Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Menyelidiki


__ADS_3

Mansion Adrian Romero


Terlihat sepasang suami istri saling memeluk tubuh pasangan masing-masing memberi kehangatan pada tiap pasangan nya.


Tubuh mereka sama-sama masih polos tanpa sehelai benang pun dengan beberapa tetesan keringat yang membanjiri tubuh kedua nya karena baru saja melakukan pelepasan setelah kegiatan panas mereka.


"Sayang ..." Panggil Adrian sembari menyeka keringat yang membanjiri pelipis Alexa. Dengan posisi saling memeluk tubuh istri nya. Nafas mereka mulai terdengar teratur setelah berselang beberapa saat mengakhiri permainan.


"Hm ... " Alexa hanya bergumam. Tubuh nya sudah sangat lemah karena sejak tadi dia yang bekerja lebih keras agar suami nya mendapatkan kepuasan dari nya.


"Tumben, Kenapa kamu agresif sekali?" Tanya Adrian sembari mengecup puncak kepala istrinya yang terasa lengket karena keringat.


Adrian merasa heran karena Alexa sekarang jauh lebih agresif dari biasa nya. Permainan panas yang baru saja mereka selesaikan lebih banyak di dominasi oleh istrinya.


"Apa kamu tidak suka?" Tanya Alexa sembari mendongak menatap wajah suaminya dengan tatapan sendu. Takut jika suami nya tidak menyukai nya.


"Bukan begitu sayang. Aku sangat menyukai kamu yang seagresif ini. Tapi aku merasa ada yang aneh. Tidak biasa nya kamu sangat bersemangat seperti ini." Kata Adrian mengungkapkan unek-unek di hati nya yang sejak tadi siang memenuhi pikiran nya.


Istri nya memang berubah karena hormon kehamilan, tapi rasanya seperti ada janggal dengan perubahan yang drastis menurut nya.


"Karena aku tidak ingin suamiku mencari kepuasan dengan wanita lain. Maka aku akan memberikan kepuasan untuk mu sampai tidak ada satu celah pun yang dijadikan kesempatan bagi wanita-wanita yang menginginkan suami ku." Kata Alexa dengan raut wajah tenang, namun suaranya terdengar bergetar serta seakan-akan tercekat di tenggorokan.


Bahkan Adrian yang mendengar nya pun ikut merasa nyeri hati nya. Dia tidak pernah menyangka istri nya akan berpikiran seperti ini.


"Sayang, kenapa kamu bicara seperti itu?" Tanya Adrian heran. Dia tidak tahu apa yang menyebabkan istri tercinta nya selalu mengatakan wanita lain di depan nya.


"Apa aku berbuat salah? Kalau iya, maka maafkanlah aku, sayang. Tapi sungguh, aku tidak tahu di mana letak salah ku." Kata Adrian sedikit panik saat melihat tatapan istri nya terlihat murung, dia tahu pasti ada yang mengganggu pikirannya.

__ADS_1


"Kamu tidak pernah salah, Adrian. Kamu tidak melakukan kesalahan apapun. Tapi wanita-wanita yang mengincar para suami orang itu sangat jahat. Aku takut, mereka akan melakukan segala cara untuk mendapatkan laki-laki seperti mu." Kata Alexa sendu.


Memang itu yang di takutkan nya. Dia sangat percaya pada suami nya, tapi Alexa tidak akan pernah percaya pada para wanita murahaan di luar sana yang bisa melakukan segala cara agar bisa mendapatkan laki-laki mapan seperti Adrian.


"Jangan pernah berpikir seperti itu, sayang. Aku tidak akan pernah tergoda oleh wanita mana pun. Aku hanya mencintai mu. Percaya lah pada ku, Aku hanya milikmu, hati ku maupun raga ku. Jadi jangan pernah berpikiran buruk lagi, oke?" Kata Adrian sembari mengelus lembut pipi Alexa.


Dia tidak ingin wanita nya terus berpikiran seperti itu.


"Memang nya apa yang membuat mu berpikiran seperti itu? Apa ada yang mengatakan nya pada mu?" Tanya Adrian menatap lekat wajah istri nya.


Alexa tidak menjawab, dia tampak sungkan menceritakan kejadian tempo lalu saat di mall.


"Apa ada sesuatu yang aku lewatkan?" Tanya nya lagi penuh selidik.


Alexa seperti nya memang enggan membuka suara. Dia lebih memilih menelusup kan wajah nya ke dada bidang suami nya yang belum mengenakan baju. Dia ingin menghindari tatapan suami nya yang menatap nya penuh selidik.


Dia masih ingat dengan jelas bagaimana wanita itu begitu memuja keperkasaan suami nya, dia mengatakan Adrian sangat berbeda dari yang lain, ukuran nya yang lebih besar dari para laki-laki lain serta memiliki tahi lalat di batang nya sebelah kiri, dan itu memang kenyataan, milik Adrian memang memiliki tahi lalat di sana.


Semua yang di katakan wanita itu sangat benar, Adrian bisa kuat melakukan permainan panas hingga berhari-hari lama nya tanpa henti, dan itu juga yang pernah Adrian lakukan dengan nya.


tapi di sisi lain dia juga takut wanita itu akan masuk ke dalam kehidupan suami nya lagi tanpa sepengetahuan nya.


"Sayang, kau ingin jujur atau aku yang akan mencari tahu sendiri." Kata Adrian penuh penekanan.


Dia tidak suka dengan istri nya yang memendam masalah sendiri. Seharusnya Alexa berbicara jujur, agar Adrian bisa mengetahui apa yang telah terjadi pada istri nya.


Adrian menghela nafas berat saat melihat istri nya pura-pura tidur.

__ADS_1


"Baiklah, kalau kau tidak ingin mengatakan nya maka aku yang akan menyelidiki sendiri." Kata Adrian penuh penekanan.


Adrian tidak main-main dengan perkataan nya. Dia akan menyelidiki lebih lanjut tentang apa yang telah di lewatkan Adrian pada istri nya.


Padahal dia sudah menyuruh beberapa orang untuk memberikan pengawasan pada istri nya tanpa sepengetahuan Alexa. Takut bila sewaktu-waktu musuh Adrian menyerang nya. Maka dia harus waspada setiap saat.


Tapi sepertinya orang-orang suruhan nya itu tidak becus melindungi istri nya hingga mereka melewatkan satu kejadian yang juga belum di ketahui Adrian.


"Istirahat lah, Sayang. Aku keluar sebentar." Adrian mengecup kening istrinya lalu beranjak dari tempat tidur.


Dia meraih boxer nya yang masih tergeletak di lantai untuk menutupi timun suri nya. Lalu memunguti baju-baju yang berserakan di lantai kemudian di masukkan ke dalam keranjang kotor.


Tak berselang lama, Adrian meraih ponsel nya di atas nakas lalu membuka pintu balkon kamar.


Terlihat sedang mencari nomor ponsel lalu menekan panggilan. Tak berselang lama panggilan itu terhubung.


"Cari tahu semua apa saja kegiatan istri ku satu bulan belakangan ini. Dan laporkan pada ku besok pagi. Ingat! Jangan sampai ada informasi yang terlewat sedetik pun." Kata Adrian pada orang di seberang sana penuh penekanan.


Tanpa menunggu jawaban dari orang di seberang sana, Adrian lebih dulu menutup panggilan itu secara sepihak.


Lalu masukkan ponsel nya ke sisi saku boxer nya.


Adrian terlihat menyugar rambut nya frustasi. Tak tahu apalagi yang akan terjadi pada rumah tangga nya.


Tapi dia merasa saat ini sedang ada musuh yang ingin mencoba menghancurkan Adrian.


Untuk itu dia harus waspada dan siap dengan semua yang akan terjadi nanti nya.

__ADS_1


Dia tidak akan memberikan celah sedikit pun bagi musuh untuk menghancurkan dirinya dan keluarga nya.


__ADS_2