexa. Adrian semakin tersenyum lebar saat Alexa merasakan geli, itu terlihat dari gestur tubuh Alexa yang tiba-tiba berjungkit sedikit saat merasakan sensasi geli di telinga nya.
Setelah beberapa menit kemudian, mobil yang dikemudikan pak Supri sudah berada di depan kafe xxx tempat mereka melakukan rapat.
Alexa tampak merapikan pakaiannya sebelum keluar mobil, sedangkan Adrian sedang menunggu kekasihnya karena ingin mendapatkan semangat sebelum melakukan meeting.
"Sayang, mana semangat nya?" Adrian mencondongkan tubuhnya ke depan Alexa hingga membuat dua tubuh itu berdekatan tanpa jarak.
"Maksudnya?" Tanya Alexa tidak mengerti.
"Beri aku kecupan, agar lebih semangat bekerja." Baiklah, Adrian sepertinya memang harus menjelaskan secara rinci tentang kemauan dirinya.
"Ya ampun, Adrian. Bisa tidak, sekali saja kamu jangan messum!" Gerutu Alexa.
"Apanya yang messum, sayang. Wajar dong, kalau aku meminta kekasih ku sendiri memberi semangat? lagian, aku hanya meminta satu kecupan singkat di pipi, atau aku harus meminta semangat pada orang lain?" Goda Adrian.
"Makanya, kalau kau tidak ingin aku meminta pada orang lain, maka aku minta dari kamu, sayang." Adrian tersenyum menggoda sembari menaik-turunkan alisnya.
Alexa mau tidak mau akhirnya memberikan satu kecupan di pipi Adrian. Namun, sesuai dugaan Alexa, Adrian tidak akan mungkin hanya puas kecupan di pipi. Dengan lincah ia memutar kepalanya saat Alexa mendekatkan bibirnya di pipi Adrian, hingga membuat Alexa reflek mencium bibir Adrian.
Dengan tidak tahu malu nya Adrian menahan tengkuk Alexa, kemudian menyesapp dan mengeksplor seluruh rongga mulut Alexa menggunakan lidahnya.
Setelah merasakan Alexa mulai kehabisan nafas, akhirnya Adrian melepaskan ciuuman itu dengan senyum tersungging di bibirnya.
"Terimakasih, sayang." Bisik Adrian tepat di depan telinga sekertaris sekaligus kekasih nya.
"Dasar cabull!! katanya hanya ingin kecupan di pipi, tapi kau malah menciuum bibir ku." Gerutu Alexa sembari memukul-mukul dada bidang Adrian.
"Itu hukuman, karena kau telah berani mengatai kekasih mu ini dengan kata-kata cabul!!" Adrian tersenyum lebar saat mengatakan itu.
__ADS_1
"Ah, sudahlah! terserah kamu!" Ketus Alexa, kemudian keluar dari mobil.
Ia tidak ingin meladeni Adrian yang nantinya pasti akan semakin panjang jika terus mendebat kekasihnya itu yang tidak pernah mau mengalah pada seorang wanita.
Sepasang kekasih itu berjalan kearah pintu ruangan VVIP yang sudah di boking Adrian.
Alexa yang masih dalam mode kesal pada Adrian, berjalan lebih dulu ke ruangan itu sambil menghentakkan kedua kakinya, tanpa melihat orang yang berjalan didepannya hingga ...
Brukk
"Auhh!!"
"Heh!!! kalau jalan lihat-lihat dong!!! matanya dipakai, jangan hanya dibuat pajangan aja!!!" Sarkas perempuan cantik itu penuh amarah, yang baru saja ditabrak Alexa.
"Sorry, saya tidak sengaja." Alexa mengulurkan tangan, namun langsung ditepis oleh orang itu hingga membuat Alexa sedikit terdorong ke belakang.
Adrian yang melihat dari belakang, dengan sigap ia menopang tubuh itu hingga Alexa tidak jadi terjungkal.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?"
"Adrian???" Pekik wanita cantik serta berpakaian seksi yang ada di depannya.
deg
Jantung Adrian berdetak lebih cepat, sungguh ia tidak ingin situasi seperti ini.
"Honey, kenapa kamu ada disini? bukankah kamu masih melakukan perjalanan bisnis di Jerman?" Wanita itu berjalan mendekat kearah Adrian kemudian bergelayut manjat di lengan kokoh Adrian, kemudian berjinjit dan mencium pipi Adrian.
"Kamu jahat honey, kenapa kamu tidak memberitahu ku kalau kau sudah pulang?"
"Dan sudah 3 ini hari, kenapa ponsel juga tidak aktif?" Kata wanita itu dengan suara manjanya.
Alexa yang berada di samping Adrian, mencoba melepaskan belitan tangan Adrian, karena merasa jengah menyaksikan sepasang kekasih yang baru saja bertemu.
...💙💙💙...
__ADS_1
...TBC...
See you next chapter 👋😉