
Pagi hari nya Alexa sudah rapi dengan pakaian rumahan, ia segera keluar kamar menuju dapur.
Saat sedang konsentrasi dengan alat dapur nya, tiba-tiba di kagetkan dengan sepasang tangan yang melingkar di perut.
Awalnya Alexa kaget dan sedikit terlonjak, namun dengan cepat ia bisa mengendalikan diri dan membiarkan tangan Adrian membelit perut nya.
"Masak apa? serius banget sampai nggak lihat aku kesini?" Bisik Adrian tepat di telinga Alexa hingga membuat wanita itu menahan geli.
"Masak sandwich kesukaan mu." Sahut Alexa sembari menampilkan senyum dengan kepala sedikit menengadah ke arah Adrian.
Dagu Adrian sengaja ia sandarkan di pundak Alexa hingga membuat wanita itu sedikit sulit untuk bergerak.
"Berat Adrian, kamu tunggu di kursi aja ya," Pinta Alexa.
"Biarkan seperti ini sayang, aku sangat nyaman." Kata Adrian sembari menghirup dalam-dalam rambut Alex yang begitu wangi menurut nya.
"Itu sih nyaman di kamu tapi nggak di aku," Sahut Alexa sembari mengerucutkan bibir nya.
__ADS_1
Alexa tidak bohong, ia memang kesulitan bergerak saat tubuh Adrian terus menempel pada nya seperti cicak.
"Ya udah iya, aku duduk disana." Kata Adrian sedikit memberengut membuat nya terlihat menggemaskan, diam-diam Alexa tersenyum dalam hati saat melihat ekspresi Adrian yang terlihat begitu lucu.
"Tapi berikan aku morning kiss dulu sayang," Kata Adrian sembari menaik turun kan alis nya.
Alexa membulat kan pupil mata nya saat mendengar permintaan Adrian, "Gak ada morning kiss, nanti kamu khilaf!" Kata Alexa memasang wajah garang nya.
"Yakin nih, cuma aku yang takut khilaf? kamu enggak sayang?" Adrian tersenyum menggoda pada Alexa hingga berhasil membuat wajah Alexa merona karena malu.
Memang benar kata Adrian, bukan hanya dirinya yang akan khilaf, tapi Alexa juga bisa khilaf jika kedua nya sudah sama-sama terbakar suasana.
Alexa tidak akan mengulangi kesalahan nya dulu yang dengan mudah menyerahkan diri nya pada laki-laki, ia akan memperbaiki diri untuk menjadi wanita yang lebih baik.
Berharap Tuhan akan mengampuni nya meski dulu ia sudah banyak melakukan dosa.
"Hanya ciumm di pipi sayang ...," Tawar Adrian dengan wajah memelas.
__ADS_1
"Gak ada cium-cium!!" Kata Alexa memasang wajah garang namun justru terlihat sangat lucu di mata Adrian.
"Ya ampun sayang, galak banget sih," Sahut Adrian pura-pura takut dengan ekspresi Alexa.
"Sudah sana, cepetan duduk. Nanti masakan ku nggak selesai-selesai." Sahut Alexa sedikit kesal dengan Adrian.
"Ya udah iya, jangan ngambek dong." Setelah mengatakan itu Adrian langsung mencuri ciumaan di pipi Alexa kemudian berlari terbirit-birit untuk menjauh dari jangkauan wanita itu.
"Adrian!!!" Teriak Alexa menggelegar di ruangan itu saat merasakan wajah nya basah karena sepasang benda kenyal milik Adrian menempel tepat di pipi kiri nya.
"Hahaha ... makasih sayang kisss nya, bikin aku semangat." Bukan nya duduk di kursi, tapi Adrian justru keluar dapur untuk menghindari amukan dari wanita yang di cintai nya.
"Awas kamu ya!!" Alexa yang tidak terima ikut mengejar Adrian sembari menggenggam spatula untuk memukul Adrian, akhirnya kedua manusia itu kejar-kejaran seperti anak kecil.
...💙💙💙...
...TBC...
__ADS_1
See you next chapter 👋😉