Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Tuhan Mengabulkan Doanya


__ADS_3

Adrian memasuki mobilnya tanpa menghiraukan teriakan Liana yang menyuruh nya berhenti.


Secepat kilat ia berlalu dari halaman pekarangan rumah Liana hingga wanita itu tak bisa lagi mengejar nya. "Siall!!" Umpat Liana frustasi. Ia tak tahu harus melakukan apa agar bisa mencegah Adrian yang ingin membatalkan pertunangan. Ah, lebih tepatnya sudah membatalkan pertunangan.


"Aku harus mencari cara agar bisa membuat mu kembali pada ku, Adrian." Gumam Liana sembari berpikir keras untuk menemukan cara agar bisa membuat Adrian kembali padanya.


Tiba-tiba seringai jahat terbit di bibir nya. "Maafkan aku Adrian, aku terpaksa melakukan dengan cara ini, agar kau bisa kembali pada ku." Gumam Liana sembari tersenyum penuh arti.


Ia kembali ke dalam rumah dengan senyum melekat di bibirnya.


Sedangkan Adrian yang masih dalam perjalanan, tidak sabar ingin segera kembali ke kantor. Dimana ada sang kekasih yang sedang bekerja.


Rasanya ia selalu merasa rindu bila berjauhan dengan kekasihnya walau sebentar saja.


Adrian semakin menambah laju kecepatan mobilnya. Ia benar-benar sudah tidak sabar ingin segera memberitahu kalau dirinya sudah tidak ada lagi hubungan dengan Liana.


Beberapa menit berlalu, Adrian sudah sampai di area perkantoran. Setelah keluar dari mobil, Adrian memberikan kunci mobil pada satpam yang menjaga di sana.


Ia berlari cepat untuk memasuki gedung. Tak sampai setengah menit, dirinya sudah tiba di depan pintu lift.


Padahal jarak antara pintu masuk dan lift terbilang lumayan jauh karena gedung perkantoran Adrian memang terbilang besar.


Beberapa saat kemudian, dirinya telah tiba di lantai ruang tempat kerja nya.


Dari kejauhan, Adrian melihat sosok sang kekasih sedang mengerjakan pekerjaan yang nampak serius. Dengan langkah lebar ia mendekati ke arah di mana Alexa berada.


"Sayang ... I miss you." Kata Adrian setelah ia sudah berada di belakang Alexa. Kedua tangan nya ia lingkarkan di area leher Alexa. Ingin sekali memeluk pinggang wanita nya, namun saat ini Alexa sedang duduk di kursi kerjanya hingga tak bisa melingkarkan tangan nya ke pinggang sang kekasih.


"Baru berpisah sebentar, Adrian." Alexa sedikit menoleh ke belakang dengan mengembangkan senyum. Semakin lama Adrian semakin terlihat manja, padahal dulu nya Adrian tidak seperti itu. Tapi entah kenapa sekarang Adrian benar-benar lengket dan tak mau berpisah dengan nya.


"Hm ... tapi aku kangen." Kata Adrian menopang dagu nya di atas kepala Alexa, mata nya ia pejamkan sejenak menikmati hembusan nafas yang terasa sejuk dan menenangkan.

__ADS_1


"Sayang, Aku ada berita bahagia." Kata Adrian setelah tangan nya memutar seratus delapan puluh derajat kursi yang di pakai Alexa hingga saat ini keduanya saling berhadapan.


"Hm ... berita apa yang kamu dapatkan hingga membuat mu sangat bahagia?" Alexa ikut tersenyum saat melihat wajah kekasihnya terus menyunggingkan senyum. Tangan Alexa terulur mengelus rahang Adrian yang sedikit ditumbuhi bulu-bulu disekitar nya.


"Aku sudah membatalkan pertunangan dengan Liana." Kata Adrian penuh antusias. Berbeda dengan Alexa yang justru mematung di tempat, sangat bertolak belakang dengan ekspresi Adrian.


"Coba, ulangi?" Kata Alexa menatap tak percaya Adrian, tubuhnya masih membeku di tempat.


"Sayang apa kamu tidak senang dengan berita ini?" Tanya Adrian dengan penuh ketakutan. Ia takut kalau kekasihnya tidak menyukai keputusan nya atau bahkan ingin meninggalkan nya.


"Ulangi!" Perintah Alexa lagi.


"A_ku sudah memutuskan pertunangan dengan Liana." Kata Adrian takut-takut.


Tanpa diduga, Alexa langsung memeluk tubuh Adrian yang saat ini berdiri di depan nya dengan ekspresi ketakutan.


"Sayang ... "


Ia sangat bahagia karena akhirnya bisa kembali dengan cinta pertama nya, bisa kembali dengan tambatan hati nya selama ini.


"Sayang, kamu ..?" Tanya Adrian lirih, masih tidak mengerti dengan maksud reaksi Alexa.


"Aku sangat senang, akhirnya kita bersama lagi." Kata Alexa lirih, air matanya sudah menggenang di pelupuk mata.


"Terimakasih, sayang. Sudah menerima ku kembali. Besok kita persiapkan pernikahan." Kata Adrian dengan senyum mengembang di bibirnya.Alexa hanya menganggukkan kepala pertanda setuju.


Dirinya pun tak sabar menanti hari itu tiba. Dimana ia dipersatukan dengan cinta pertamanya, cinta yang memberikan sejuta kenangan, mulai dari manis, pahit hingga kepedihan yang begitu mendalam.


Tapi ia sangat mensyukuri hal itu, sungguh ia tidak menyangka akhirnya takdir menyatukan nya dengan Adrian.


Alexa kembali teringat pada kenangan dulu semasa SMA.

__ADS_1


Di sebuah bangku panjang, terdapat dua insan berbeda jenis duduk bersebelahan. Tubuh wanita nya di sandarkan pada bahu sang lelaki.


Mereka berdua saling curhat, memikirkan dan mengatakan keinginan di masa depan jika mereka sudah saling dewasa. Bisa membina rumah tangga, memiliki keluarga kecil bahagia. Rasanya kedua insan itu tidak sabar menanti hari itu tiba.


Saat itu sang lelaki berkeinginan memiliki banyak anak dari wanita nya. Berandai-andai memiliki bayi kembar yang lucu, saling menjaga, dan merawat nya hingga tumbuh besar. Bisa bersama-sama hingga rambut memutih dan kulit mengeriput tapi cinta mereka tak akan pernah berkurang sedikitpun.


"Hiks ... Adrian, Terimakasih. Kamu akan segera mengabulkan impian dan doa ku." Alexa sudah tidak tahan menahan rasa haru nya, akhirnya ia menumpahkan air mata bahagia itu dibalik dekapan Adrian.


"Itu juga impian ku, sayang. Impian kita berdua. Bisa membangun keluarga kecil. Merawat dan menjaga anak-anak sampai kita menjadi kakek-kakek dan nenek-nenek. Tapi cinta yang kita miliki tidak akan berkurang." Adrian pun tak tahan menahan air matanya.


Untuk pertama kalinya seorang Adrian meneteskan air mata, dan itu adalah air mata bahagia.


Sungguh, Tuhan sangat baik padanya. Meski dirinya hamba yang buruk, tapi Tuhan tetap mengabulkan permintaan nya yang dulu pernah ia sematkan di setiap doa.


"Terimakasih sayang, masih mau menerima ku kembali. Terimakasih masih mencintai ku, meski sudah banyak sakit yang kau alami karena diri ku. Aku mencintaimu Alexa."


"Aku mencintaimu wanita ku, satu-satunya perempuan yang aku cinta selain ibu ku. Kamu lah cinta pertama dan terakhir ku. Semoga tuhan menyatukan kita sampai ajal menjemput ku lebih dulu." Adrian mencium kening wanita nya lama sembari memejamkan mata.


"Terimakasih ya tuhan. Aku sangat bersyukur atas kehendak mu. Terimakasih, sudah mengabulkan doa hamba-Mu yang buruk ini." Batin Adrian.


Dalam hati, ia berjanji akan menjadi hamba yang taat pada Tuhan. Ia berjanji akan menjadi hamba yang lebih baik, sebagai rasa syukurnya atas apa yang diberikan Tuhan kepadanya.


Mungkin inilah cara Tuhan menyadarkan hamba nya yang salah manjadi hamba yang lebih baik.


Semoga melalui perantara dipertemukan nya kembali dengan Alexa. Cinta nya kepada Tuhannya pun semakin bertambah.


...πŸ’™πŸ’™πŸ’™...


...TBC...


See you next chapter πŸ‘‹β˜ΊοΈ

__ADS_1


__ADS_2