
Aldi terus berlari menyusuri lorong rumah sakit, ia ingin segera ke ruangan ayah Rudi dan membawa kak Raka keluar. Karena jika ada Kak Raka, Rania pasti tidak akan berbuat macam-macam pada nya.
Dasar sengklek! Memang nya macam-macam apa yang akan Rania lakukan pada Aldi?
Tidak mungkin Rania memper*osa Aldi juga kan?
Tapi memang Aldi saja yang terlalu melebih-lebihkan.
Saat ia sudah terlalu lelah berlari, Aldi berhenti sejenak sembari mengatur nafas. Kedua tangan nya ia tumpukan pada dua lutut nya sambil membungkuk.
Setelah dirasa sudah tidak lelah lagi, Aldi meneruskan langkah nya.
Tidak lagi berlari, Aldi lebih memilih berjalan biasa untuk menghemat energi.
Tetapi kepala nya terus menoleh ke belakang karena takut Rania berhasil menangkap nya.
Dia akan kembali lari jika Rania sudah terlihat, tetapi dia akan tetap berjalan selama belum melihat Rania di dekat nya.
Terlalu fokus melihat ke belakang, sampai-sampai ia tidak melihat ada ember serta alat pel di tengah jalan.
Dugh.
"Auuhh...!" Aldi terpelanting saat tiba-tiba kaki nya menendang pel beserta seperangkat alat pembersih lantai.
Bugh
Tubuh kekar nya ambruk ke lantai. Seketika itu suara tawa menggema di lorong itu.
Kebetulan ada beberapa orang dewasa dan anak-anak yang ada di sana.
Beberapa anak kecil yang melihat nya tertawa keras, berbeda dengan orang tua yang melihat tubuh kekar Aldi tumbang hanya bisa meringis merasa kasihan namun juga menahan mulut nya agar tidak tertawa.
"BHAHAHA...!" Tawa keras menggema datang dari laki-laki berseragam OB yang bertugas membersihkan lantai.
"Eh ada ada boss baik hati lagi sujud ternyata." Ternyata orang yang sedang membersihkan lantai itu adalah OB tengil yang pernah di beri uang karena mendorong menggunakan kursi roda.
Bocah tengil itu masih terus tertawa sembari memegang perut nya yang terasa sakit karena tawa nya.
Dia tidak menyangka boss somplak yang pernah memberikan uang sebesar dua juta rupiah bisa terguling ke lantai dengan posisi tengkurap.
__ADS_1
Tubuh Aldi terkuat mengenaskan karena baju yang di pakainya basah terkena air pel.
"Siall." Aldi mengumpat dalam hati saat banyak orang-orang di sekitar nya menertawakan dia.
Rasa sakit yang di rasakan saat ini berhasil ia kesampingkan akibat malu yang teramat.
Mungkin ini yang sering orang-orang katakan, sudah jatuh masih di timpa tangga.
Seperti Aldi, sudah jatuh masih ditertawakan orang.
Sudah merasa sakit yang teramat, masih juga di ledek orang.
Sungguh penderitaan yang maha dahsyat menimpa seorang anak konglomerat.
"Kamu..?!" Mata Aldi membulat sempurna saat ia mulai bangkit dan orang yang pertama kali di lihat nya dan sedang menertawakan nya adalah OB tengil pembuat rusuh.
Aldi belum bisa berdiri karena tulang lutut nya masih terasa sakit, dia berjongkok lalu melihat ke sekeliling. Ternyata banyak sekali orang yang ada di sekitar nya, tetapi tak ada satu pun orang membantu dia.
"Shiitt." Aldi kembali mengumpat saat meraup wajah nya yang basah itu ternyata berbau tidak sedap. Antara campuran wangi sabun pembersih lantai serta bau lantai kotor yang sudah melebur menjadi satu.
Melebur jadi satu? Hahaha seperti sebuah syair lagu saja.
Meski baju nya ikut kotor, tapi setidaknya air kotor yang melekat di wajah nya sudah di bersihkan lebih dulu.
Ia tidak mau bakteri yang terkandung dalam air pel itu membuat wajah nya berjerawat, kusam, berkomedo, kulit kering, berminyak, pori-pori besar, dan berbagai macam masalah kulit lainnya.
Yang nanti nya akan menyebabkan Rania tidak mengenali calon suami nya sendiri karena wajah nya sudah berganti menjadi si buruk rupa, bukan si tampan yang rupawan.
Meski Aldi meninggalkan si OB yang sudah menertawakan nya begitu saja, tapi ia akan membalas semua ledekan nya.
Mungkin Aldi akan menyuruh orang-orang nya untuk membawa si OB tengil untuk nyungsep di selokan. Atau mungkin juga bisa saja di guyur dengan air comberan yang sudah di tumbuhi banyak makhluk tuhan berukuran kecil sebagai teman nya.
"Ah siall." Aldi kembali mengumpat saat wajah nya tidak cukup di bersihkan hanya menggunakan air. Terbukti kulit wajah nya gatal-gatal serta banyak bentol-bentol merah.
Mungkin karena tipe kulit wajah Aldi yang terlalu sensitif jadi efek nya langsung terasa walau baru beberapa menit.
"Awas aja lu OB sialann! Kalau sampai kulit wajah gue jadi jelek. Gue bakalan balas perbuatan lu." Gumam Adrian sembari menyirami wajah nya berulang-ulang.
Setelah merasa sedikit bersih, Aldi segera keluar dari toilet. Ia akan segera menuju kantin rumah sakit untuk membeli sabun pembersih wajah.
__ADS_1
Meski di sana hanya tersedia sabun pembersih wajah biasa, tapi setidaknya bisa sedikit menghambat kehidupan bakteri yang menempel di kulit wajah nya.
Karena biasa nya Aldi menggunakan pembersih wajah khusus yang di beli nya dari dokter kulit nya.
Dasar Aldi! Se parno itu takut wajah nya yang menjadi jelek.
Baru beberapa meter melangkah dari toilet, Aldi bertemu dengan Rania yang sedang mendorong kakak nya menggunakan kursi roda.
"Aldi?" Tanya Rania mengerutkan dahi saat melihat penampilan Aldi terlihat acak-acakan dan juga basah.
"Kamu kenapa?" Tanya Rania penasaran.
Dia berhenti tepat di depan Aldi dengan tangan masih memegang kursi roda itu.
Sebenarnya Rania masih ingin marah tadi saat Aldi meninggalkan nya seorang diri, karena Aldi malah berlari lebih dulu.
Apalagi saat sampai di ruangan ayah Rudi, ternyata kakak nya masih sendiri, tidak ada yang menemani.
Tapi saat melihat penampilan Aldi yang terlihat acak-acakan ia jadi mengurangkan niat nya.
"Kenapa kamu basah kuyup seperti ini?" Tanya Rania lagi. Ia mencoba mendekati Aldi lalu memegang baju nya.
Namun belum sempat berhasil memegang, Aldi lebih dulu menyingkir.
"Aku tidak apa-apa, hanya terkena air saat di toilet tadi." Dusta nya.
Aldi tidak mungkin mengatakan kalau dia baru saja terkena air pel, aduuuh mau di taruh di mana muka tampan nya ini...
"Hueek! Kok bau amis sih?!" Tanya Rania sembari menutup mulut nya saat tadi ada kesempatan untuk mendekati Aldi lalu ingin memeriksa baju nya. Karena Rania memang tidak percaya begitu saja saat Aldi mengatakan terkena air biasa tapi kemeja putih nya berubah menjadi sedikit kekuningan.
"kenapa kamu mencium nya?!" Aldi panik saat Rania berhasil mendekat bahkan dapat mencium bau baju nya.
"Sudah ku bilang jangan mendekat!" Kata Aldi lagi. Dia kesal sekaligus malu karena Rania mencium tubuh nya yang bau tak sedap.
...💙💙💙...
...TBC...
See you next chapter 👋🙂
__ADS_1