Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Merestui


__ADS_3

"Adrian!!" Tuan Justin masih memanggil anak nya dengan suara keras.


"Papa?! Mama?!" Aldi yang baru saja pulang dari club melihat papa mama nya ternyata kembali ke Indonesia.


Dan yang lebih membuatnya kaget, papa nya terlihat sedang menahan amarah sembari memanggil nama adiknya. Itu berarti papa Justin sudah mengetahui apa yang di lakukan adik nya saat ini.


"Dari mana saja, Kamu?!" Papa Justin menatap nyalang putra sulung nya yang terlihat acak-acakan.


Bahkan ia hanya menggunakan kaus putih dan celana bokser. Saat Aldi ingin menggunakan baju, ternyata celana jeans yang semalam ia gunakan sudah tak ada, hanya menyisakan celana bokser dan kaus dalam nya.


Aldi tahu, Rania yang menggunakan baju nya karena gaun Rania sendiri masih berada di kamar dalam kondisi tak layak pakai.


Tiba-tiba seorang pelayan datang menghampiri mereka. "Maaf Tuan, Tuan Adrian menyuruh Anda untuk menunggu di ruang kerja." Pelayan itu menunduk takut sekaligus memberi hormat.


Ia tak berani menatap sedikitpun ke arah Tuan besar nya yang terlihat sangat marah.


Tuan Justin menghela nafas kasar. "Baiklah." Kata nya dingin.


Kemudian berlalu dari sana sembari menggandeng sang istri.


Sedangkan Aldi merasa itu bukan urusan nya, maka ia melanjutkan berjalan ke kamar nya untuk mengganti baju karena ia tak ingin mengganti baju untuk mencari wanita nya.


Wanita yang berhasil ia rampas kesucian nya, maka ia tak akan pernah melepaskan dia sejauh kemana pun wanita nya pergi.


.


.


.


Suasana di ruang kerja terlihat mencekam, dua laki-laki berbeda usia saling menatap tajam satu sama lain.


Lebih tepat nya Tuan Justin yang menatap tajam Adrian, sedangkan Adrian hanya membalas nya dengan biasa saja.


"Jelaskan!" Satu kata yang keluar dari tenggorokan Tuan Justin mampu membuat bulu kuduk orang yang mendengar nya berdiri.

__ADS_1


Ia berkata dengan suara sangat dingin dan menatap putra bungsu nya dengan tajam.


"Bukankah papa sudah mengetahui nya?" Jawab Adrian santai.


Adrian berkata seperti itu karena memang papa nya mengetahui apapun yang di lakukan anak-anak nya. Meski jauh dari jangkauan nya, tapi orang suruhan papa nya tetap mengawasi setiap gerak-gerik yang di lakukan anak nya.


"Papa ingin mendengar langsung penjelasan dari mu!" Timpal papa Justin masih terus menatap tajam putra nya yang bodoh.


Bagaimana tidak? memberikan hampir semua aset kekayaan nya pada seorang wanita yang dulu pernah membuat hidup nya hancur.


"Ya, nak. Kau harus menjelaskan semuanya pada kami. Apa kau tak menganggap kami sebagai orang tua mu? dengan menikahi wanita itu tanpa meminta persetujuan papa dan mama. Lalu kau memberikan hampir seluruh aset kekayaan mu pada wanita itu??"


Mama Adrian memang sudah sangat ingin mengolok-olok putra nya sejak tadi. Tapi masih ia tahan karena ingin mendengarkan penjelasan putra nya lebih dulu.


Mama Adrian tidak terima dengan keputusan Adrian yang tiba-tiba menikahi wanita bernama Alexa. Terlebih mama Adrian sangat mengingat dengan jelas bagaimana hancur nya Adrian saat mendapati kekasih nya berselingkuh.


Hari-hari nya hanya ia gunakan untuk meneguk alkohol, meracau memanggil nama Alexa hingga Adrian mengalami sakit keras akibat terlalu banyak meminum alkohol.


Dan sebagai seorang ibu melihat anak nya seperti ini, tentu hati nya sangat hancur. Ingin meminta Alexa kembali pada Adrian, ternyata wanita itu sudah menikah dan hidup bahagia bersama suami nya.


"Mama tidak sudi memiliki menantu wanita itu. Mama tidak rela, wanita yang telah menghancurkan masa depan mu kembali masuk ke dalam hidup mu. Mama masih ingat semua kesakitan yang kau alami ..."


Mama Adrian tak sanggup meneruskan perkataan nya. Ia sudah menangis terisak mengingat dulu bagaimana rapuh nya sang anak.


"Mama." Adrian langsung mendekap tubuh mama nya. Ia pun tak tega melihat mama nya menangis seperti ini. Adrian terlalu banyak membuat mama nya bersedih.


"Maafkan Adrian, ma."


"Adrian salah karena tidak meminta restu mama papa untuk menikah dengan Alexa. Tapi kalian harus tahu kebenaran nya ..."


"Dulu Alexa di jebak, dan orang yang menjebak nya adalah mantan suami Alexa. Dulu mantan suami Alexa ingin memiliki Alexa, maka dari itu dia berusaha menjebak Alexa seakan-akan dia selingkuh hingga Adrian meninggalkan nya seorang diri." Adrian menghentikan ucapan nya. Ia sangat menyesal karena waktu itu Adrian tidak berusaha mencari tahu kebenaran nya, tapi justru terlarut dalam kesedihan.


"Dan saat Adrian kembali kesini, Adrian berusaha membalas semua sakit hati Adrian pada nya."


Sakit sekali rasanya hati Adrian, mengingat betapa kejam nya dia menggauli Alexa hingga membuat wanita nya tak berdaya. Tidak hanya itu, bahkan Adrian menyiksa fisik Alexa tanpa ampun.

__ADS_1


"Papa pasti sudah tahu apa yang di lakukan Adrian saat menyakiti wanita ku yang malang." Adrian beralih menatap ayah nya yang sedang menatap ke arah lain.


Papa Justin pun sebenarnya tak tega mengingat kekejaman anak nya pada wanita itu. Papa Justin tak bersuara apa pun, karena bagaimana pun ia juga tak tega melihat orang lain di sakiti.


"Kenapa papa tak pernah memberi tahu mama yang sebenarnya?" Mama Adrian buka suara, menatap suami nya karena memang belum mengetahui fakta yang sebenarnya. Dan baru mengetahui saat Adrian menjelaskan.


"Berarti Alexa tidak bersalah?" Tanya sang mama menatap lekat anak nya.


Adrian menggeleng sembari tersenyum, ia tahu orang tua nya adalah orang baik yang akan menerima Alexa dengan tangan terbuka meski Alexa bukan lah seorang gadis.


"Tidak, ma. Alexa tidak bersalah. Dia juga terluka karena kejadian itu. Kami saling mencintai, ma. Tolong restui kami agar menjadi sepasang suami-istri seperti mama dan papa." Adrian kini berjongkok menggenggam kedua tangan mama nya meminta restu pada orang yang telah melahirkan dan merawat nya.


"Apapun demi kebahagiaan mu, nak. Mama akan selalu merestui mu, asal kamu berjanji untuk selalu hidup bahagia." Sang mama menangis begitu pun dengan Adrian. Ia tak tahan mendengar kata-kata dari mama nya yang menjadi bukti bagaimana sayang nya seorang ibu pada anak nya.


Mama Adrian tak menuntut apapun dari anak nya, ia hanya berpesan agar selalu hidup bahagia.


Sebagai seorang anak, hati Adrian merasa teriris karena selama ini ia hanya memperhatikan hidup nya sendiri. Tak pernah memikirkan hidup orang tua nya.


Tapi ini? Bahkan orang tua nya jauh-jauh menghampiri anak nya karena tak ingin Adrian kembali merasakan sakit lagi.


"Maafkan Adrian, ma." Hanya itu yang mempu Adrian ucapkan.


Sedangkan di balik pintu, seorang wanita mendengarkan semua percakapan tiga orang yang ada di dalam hanya bisa menangis tanpa suara.


Entah lah, Alexa tak tahu apa yang akan di lakukan nya saat ini.


Ia kembali berjalan menuju kamar sebelum ada orang yang memergoki nya.


Namun baru satu langkah ia melangkah tiba-tiba...


Prang


...💙💙💙...


...TBC...

__ADS_1


See you next chapter 👋🙂


__ADS_2