Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Bertemu Frans


__ADS_3

Adrian berjalan tergesa-gesa keluar karena apa yang ia lihat tidak sesuai bayangan nya.


Adrian mengira kalau Liana benar-benar sedang mencoba bunuh diri. Tetapi yang ia lihat hanya sedang menangis dalam pelukan mama nya.


Adrian memutuskan untuk yg tidak kembali ke kantor. Selain karena waktu nya sudah sore, ia juga ingin mengurus perkara nya dengan Liana agar cepat selesai.


Beberapa menit berlalu, Adrian sampai di apartemen nya. Ia segera menuju unit miliknya. Setelah sampai di dalam apartemen, Adrian mulai mengecek video-video yang pernah ia dapatkan dari sang asisten.


Adrian mengerutkan dahi, saat scroll sudah ia gulirkan ke atas dan ke bawah tetapi tidak juga menemukan video itu.


"Apa aku menyimpan nya di file lain ya?" Gumam Adrian sendiri.


Ia terus mengutak-atik laptop nya untuk mencari video itu. Hingga tak terasa waktu menjelang malam. Sudah pukul setengah tujuh malam, tetapi ia belum kunjung mendapatkan video itu.


Adrian meraih ponsel nya. "Halo, Kirim kan video skandal Liana kepada ku. Aku sudah mencari di laptop ku tetapi tidak ada." Perintah Adrian pada orang di seberang sana.


"Baik, Tuan."


Tutt.


Adrian menghela nafas nya berat. Gara-gara mengurusi masalah nya dengan Liana ia jadi lupa makan. Siang tadi ia tak sempat makan karena banyak yang harus di urus. Dan sekarang ia sangat kelaparan.


Adrian mengambil ponsel nya kembali yang baru saja ia letakkan, kemudian memencet aplikasi delivery online untuk memesan makan malam.


Jika ada Alexa di sini, pasti Adrian tidak perlu repot-repot memesan delivery karena pasti akan di masakan wanita nya.


Ngomong-ngomong tentang Alexa, Adrian baru ingat kalau sejak tadi siang ia belum menghubungi wanita nya.


Bahkan tadi ia tidak sempat memberi tahu Alexa atas pergi nya dari kantor. Ah ... Adrian merasa sangat bersalah, ia mengusap wajah nya kasar.


"Maaf kan aku Alexa, sudah meninggalkan mu sendiri di kantor." Adrian mencoba menghubungi Alexa, tetapi tak kunjung di angkat.

__ADS_1


Sepertinya ponsel Alexa tidak aktif karena panggilan itu hanya ada tulisan menghubungi tetapi tidak berdering.


Adrian meletakkan ponsel nya kembali. Ia memijit pelipis nya yang terasa pening, tubuh nya ia sandarkan ke sofa. Ia tak tahu harus melakukan apa jika bukti skandal Liana tidak ketemu.


Sedangkan di tempat lain, seorang wanita sibuk merias diri. Ia ingin segera bertemu dengan kekasih nya yang sejak tadi siang tidak lagi bertemu setelah pergi begitu saja tanpa berkata apapun padanya.


"Maafkan aku Adrian, kamu pasti marah karena aku tidak memberikan hal yang kamu inginkan tadi. Tapi aku akan segera memberikannya kalau kita sudah menjadi suami istri." Alexa bergumam sendiri di depan cermin.


Mata nya tak lepas dari benda yang dapat memantulkan bentuk tubuh nya. Ia miringkan tubuh nya kemudian melihat penampilan nya dari atas hingga bawah, depan dan belakang nya melalui kaca cermin, berharap tidak ada kekurangan sedikit pun.


Ia sudah memutuskan untuk menemui Adrian karena sejak tadi siang Adrian belum juga menghubungi nya.


Setelah penampilan nya rapi, ia meraih tas sling bag nya kemudian mengambil ponsel yang ada di atas nakas untuk memasukkan ke dalam tas. "Yah ... ternyata baterai nya lowbat, pantesan sejak tadi tidak mendengar ada pesan masuk atau panggilan dari Adrian."


"Aduh Alexa, kenapa kamu ceroboh sekali! pasti Adrian sudah menghubungi mu berulang kali." Alexa menepuk-nepuk kepala nya sendiri. Ia sangat menyesal sejak tadi tidak mengecek ponsel nya.


"Lebih baik aku charger saja. Aku tidak perlu membawa hp, lagian mana mungkin aku main hp saat bersama Adrian?" Lagi-lagi Alexa bergumam sendiri sembari menyunggingkan senyum.


Ia kemudian berjalan ke arah pintu setelah siap dengan semua nya, ia tidak sabar ingin segera bertemu dengan kekasih nya.


Ternyata yang tidak bisa jauh itu bukan hanya Adrian, sebenarnya Alexa pun merasa begitu.


Hanya saja Alexa lebih bisa mengontrol dan mengendalikan diri, sedangkan Adrian tidak sama sekali. Adrian bukan tipe orang yang suka basa-basi, jika ingin melakukan apapun maka akan ia lakukan meski itu melanggar dari aturan.


Saat keluar dari kamar, tiba-tiba ia melihat sosok laki-laki yang sangat di kenali Alexa.


"Frans??" Pekik Alexa saat melihat Frans seperti berancang-ancang ingin mendobrak pintu hotel.


Sontak Frans menatap ke arah nya, namun tak lama setelah nya ia terkesiap kaget saat melihat orang yang memanggil nya. "A_alexa?" Gumam Frans sedikit tergagap. Ia seperti orang yang sedang ketahuan mencuri. Tiba-tiba tubuh nya terjungkit seperti orang kaget.


"H_hai, Alexa. Apakabar mu? Kenapa kau terlihat semakin cantik?" Frans menatap tubuh Alexa dari atas sampai bawah seperti ingin menelanjangi nya.

__ADS_1


"Tentu aku sangat baik. Jauh lebih baik dari sebelumnya." Alexa tersenyum jumawa.


Apalagi saat melihat penampilan Frans yang terlihat buruk membuatnya sedikit iba namun menjadi suatu kesenangan tersendiri menyaksikan kesusahan yang di alami Frans.


Sedikit banyak nya Alexa tahu dengan apa yang dilakukan Adrian pada Frans. Meski Adrian tidak menceritakan nya, tapi Alexa wanita yang pintar. Ia bisa mengetahui apa yang dilakukan Adrian tanpa kekasih nya sendiri tak menceritakan nya


"Dan tentu sekarang aku lebih cantik karena tiap hari pekerjaan ku hanya merawat tubuh. Tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang membuatku kelelahan dan membuat kulit ku keriput!" Sarkas nya.


Ia masih mengingat semua penghinaan Frans yang mencemooh dirinya, menganggap Alexa adalah wanita Jallang yang sudah sering di masuki lubang nya oleh siapapun.


Sedangkan Frans hanya tersenyum kecut, dia mengakui kalau saat ini dirinya sudah kalah jika dibandingkan dengan Alexa.


Kehidupan Alexa terlihat sangat baik, sangat jauh berbeda saat mereka masih bersama.


"Ya, itu memang benar." Kata Frans dengan mata sendu nya. Entah apa yang dipikirkan Frans saat ini, yang jelas ia merasa tidak rela Alexa sudah jatuh ke pelukan orang lain.


Padahal saat masih bersama, Frans sudah merasa bosan bersama Alexa. Maka ia memutuskan untuk meninggalkan Alexa demi wanita-wanita nya yang lain.


Namun sayangnya, wanita-wanita nya perlahan pergi dari nya setelah mengetahui dia tidak memiliki uang.


"Oh iya, sedang apa kau disini? Kenapa seperti ingin mendobrak pintu itu?" Tanya Alexa sedikit penasaran.


Frans langsung memasang wajah cool nya. "Tidak! Mana mungkin aku mendobrak pintu? Aku hanya sedang melihat-lihat di sini saja."


"Oohh ... " Alexa hanya membulatkan bibir, Kemudian bersiap berlalu dari sana. "Kalau begitu, aku pergi dulu." Pamit Alexa, kemudian berlalu dari sana tanpa menunggu jawaban Frans.


Sedangkan Frans menatap sendu punggung Alexa yang semakin lama semakin menjauh. Dia benar-benar bodoh telah melepaskan wanita sebaik mantan istri nya. Tapi mau bagaimana lagi? menyesal tidak akan mengembalikan Alexa untuk kembali dalam hidup nya.


...💙💙💙...


...TBC...

__ADS_1


See you next chapter 👋🙂


__ADS_2