Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Salah Alamat


__ADS_3

"HAAAA...???"


"maksud kamu apa, sayang?" Tanya Adrian sekali lagi. Dia seperti orang bodoh mendengar perkataan aneh istri nya.


"Maksud Kamu apa??!! Kamu tega banget menikah lagi!!! kamu sudah berjanji tidak menduakan aku!! Kamu berjanji akan selalu bersama ku di set_"


"Siapa yang menikah lagi??" Tanya Adrian sembari menatap intens bola mata Alexa penuh selidik setelah berhasil menangkap kedua tangan istri nya agar tidak memukul-mukul nya kembali.


"Kamu bertanya siapa?? Bukan kah kamu baru saja menikah dengan wanita itu??" Tanya Alexa sembari mengelap ingus nya menggunakan ujung jas Adrian, sedangkan satu tangan nya ia gunakan untuk menunjuk wajah Rania yang saat ini juga sedang menatap nya.


Bukan hanya Rania yang menatap ke arah mereka, Bahkan semua orang pun menatap ke arah mereka seperti sebuah pementasan drama.


"Mak_maksud kamu aku baru saja menikah dengan wanita itu?" Tanya Adrian memastikan agar tak salah dengan maksud istri nya.


"Pfffttt ... HAHAHAHA!!!"


Alexa mengangguk sebagai jawaban. Dan seketika tawa di ruangan itu pecah, bahkan terdengar menggelar di ruangan itu.


Semua orang bahkan terlihat terpingkal-pingkal melihat anggukan Alexa.


Aldi bahkan sampai menggebrak meja di depan nya karena merasa tidak tahan dengan apa yang baru saha ia dengar.


Pak penghulu yang terlihat kalem dan berwajah datar pun tak bisa menahan tawa nya.


Angel, seorang laki-laki cantik yang lemah gemulai sampai memegangi perut nya yang terasa keram akibat kebanyakan tertawa.


Sedangkan Adrian hanya bisa manahan tawa nya setelah sadar baru saja menertawakan istri nya. Padahal dia sangat tidak tahan, ingin rasanya memukul-mukul tembok atau garuk-garuk tanah untuk meluapkan rasa kacau yang baru saja ia dengar dari perkataan konyol istri nya.


"HAHAHAHA ...!! KALO NGGAK TAHAN MENDING KETAWA AJA!! NGGAK USAH DI TAHAN OGEP! HAHAHAHA...!!" Tiba-tiba bang Aldi berteriak keras di sela-sela tawa nya pada Adrian yang melihat adik nya ingin sekali tertawa namun tidak bisa ia tahan.


"Nggak usah ngeledek deh, bang! Ini semua juga gara-gara lu yang ngasih informasi cuma setengah-setengah." Adrian sengaja mengalihkan suasana nya pada Aldi yang seakan-akan terlihat kesal supaya bisa menahan diri agar tidak kembali tertawa.

__ADS_1


Di sisi lain, memang apa yang di katakan nya itu benar. Apa yang terjadi kali ini gara-gara bang Aldi.


Jika saja bang Aldi memberikan keterangan yang jelas pasti Adrian tidak akan terburu-buru seperti ini sehingga tidak melupakan istri tercinta nya yang sedang tidur.


Maka dari itu, fiks! Adrian memutuskan semua kejadian ini adalah kesalahan bang Aldi!


"Kok gue?? Istri lo aja tuh yang gesrek! Kenapa nyalahin gue?!" Tanya bang Aldi terima.


Mata Adrian melotot sempurna mendengar kan istri nya dikatain gesrek. Padahal yang biasa nya gesrek adalah Abang nya sendiri.


"Enak aja, Lo! ngatain istri gue gesrek!! Istri gue bukan gesrek!! Tapi CIN TA MA TI sama gue maka nya gini!!" Kata nya sembari membusungkan dada lalu menepuk-nepuk dada nya dengan senyum jumawa.


"Cih! Istri gue juga cinta mati sama gu- auwwww auwww auwww sshh sakit sayang ..." Bang Aldi tidak meneruskan perkataan nya saat Rania mencubit oaha nya karena merasa geram dengan laki-laki yang baru saja menjadi suami nya.


"Diam." Bisik Rania penuh penekanan.


Bagai kerbau yang di cocok hidung nya, bang Aldi langsung diam mengangguk patuh pada istri nya.


Wanita itu terlihat salah paham dengan ada nya pernikahan ini.


Rania yang masih bisa berpikir lebih jernih di banding Alexa, sudah bisa menebak kalau saat ini Alexa salah paham bahwa suami nya baru saja menikahi nya.


Padahal Rania menikah dengan Aldi, bukan laki-laki yang baru datang.


Akhirnya Rania bisa bernafas lega, ketakutan yang tadi sempat singgah di hati nya kini berhasil di hilangkan.


Lalu perhatian mereka kembali beralih pada suami istri yang masih memerankan drama di acara pernikahan ini.


"Sayang, dengar kan aku." Adrian menangkup wajah Alexa dengan kedua tangan nya lalu mengahadap kan wajah nya agar bertatapan dengan nya.


"Kamu tahu dia wanita yang memakai pakaian pengantin?" Tanya Adrian sembari mengalihkan pandangan istri nya pada wanita cantik dengan riasan pengantin.

__ADS_1


Hati Alexa kembali mencelos, seketika air mata yang tadi mulai berhenti kini keluar lagi. Dia tak sanggup melihat wajah wanita cantik itu. Jika melihat saat ini, wajah Rania terlihat lebih cantik karena riasan pengantin itu. Berbeda dengan dirinya yang tidak menggunakan riasan apapun.


Rania sakit hati, dada nya sesak melihat madu nya lebih cantik dari nya. Pikir Alexa.🤧


Alexa kembali memalingkan muka, tak kuat menatap wajah istri kedua Adrian.


"Hei, kenapa menangis lagi?" Adrian mencoba memalingkan wajah nya agar kembali menatap nya. Adrian menghapus air mata yang terus mengalir di pipi nya, bahkan seakan-akan tak mau berhenti.


"Aku tidak sanggup melihat nya, Kenapa kamu mengkhianati ku?" Kata Alexa lirih. Tenaga nya sudah habis karena shock melihat tragedi ini.


"Hey, sayang. Kamu salah paham. Terima kasih karena sudah memberikan cinta pada ku yang begitu besar, sayang." Kata Adrian lembut kemudian mencium kening istrinya, tangan nya tak berhenti mengelus kepala istri nya yang sedikit berkeringat.


Tak ingin membuat istri nya merasa malu, maka dia harus bicara sehalus mungkin bahkan mengucapkan kata terima kasih sebagai atas cinta yang di berikan istri nya dan memberi perhatian yang banyak.


Memang Adrian sudah memahami kondisi Alexa yang lebih sensitif dari biasa nya. Dia harus lebih bersabar untuk menghadapi nya, itu yang di sarankan dokter kandungan saat check up.


"Kamu tahu, laki-laki yang berada di samping wanita berbaju pengantin? Lihat lah, kamu pasti mengenal nya." Adrian kembali mengarahkan pandangan istri nya agar menghadap ke dua sejoli itu.


"Bang Aldi?" Kata Alexa sembari mengerutkan dahi saat melihat bang Aldi ada di samping wanita itu dan memakai jas serta peci seperti seorang mempelai pria.


Tak lama kemudian mata Alexa membulat sempurna, wajah nya memerah sempurna. Dia mengalihkan pandangan nya kepada suami nya lalu menatap intens seakan-akan meminta penjelasan.


Adrian menyambut tatapan itu dengan tersenyum hangat lalu mengangguk. Dia tahu kalau saat ini sudah mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


"Benar, sayang. Bang Aldi adalah suami dari wanita yang ada di sebelah nya." Kata Adrian sangat pengertian.


Dia tahu istri nya saat ini sedang malu bukan kepalang. Telah menuduh bahkan mengamuk di depan orang-orang namun tuduhan itu salah alamat.


"Kenapa kamu tidak memberitahu ku lebih dulu?" Tanya Alexa sembari menyembunyikan wajah nya di dada bidang suami nya.


Ia sama sekali tak berani menatap orang-orang yang tadi serempak menertawakan nya.

__ADS_1


__ADS_2