Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Menghilangkan Penat


__ADS_3

Saat berada di lantai bawah, Damian dengan sigap ikut membantu menopang tubuh kekar Tuan Frans.


Para security terpaksa memukul di titik kesadaran Tuan Frans karena hanya itu lah satu-satunya cara untuk menghentikan Tuan Frans agar tidak lepas kendali.


"Cepat! bantu aku!!" Seru Damian, saat dirinya membantu menopang tubuh Frans yang berada di dekapan salah satu security, tapi justru security itu melepaskan tubuh Frans. Alhasil, Damian kuwalahan menopang tubuh Frans yang sangat berat.


"Udah dibantu! malah di lepasin gitu aja!!" Seru Damian menggebu-gebu. Niatnya ingin membantu sang security yang keberatan membawa tubuh Tuanya, tapi yang di bantu malah melepaskan begitu saja.


"Iy_ya Tuan." Sang security mengangguk, menunduk takut pada Damian kemudian ikut membawa tubuh berat Tuan Frans ke sofa yang ada di dekatnya.


"Hah ... " Desaah Damian setelah selesai membaringkan tubuh Tuan Frans sampai membuatnya berkeringat.


Ia tak menyangka, ternyata tubuh lelaki kekar seperti nya sangat berat hingga membutuhkan banyak tenaga, padahal sudah dibantu dua orang saat membopong nya.


"Menyusahkan saja!" Gerutu Damian yang tidak didengar oleh siapapun.


Damian berlalu dari sana karena masih banyak yang harus dia urus selain mengurusi boss nya yang bertubuh big itu. Ah, lebih tepatnya kekar dan berotot.


Tak berapa lama kemudian Frans mulai tersadar kembali, ia mengerjapkan mata, melihat ke kanan ke kiri, ia melihat sekeliling ruangan yang menurutnya tidak asing.


Ia mulai mengingat kepingan-kepingan kejadian demi kejadian yang baru saja ia alami. "Adrian." Kata pertama kali yang keluar saat dirinya berhasil tersadar.


"Adrian! Aku akan membalas semua nya!" Frans bangkit dari tempat tidurnya di ruangan miliknya.


Tadi, setelah ruangan nya sudah selesai dibersihkan. Beberapa karyawan membantu Frans di pindahkan ke ruangannya kemudian memberikan minyak angin pada hidung nya untuk membantu memulihkan kesadaran.


"Tenang tuan, jangan bersikap gegabah. Jika Anda melakukan semuanya tanpa pikir panjang, maka akibatnya akan semakin buruk."


Tuan Frans tampak merenung, mencerna semua perkataan asisten pribadi nya.


"Benar apa yang dikatakan Damian, aku harus bertindak menggunakan kepala dingin. Tunggu pembalasan ku Adrian! Aku akan membuat mu hancur, bahkan lebih hancur dari apa yang aku alami saat ini!" Gumam Frans dalam hati. Tangan nya mengepal kuat hingga buku-buku jarinya tampak pucat tak teraliri darah.


Frans menarik nafas dalam untuk menetralkan detak jantung nya yang semakin tidak konsisten, mungkin jika terus menerus seperti ini maka dirinya bisa mati ditempat akibat darah tinggi.

__ADS_1


Tiba-tiba seringai tipis muncul dibibir nya. "Aku akan membuat mu kehilangan semua kebahagiaan mu, Adrian!" Persis seperti devil yang kesurupan. (hah🙄)


"Damian, selidiki siapa yang telah memanipulasi tanda tangan ku di surat pengalihan saham!" Tekan Tuan Frans penuh perintah.


"Baik, Tuan." Damian membungkuk hormat, kemudian berjalan keluar tanpa takut tuan nya kesurupan. Karena semenjak tadi, Damian tidak berani meninggalkan Tuan Frans, takut bila tiba-tiba siuman langsung memberontak dan bertingkah gegabah.


Maka dari itu, dengan setia Damian menemani Tuan nya sampai dia siuman.


Setelah Damian keluar dari ruangan, Frans tampak memijit pelipisnya yang terasa pusing.


Dengan segera, ia meraih ponsel di dalam sakunya untuk mendapatkan obat pereda pusing nya.


"Sepertinya aku harus bersenang-senang dulu, untuk menghilangkan stres gara-gara Adrian sialann itu." Gumam Frans sembari mengotak-atik ponselnya.


Tak lama kemudian, ponsel itu berbunyi.


"Halo, sayang." Sapa Frans.


"Hm ... aku lelah. Aku butuh kamu untuk menghilangkan penat, Baby." Kata Frans yang terdengar seperti rengekan anak kecil.


"Tentu, Frans ... aku tahu cara menyenangkan mu. Dan aku akan membuatmu puas di bawah ku." Kata perempuan di seberang sana dengan nada menggoda.


"Ohh ... Jangan menggoda ku, Baby. Aku jadi tidak sabar ingin membuat mu menjerit di bawah kendali ku." Frans menyahuti perkataan perempuan itu dengan kembali menggoda nya.


"Ouh ... aku sudah tidak sabar merasakan nikmatnya dirimu, Frans ... " Perkataan perempuan itu terkesan mendayu-dayu di telinga Frans, membuat jiwa Frans semakin bersemangat untuk segera menyegarkan tubuhnya dengan cara menyemburkan lahar panas yang bersarang di bawah sana.


"Ahh ... Jangan menggoda ku terus, Baby. Sekarang kamu bersiaplah. Kamu ke hotel biasa, kita ketemu di sana." Frans sudah tidak sabar ingin melakukan penyatuan saat membayangkan tubuh molek wanita di seberang sana menari di atas tubuh nya.


"Baiklah, aku tutup dulu. Bye ..." Wanita itu mengakhiri panggilan nya. Sedangkan Frans langsung meraih kunci mobil dengan penuh semangat. Ia berjalan keluar dengan tergesa-gesa, sudah tidak sabar untuk segera merengkuh kenikmatan yang di berikan wanita itu.


Saat sampai di mobil, Frans segera menancapkan gas nya kemudian berlalu dari kawasan kantor untuk menuju hotel yang dituju dengan kecepatan penuh.


Di sepanjang perjalanan, Frans tidak mengingat sama sekali kejadian yang baru saja menimpanya karena yang dirinya ingat hanya lah wanita nya yang sedang menari di atas tubuh nya, memberi kenikmatan dalam permainan nya.

__ADS_1


Bahkan membayangkan saja bagian bawah sana sudah tegang, ingin segera memuntahkan lahar yang seharusnya di keluarkan.


Beberapa menit kemudian, Frans sampai di depan hotel yang di tuju.


Setelah memarkirkan mobilnya, dengan semangat 45 ia segera berjalan memasuki hotel.


Saat sampai di lobby, ia langsung menemukan wanita nya sedang menunggu dirinya di sofa yang ada di sana.


Frans melihat penampilan wanita nya dari atas hingga bawah yang terlihat begitu menggoda. Ia tampil menggunakan pakaian yang sangat seksi.


Frans menelan saliva nya dengan susah payah. Bagian bawah sana semakin dibuat meradang, dan ingin segera menyemburkan lahar nya.


"Ayo, Baby. Aku sudah tidak sabar lagi ingin segera memakan mu." Bisik Frans di telinga Laura dengan suara serak nya.


"Rupanya kamu sudah tidak sabar, Frans." Wanita yang bernama Laura itu semakin menggoda Frans dengan memainkan jari-jarinya di dada bidang Frans yang masih tertutup kemeja.


"Oh, ayolah. Jangan menggoda ku." Kata Frans sembari meraih pinggang Laura kemudian membawanya berlalu dari sana.


Satu tangan nya ia gunakan untuk meraba-raba tubuh depan wanita nya. Saat menemukan benda yang terlihat menonjol dan terasa kenyal, langsung ia mainkan.


Padahal mereka masih dalam kawasan umum, tapi kegilaan Frans yang sangat maniak membuat nya lupa terhadap apapun.


"Sshh ... Frans, jangan di mainkan disini." Desis Laura lirih. Ada rasa geli menggelayar di tubuhnya, seperti tersengat listrik.


"Aku sudah tidak sabar, Baby." Frans berjalan lebih cepat sembari mencengkeram pinggang wanita nya hingga seperti terseret karena langkah Frans yang begitu lebar.


"Ouh ... " Wanita itu kembali mendesaah saat Frans dengan tega memelintir ujung benda kenyal itu yang masih terbungkus pakaian tipis tanpa ada penghalang lagi yang saat ini ia kenakan. Bahkan ujung kecil itu sangat terlihat menempel di kain yang di gunakan nya.


...💙💙💙...


...TBC...


See you next chapter

__ADS_1


__ADS_2