Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Menemui Mertua Part 2


__ADS_3

"ALDIII..!!" Pekik mama Kania saat melihat ternyata Aldi baru saja datang menggandeng tangan seorang wanita anggun disebelahnya.


"Hahahaha....! Ngamuknya udah puas belum, ma?! Kalau belum mending lanjut mukul lagi, mumpung ada objek yang cocok buat jadi korban amukan mama. Hahahaha...! " Tanya Aldi mengejek di sela-sela tawa nya.


Sungguh, dia sangat puas melihat orang yang selama ini mengerjai nya kini gantian dikerjai dengan mendapatkan pukulan dari mama nya menggunakan sapu.


"Diam kamu, Anak durhaka..!!" Bentak mama Kania.


Mama Kania terlihat begitu terkejut karena ternyata Aldi baru saja masuk, lalu siapakah sosok laki-laki yang sejak tadi dipukul dengan begitu tragis? mama Kania bertanya-tanya dalam hati.


Laki-laki yang baru saja dipukul mama Kania itu terlihat sedang mencoba berdiri setelah tersungkur beberapa saat.


Mama dari dua anak nakal itu melebarkan matanya saat menyadari melihat wajah pria yang sejak tadi dipukuli nya. Begitu pun dengan papa Justin yang ikut melebarkan mata karena sang istri salah memukul orang.


"Ka-kamu siapa?" Tanya mama Kania terbata-bata. Dia sedikit takut melihat wajah dari pemuda tampan itu sudah berubah menjadi semakin tampan dengan luka-luka di wajahnya hingga babak belur. 🙈


"Aldi! Bisa jelaskan semua ini?" Tanya papa Justin bersuara dingin seraya menatap tajam putra sulungnya yang baru datang menggandeng seorang wanita.


"Oh come on, pa. Aldi hanya ingin bermain-main dengan dia. Lagian si OB tengil itu tidak akan menuntut mama hanya karena dipukul menggunakan sapu. Karena ini merupakan bagian dari pekerjaannya." Jelas Aldi santai tanpa raut wajah bersalah sedikitpun.


"Apa maksudmu?" Tanya papa Justin semakin tidak mengerti perkataan putra nya. "siapa yang kau bilang OB?" Lanjutnya lagi.


"Laki-laki yang baru saja dipukul mama adalah seorang OB di salah rumah sakit. Aku sengaja membawanya kesini karena aku tahu kebiasaan mama saat marah pasti akan memukul ku."

__ADS_1


"Jadi, ya sudah. Aku kasih tawaran sama si tengil itu agar ikut kesini dan dia mengiyakan saja penawaran ku dan sudah ku kasih bonus. Jadi mama tidak perlu khawatir dia akan menuntut mama." Jelas Aldi. Dia memang sudah memperkirakan kalau sang mama akan memukulinya.


Otak cerdik nya langsung bekerja saat mengingat si OB tengil itu, dia memberikan penawaran pada pemuda itu. Aldi memintanya untuk menggantikan posisinya sebagai Aldi hanya beberapa menit, dan dia akan mendapatkan bonus sebesar 3 juta rupiah.


Si OB tengil itu langsung mengiyakan permintaan Aldi, dia mengira akan menggantikan Aldi yang posisi nya sebagai CEO lalu duduk di kursi kebesaran seperti Boss. Bahkan baju yang dikenakan Aldi pun sudah dilepas lalu diberikan kepadanya untuk dipakai beserta jam mahal milik Aldi pun dia berikan pada OB itu.


Pria yang berprofesi sebagai OB itu benar-benar sudah membayangkan akan menggantikan Aldi sebagai bos besar. Tetapi perkiraannya salah, karena dia justru mendapatkan serangan mendadak hingga tak bisa melawan.


Dan hal itu tentu saja memberikan kesenangan tersendiri bagi Aldi, akhirnya dia bisa terhindar dari amukan sang mama serta membalas dendam pada OB tengil itu yang seringkali mengerjainya. Ibarat kata sekali dayung dua pulau terlampaui batin Aldi.


"Tapi bos tidak menjelaskan kalau aku akan dipukuli seperti ini!" OB itu melayangkan protes dengan bersungut-sungut. Dia sangat tidak terima karena ternyata dia dikadali oleh Aldi.


Matanya menatap sengit Aldi karena telah mengerjai nya. Tubuhnya benar-benar merasa tidak nyaman karena merasa ngilu akibat pukulan dari gagang sapu itu.


"Dasar anak nakal! anak durhaka! Mama tidak menyangka kau akan sekejam ini pada orang." Kata mama Kania dengan menggebu-gebu setelah tersadar dari rasa shock nya.


"KAMU_"


"sudah-sudah, ma. Sabar, jangan diteruskan lagi. Sejak tadi mama sudah marah-marah nanti gula darahnya naik." Kata papa Justin mengingatkan. Tangan papa Justin mengelus bahu istrinya yang berdiri disebelahnya. Karena bila diteruskan maka perdebatan antara mama dan anak yang sama-sama keras kepala ini tak akan berkesudahan.


Mama Kania hanya bisa mendengus kesal sembari menatap sengit anaknya, mau tak mau dia menghentikan perkataannya jika sudah diperintah oleh sang suami.


Sebenernya papa Justin juga sangat kesal pada putra sulungnya karena menikah diam-diam. Oleh karena itu, dia ingin segera membahas ke hal itu saja dari pada terlalu lama melihat drama amukan sang mama.

__ADS_1


"Sekarang lebih baik kita masuk dan duduk di sofa. Papa ingin membahas sesuatu padamu." Perintah papa menatap Aldi dengan intens.


"Dan kamu, obati dulu lukamu. Biar dibantu pelayan." Kata papa Justin dengan nada pada si OB tengil. Lalu memanggil salah satu pelayan untuk membantu OB mengobati lukanya.


Mama Kania serta anak menantu nya menuruti permintaan sang papa.


Adrian terlihat menggandeng Alexa untuk duduk di kursi ruang tamu lalu diikuti papa Justin dan mama Kania. Dan terakhir Aldi yang terus menggandeng erat Rania karena istrinya ini terlihat sangat gusar mengahadap pada mertuanya untuk pertama kali.


"Aldi, Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya papa Justin pada Aldi untuk membuka pembicaraan setelah semuanya berkumpul di ruang keluarga.


"Aku sudah menikah dengan Rania, pa." Jawab Aldi singkat.


"Papa tahu. Tetapi, kenapa kau menikah mendadak seperti ini? Bahkan kau tak memberi kabar pada papa dan mama. Apa kau benar-benar tidak menanggap kami sebagai orang tua mu? Atau ada masalah lain?" Tanya papa Justin mengeluarkan beberapa pertanyaan yang terus saja mengganggu pikirannya setelah mendengar berita perniagaan anaknya.


"Karena aku mencintainya, pa." Jawab Aldi masih bersikap tenang seperti biasa meski mendapat kan tatapan tajam dari sang papa.


Sedangkan Rania hanya bisa menunduk sembari meremat tangan nya kuat-kuat. Dia benar-benar takut saat ini karena merasa seperti sedang duduk di ruang persidangan.


"Bukan jawaban itu yang papa inginkan!" Seru papa Justin. dia mulai kehilangan kesabaran mengahadapi putra sulungnya.


Aldi menghela nafas panjang, sepertinya dia memang harus mengatakan yang sebenarnya. Dia tidak ada punya pilihan lain dari pada dianggap durhaka oleh papa dan mama karena menikah tidak meminta restu nya.


"Apakah papa ingat waktu awal-awal pernikahan Adrian?" Tanya Aldi menatap intens papa Justin sembari menunggu jawaban nya.

__ADS_1


"Ya, papa ingat." Sahut sang papa setelah berpikir beberapa saat karena menurutnya tak ada hubungannya dengan pertanyaan papa Justin tadi namun tak urung memberikan Jawaban.


"Saat itu Aldi ikut tinggal di mansion Adrian. Aku pikir tinggal di sana adalah pilihan yang tepat dar pada tinggal sendiri disini dan merasa kesepian. Tapi..."


__ADS_2