Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Mengancam Bunuh Diri


__ADS_3

"Adrian, a_ku setuju, kita menikah bessok." Alexa mencoba menghentikan Adrian yang akan berbuat lebih padanya.


"Terlambat, sayang." Kata Adrian dengan suara parau. Mata nya sudah di selimuti oleh kabut gairah.


Ia sudah tidak dapat berpikir jernih, yang ia inginkan hanyalah penyatuan dengan kekasih nya.


"Adrian, stop!!" Alexa mengentikan kegiatan Adrian yang ingin membuka kain berbentuk segitiga, satu-satunya kain yang menutupi tubuh nya saat ini karena pakaian yang lain sudah di hempaskan Adrian sejak tadi.


"Sayang ... " Mata Adrian menatap Alexa untuk meminta izin sekali lagi. Ia benar-benar sudah tidak kuat, mata nya menggelap berkabut gairah dan tak bisa menahan nya lagi.


Alexa antara kasihan dan tetap mempertahankan nya. Di satu sisi, ia ingin bisa menjaga sampai dia menikah, tapi di sisi lain ia sangat tidak tega yang melihat gairah Adrian sudah berada di puncak nya.


Akhirnya Alexa mulai menggerakkan kepala nya memberi tanda pada Adrian, ia menggeleng pelan sebagai pertanda bahwa ia tidak akan mengizinkan Adrian sebelum resmi menikah.


Adrian yang melihat jawaban Alexa mengusap wajah nya kasar, ia terlihat frustasi. Ingin sekali marah, tapi ini bukan sepenuhnya salah Alexa karena memang dirinya lah yang memulai, dan rencana nya hanya untuk menakut-nakuti Alexa agar wanita nya mau menikah besok.


Seharusnya ia tidak marah, bukan kah tujuan nya hanya untuk menakut-nakuti Alexa? Dan sekarang berhasil, keinginan nya untuk menikah besok sudah di setujui Alexa.


Adrian beranjak dari tempat nya, ia berjalan keluar meninggalkan Alexa yang masih mengatur nafas nya seorang diri.


Brakk


Alexa terperanjat kaget, ia tidak menyangka Adrian akan semarah ini, ia menatap nanar pintu yang baru saja ditutup Adrian dengan kencang.


Adrian benar-benar frustasi saat ini. Tapi tidak seharusnya marah terhadap Alexa.


Entah apa yang akan di lakukan nya saat ini, yang jelas pikiran nya sedang kacau.


Bersamaan dengan itu, ponsel Adrian yang sejak tadi terletak di atas meja kebesaran nya tiba-tiba berdering.


"Halo."


"Tuan, Anda harus segera menuju ke kediaman Tuan Andreas. Liana mencoba melakukan percobaan bunuh diri. Di sana sudah banyak wartawan yang ingin bertemu dengan Anda. Liana menyebarkan berita tentang pembatalan sepihak pertunangan Anda." Jelas orang di seberang sana.


"Shittt!" Umpat Adrian. Ia semakin kesal dengan semua ini.


"Aku segera kesana." Kata Adrian.


Tutt

__ADS_1


Tangan nya mengepal menahan amarah. "Rupanya kau ingin bermain-main dengan ku Liana!" Geram Adrian.


Ia segera meraih kunci mobil dan berlalu dari ruangan.


Sedangkan Alexa yang baru saja keluar dari ruangan rahasia mengerutkan dahi nya saat melihat Adrian terburu-buru keluar.


"Ada urusan apa Adrian keluar?" Batin Alexa.


Alexa menggeleng-gelengkan kepala saat berpikiran buruk, ia tidak ingin berprasangka yang tidak-tidak. Meski begitu, Alexa tetap takut kalau Adrian yang saat ini sedang bergairah tinggi dan belum di tuntaskan akan nekad pergi mencari wanita lain yang bisa menuntaskan hasrat nya.


"Positif thinking Alexa, jangan pernah curiga pada Adrian. Adrian hanya mencintai mu." Gumam Alexa sembari menggelengkan kepala.


Alexa kembali melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda. Tetapi pikiran nya tidak konsentrasi, ia memikirkan Adrian yang pergi begitu saja tanpa pamit kepada nya.


Padahal biasanya, ia akan pamit pada nya meski hanya keluar dari ruangan.


Sedangkan di tempat lain, Adrian mengendarai kendaraan nya dengan kecepatan penuh. Baru saja ia mendapatkan pesan dari asisten pribadi nya kalau Liana menyebarkan berita bohong pada media.


Ia sangat tidak menyangka kalau Liana menyebarkan berita kehamilan pada media. Ia menunjukkan bukti-bukti palsu berupa foto USG dan tes pec.


Tidak hanya itu, ia mengancam akan bunuh diri jika Adrian tidak mau menikahi nya.


"Halo, Tuan." sapa orang di seberang sana.


"Siapkan semua bukti skandal Liana. Segera adakan konferensi pers dalam waktu dekat untuk mengklarifikasi berita ini!" Tegas Adrian penuh penekanan.


"Baik Tu_"


Tutt.


"Shitt ... Liana! berani-beraninya kau menyebarkan berita sampah ini!" Adrian sangat geram dengan kelakuan Liana. Tangan nya mengepal kuat, ingin sekali ia meninju kaca mobil nya, tapi tidak ia lakukan.


Seharusnya saat ini Adrian mengurusi pernikahan nya dengan Alexa. Tetapi karena ulah wanita ular itu semua nya hancur.


Ia tidak mungkin bisa menyiapkan pernikahan untuk besok, karena saat ini dirinya dan asisten pribadi nya sibuk mengurusi berita bohong yang di sebarkan Liana.


Saat ini mobil yang di kendarai Adrian sudah memasuki gerbang kediaman Andreas.


Benar apa yang di katakan asisten pribadi nya. Di depan rumah Tuan Andreas banyak sekali wartawan.

__ADS_1


Baru saja mobil nya memasuki pekarangan itu, beberapa wartawan sudah berhambur mengejar nya.


Ia benar-benar dalam posisi bingung karena datang seorang diri ternyata bukan lah pilihan yang tepat. Bagaimana bisa ia menghindari banyak nya wartawan yang sedang mengerubungi mobil nya jika tidak ada yang melindungi?


Adrian masih duduk di kursi sembari berpikir meski mobil nya sudah ia hentikan.


Setelah siap, Adrian membuka pintu mobil. Dan benar sekali dengan apa yang ada dipikirannya. Para wartawan langsung memberondong dirinya dengan berbagai macam pertanyaan.


Adrian hanya menanggapi dengan tatapan datar tanpa mau bicara sedikit pun.


Ia berusaha keluar dari kerumunan para wartawan.


Dengan cepat ia meleset ke dalam rumah setelah berhasil lolos dari kepungan para wartawan.


Baru saja ia membuka pintu langsung di suguhkan dengan pemandangan yang membuat nya sangat muak.


Liana sedang menangis dalam pelukan ibu nya yang bernama Cintya dengan kondisi tidak karuan. Beberapa kertas yang yakini hasil USG tercecer di lantai sekaligus satu buah tes pec.


"Puas kamu sudah menghamili anak saya??" Bentak Tuan Andreas saat melihat Adrian mendekat kearah nya.


Adrian hanya menanggapi dengan senyum sinis. "Ternyata ayah dan anak sama-sama pemain sandiwara yang handal." Adrian menatap muak pada keluarga yang ada di depan nya.


Bisa-bisa nya dulu ia menyetujui saat Liana meminta untuk bertunangan padanya. Dan akhirnya dirinya sendiri kah yang direpotkan atas perkara ini.


"Tidak perlu banyak drama. Karena sebentar lagi saya akan menunjukkan bukti-bukti pada media betapa Jallang nya anak Anda!" Tekan Adrian sembari menatap tajam ketiga orang di depan nya.


Tuan Andreas tersenyum mengejek pada Adrian. "Silahkan kalau memang kau memiliki bukti!"


"Silahkan saja jika kau memiliki bukti nya! Kami tunggu bukti-bukti yang kau ucapkan tadi." Tuan Andreas berbalik menatap sinis Adrian.


"Tapi jika apa yang kau katakan tidak terbukti, maka kau tidak akan bisa mengelak untuk menikahi putri saya!" Kata Tuan Andreas dengan senyum penuh kepuasan.


Sedangkan Adrian hanya mengepalkan tangan nya untuk menetralisir amarah nya. Ingin sekali rasanya memukul wajah pria tua itu hingga terjatuh dan tak bisa membuka mata. Sayang nya Adrian masih bisa berpikir, jika ia melakukan hal itu maka urusan nya akan semakin panjang.


...💙💙💙...


...TBC...


See you next chapter 👋🙂

__ADS_1


__ADS_2