
Tidak sampai tiga puluh menit sepasang suami istri itu sudah sampai di rumah sakit. Sepanjang perjalanan Aldi terus mendiami istri nya, dia masih sangat murka karena rudal sakti nya belum mendapatkan amunisi.
Bahkan wajah nya masih terlihat sangat kusut seperti pakaian yang tidak pernah di setrika.
Saat ini mereka sudah sampai di kursi tunggu depan ruang operasi. Sesekali Rania menatap ke arah suami nya yang sejak tadi mendiami.
Dia jadi tak tega, walau bagaimana pun saat ini Aldi sudah berstatus sebagai suami nya. Tidak seharusnya dia menolak ajakan sang suami kalau tidak ingin di kutuk oleh malaikat.
Ingin sekali Rania mendekati suami nya yang sejak tadi duduk menjauhi nya, tapi dia juga merasa gengsi.
Sejak tadi memang Aldi memilih duduk di kursi yang sedikit jauh dari istri nya karena saat ini sedang dalam misi merajuk.
Tanpa diduga, tiba-tiba ada wanita cantik dan berpakaian minim duduk di sebelah Aldi.
"Hai, sendiri aja, mas?" Sapa wanita itu, lalu duduk di sebelah Aldi.
Aldi hanya mengangguk karena saat ini dia sedang tidak mood berbicara pada siapa pun.
"Eh, saya boleh duduk di sini kan? sorry nggak tanya dulu." Kata wanita itu tiba-tiba terkekeh.
"Iya, boleh. Duduk saja." Kata Aldi sedikit tersenyum, karena dia tidak ingin membuat orang lain tidak nyaman hanya karena mood nya yang sedang hancur.
"Oke, thanks ya..." Wanita itu tersenyum lembut.
"Oh iya, kenalin. Aku Briana." Wanita yang bernama Briana itu menyodorkan tangan nya untuk memperkenalkan diri.
Aldi sedikit ragu untuk menerima uluran tangan itu. Dia melihat penampilan wanita itu yang menggunakan pakaian sangat minim, membuat nya merasa risih.
Tapi sedetik kemudian tiba-tiba terlintas ide jahil di otak licik nya.
Dia sedikit melirik Rania, terlihat wajah istri nya itu sedang menahan kesal dan seperti nya sedang kepanasan melihat interaksi nya dengan wanita yang tidak di kenal.
Ya memang benar, Rania sangat kesal saat melihat ada perempuan mendekati suami nya. Terlebih saat wanita itu menyodorkan tangan, ingin sekali Rania berteriak pada suami nya agar tidak menerima uluran tangan itu, tapi suara nya hanya tertahan di tenggorokan.
"Hai, juga. Namaku Aldi." Aldi membalas tatapan wanita itu dengan senyum tak kalah manis.
Aldi sedikit melirik Rania, tangan istrinya meremat kuat paper bag yang sejak tadi di bawa nya. Wajah nya terlihat sangat kusut.
Ingin sekali Aldi tertawa terbahak-bahak, namun masih ia tahan karena tidak ingin membuat rencana nya gagal kali ini.
"Wah, nama yang bagus. Mas Aldi di sini sendiri?" Tanya Briana lagi.
__ADS_1
"Iya, nih. Nggak ada yang nemenin. Untung ada kamu, jadi nggak sendiri lagi." Kata Aldi sedikit menggoda. Bahkan Aldi mengerlingkan mata nya membuat wanita itu tersenyum-senyum dengan wajah tersipu.
"Emang pacar mas di mana? Kenapa tidak menemani mas di sini?" Kata nya lagi. Briana memang sengaja bertanya pacar nya di mana untuk memastikan apakah Aldi sudah memiliki pacar atau belum.
"Sayang nya aku tidak memiliki pacar." Kata Aldi memasang wajah sedih.
Sedangkan Rania yang sejak tadi menyimak pembicaraan mereka di buat meradang, berani-berani nya suami nya itu mengatakan tidak memiliki pacar. Padahal jelas-jelas di sudah memiliki istri.
"Jadi mas Aldi jomblo?" Tanya nya dengan wajah berbinar-binar.
Apa katanya tadi? Mas?? Wow! So sweet sekali! Padahal Rania yang notabene nya istri dari seorang Aldi belum tidak memanggil nya dengan sebutan mas.
Lalu wanita asing yang tiba-tiba datang ini sudah berani memanggil mas pada suami nya?! Lancang sekali!
Tidak bisa di biarkan!
Rania harus bertindak cepat sebelum para ulat bulu mengganggu suami nya!
Dengan langkah lebar penuh amarah, Rania menghampiri dua orang yang sejak tadi sangat asyik mengobrol.
"Kalau boleh tahu, yang sakit siapa, mas?" Tanya wanita itu.
"EHEM!!"
Aldi tak pernah menyangka wajah istri nya akan berubah seperti ini. Saat ini wajah istri nya memang terlihat sangat menyeramkan, tidak seperti biasa nya yang terlihat imut dan menggemaskan.
"Hubby... dia siapa?" Tanya Rania langsung duduk di pangkuan suami nya.
Dia menatap tajam pada wanita yang saat duduk di samping nya dengan ekspresi kebingungan.
"Mas Aldi, bukan kah kau belum memiliki pacar?" Tanya Briana penuh penasaran.
"Ya, memang Hubby ku tidak memilik pacar. Tapi dia sudah memiliki istri! dan aku istri nya!" Kata Rania penuh penekanan.
Seketika wajah Briana meredup tidak secerah tadi. Padahal dia berpikir bisa berdekatan dengan Aldi dan bisa memiliki hubungan lebih.
"Eum ... Briana, perkenalkan ini istriku Rania." Kata Aldi sedikit canggung saat melihat wajah Briana berubah.
"See? Aku istri nya! Jadi lebih baik kau pergi dari sini! Tidak baik seorang wanita berdekatan dengan laki-laki yang sudah beristri!" Tekan Rania menatap tajam Briana sedikit mengejek.
Aldi dibuat bingung dengan sikap istri nya, dia tidak menyangka istri nya akan berubah menjadi galak seperti ini.
__ADS_1
"Hubby, Katanya tadi kau ingin kita BER CIN TA." Kata Rania dengan menekan kata bercinta di samping Briana.
Tentu saja Briana bisa mendengarkan dengan begitu jelas kata-kata Rania.
Lalu tanpa di duga, Rania menggoyang-goyangkan tubuh nya yang berada di atas pangkuan sang suami.
Tak berselang lama, rudal ajaib suami nya langsung terbangun.
"Ya ampun, Hubby... Dia langsung terbangun." Kata Rania dengan suara manja nya. Dia terkekeh kecil sedikit melirik ke arah Briana.
"Jangan salahkan aku, sayang." Kata Aldi dengan suara serak nya. Kali ini dia benar-benar tidak tahan untuk tidak menyerang istri nya.
Lagian, ini bukanlah salah Aldi. Rania sendiri yang menggoda nya.
Tanpa meminta persetujuan dari sang istri, Aldi langsung menyergap istri nya di tempat keramaian lalu menggendong istrinya ala koala untuk berlalu dari tempat itu, meninggalkan Briana sendiri yang menatap mereka dengan tatapan nanar.
"Ya ampun, Hubby... sabar dulu...! Malu dilihat orang.." Kata Rania sedikit keras agar Briana mendengar suara nya saat Aldi tiba-tiba menciumi tengkuk nya bahkan memberikan tanda di sana.
Aldi terus berjalan hingga menuju ke toilet.
Brakk
Aldi membanting pintu itu dengan kasar lalu menutup dan mengunci nya lagi, dia sudah sangat tidak tahan untuk segera mengeksekusi istri nakal nya.
Aldi mencium bibir istri nya dengan bringas hingga membuat Rania sangat kuwalahan.
Satu tangan nya menahan tubuh istri nya agar tetap berada dalam gendongan sedangkan satu tangan nya lagi dia gunakan untuk melucuti pakaian bagian atas Rania.
Saat berhasil membuka pakaian bagian atas nya, Aldi langsung menyergap benda yang menjadi kesukaan nya.
Rania berteriak keras saat tiba-tiba Aldi menyerang bagian atasnya.
Tangan Aldi mulai menurunkan resleting celana nya, lalu menurunkan nya hingga setengah beserta kain berbentuk segitiga milik nya. Untungnya dia tidak memakai ikat pinggang, jadi lebih mudah melepaskan celana nya.
Setelah berhasil melucuti pakaiannya sendiri, Aldi beralih menyikap gaun rok mini istri nya kemudian menurunkan kain berbentuk segitiga Isrinya.
Aldi memposisikan rudal ajaib nya yang sudah berdiri tegak, tanpa banyak menyia-nyiakan waktu Aldi langsung memasukkan rudal sakti nya ke dalam gubuk reyot Rania.
Dalam sekali hentakan, rudal sakti nya terbenam sempurna di gubuk reyot istri nya.
Rania memekik keras saat tiba-tiba gubuk reyot nya di masuki rudal sakti dengan begitu dalam.
__ADS_1
Akhirnya mereka benar-benar melakukan percintaan di toilet rumah sakit.