
Adrian menyatukan kening nya pada kening Alexa. Keduanya menutup mata, saling menikmati setiap hembusan nafas yang mereka hirup.
Terasa begitu sejuk dan tenang, tidak ada rasa sesak sedikitpun dalam dadanya.
"Setelah ini, aku akan segera mempersiapkan pernikahan kita. Kita menikah besok pagi."
Alexa membulatkan mata mendengar penuturan Adrian. "Secepat itu??" Alexa menatap tak percaya wajah Adrian.
Bukan nya Alexa menolak, tapi ia tidak menyangka dengan kemauan Adrian yang terkesan sangat terburu-buru.
Padahal menyiapkan pernikahan bukan lah seperti menyiapkan tahu bulat, yang bisa di goreng dadakan.
Seharusnya rencana pernikahan setidaknya di persiapkan minimal satu bulan sebelum hari akad, tapi Adrian dengan tidak sabaran mempersiapkan pernikahan dalam waktu satu hari.
Astagaaa impian Alexa yang ingin mengadakan resepsi secara mewah di pastikan gagal total jika pernikahan nya besok pagi.
Ia menatap kesal Adrian. "Kamu pikir menikah itu seperti membuat tahu bulat yang bisa di goreng dadakan?" Suasana yang tadi nya romantis dan penuh haru hilang seketika berubah menjadi seram mencekam.
"Astaga Adrian! Demi bapak konghuan yang nggak akan pernah keluar dari kaleng nya! Kalo kita menikah besok, impian ku untuk mengadakan resepsi dihadiri semua teman-teman ku pasti gagal total!" Alexa mencebik kesal menatap sengit Adrian.
Sedangkan Adrian tidak bisa menahan tawa mendengar umpatan wanita nya. Baru saja tadi pagi ia membeli kue kaleng yang ada gambar laki-laki menempel di kaleng itu, kini menjadi korban sumpah serapah Alexa padahal tidak tahu apa-apa.
"Sayang, kamu lucu sekali." Adrian tak bisa menyembunyikan tawa nya saat ini. Apalagi melihat wajah wanita nya yang semakin cemberut membuat nya merasa semakin kesal pada Adrian.
"Apa kamu tidak ingin mengabulkan keinginan ku di masa lalu?" Alexa menatap sedih Adrian, ia tidak rela jika impian nya untuk mengadakan pesta indah dan semua orang di undang dalam pernikahan nya batal.
Ia akan merayu Adrian untuk mengabulkan yang satu ini.
Mungkin sekali saja menjadi wanita nakal untuk menggoda laki-laki nya tidak apa-apa. Ia akan melakukan sesuatu untuk bisa mencegah pernikahan yang ingin di adakan seperti tahu bulat.
"Kamu tenang saja, Aku akan melakukan yang terbaik untuk persiapan pernikahan kita." Kata Adrian serius.
"Tapi aku tidak mau kalau pernikahan nya besok. Aku ingin di tunda dulu." Kata Alexa cemberut.
"Apa kamu tidak senang jika segera menikah dengan ku?" Kata Adrian menatap manik mata Alexa.
"Bukan begitu, tapi aku tidak ingin kalau kita menyiapkan pernikahan dengan terburu-buru. Aku ingin mengundang semua teman-teman kita sewaktu SMA. Dulu aku pernah berjanji, jika bisa menikah dengan mu maka aku akan mengundang semua teman-teman SMA dan para guru." Tutur Alexa.
Jika tadi Alexa memandang Adrian dengan tatapan penuh cinta, kini berubah menjadi kesal.
__ADS_1
"Kamu meragukan kemampuan ku?" Tegas Adrian. Ia menatap lekat manik mata Alexa.
"Bukan meragukan! Tapi sesuatu yang di lakukan secara terburu-buru pasti hasilnya tidak maksimal." Alexa terlihat frustasi memberi penjelasan pada Adrian.
"Baiklah, kalau itu memang kemauan mu untuk menunda pernikahan. Tapi, jangan pernah menyesal kalau aku akan melakukan nya sebelum kita menjadi suami istri." Kata Adrian dengan senyum kepuasan. Ia yakin cara ini mampu membuat Alexa merubah pemikiran nya. Dan tentunya ia akan setuju untuk menikah besok.
"Lakukan saja jika kau berani!" Tantang Alexa. Matanya menatap remeh Adrian.
Adrian menyeringai tipis, dirinya tidak akan takut dengan Alexa. "Baiklah jika itu memang yang kau inginkan."
Glukk
Alexa menelan ludah nya kasar. Pada akhirnya dia tetap kalah mendebat seorang Adrian.
Ternyata ancaman nya tidak berpengaruh sama sekali oleh pria itu.
"Ayo, tunggu apalagi? Sebaiknya kita cicil mulai dari sekarang." Adrian tersenyum penuh kepuasan saat melihat kepanikan di wajah Alexa.
"Aaaaa ... "
Tiba-tiba tubuh nya di angkat Adrian ala koala.
Sungguh, dia merasa panik seperti akan segera di perkosaa oleh seorang yang tidak di kenal.
"Tentu, kita akan mencicil membuat baby, sayang. Bukan kah itu kemauan mu?" Bisik Adrian tepat di telinga sebelah kiri Alexa. Ia melangkahkan kaki menuju kamar pribadi yang tidak ada siapapun mengetahui nya.
Bibir nya terus menyeringai lebar saat melihat wanita nya sangat panik. Ia sangat puas mengerjai Alexa.
"Adrian! jangan gila! Lepaskan aku!" Alexa terus memberontak dalam gendongan Adrian.
klek
Adrian menekan tombol rahasia yang berada di balik rak buku kemudian terbukalah dinding di ruangan itu. Tampak lah sebuah ruangan yang begitu megah. Jika saja Alexa tidak sedang dalam keadaan panik pasti dirinya akan sangat mengagumi ruangan itu.
Sayang nya tidak ada waktu untuk menatap ruangan yang akan di masuki nya karena terlalu panik.
"Adr_"
Blek
__ADS_1
Alexa tidak jadi meneruskan perkataannya saat ia sudah memasuki ruangan dan secara otomatis pintu itu tertutup dengan sendirinya.
"Adrian, bawa aku keluar." Alexa semakin ketakutan dibuatnya.
Apalagi saat merasakan tubuh nya di baringkan di atas kasur yang berukuran king size. Setelah itu, tubuh Adrian ikut mengungkung wanita nya dengan kedua tangan nya menumpu di sisi kanan kiri tubuh Alexa.
"Benarkah kau tidak ingin menikah besok?" Kata Adrian yang terdengar bisikan sembari menatap lekat manik mata Alexa.
Alexa menggeleng cepat dengan wajah sudah memerah karena takut
"Baiklah, jika itu yang kamu mau. Tapi aku akan tetap melakukan tugas ku untuk membuatkan baby untuk mu."
"Tap_mmhh ... " Belum sempat Alexa menolak, bibir nya lebih dulu di bekap oleh bibir Adrian.
Adrian benar-benar tidak akan melepaskan Alexa. Ia meluumat bibir Alexa dengan rakus, tidak memberikan jeda sedikitpun pada Alexa hingga membuat wanita itu kuwalahan.
"Mmhh ... " Desaah Alexa tertahan saat tangan Adrian sudah menjalar kemana-mana sedangkan bibir nya masih saja di bekap oleh bibir seksi Adrian.
Tangan Adrian terus bekerja meremas benda kembar yang menjadi kesukaan nya dengan brutal hingga membuat Alexa benar-benar kuwalahan dan merasakan sensasi yang luar biasa.
"Mmhh ... " Alexa mulai kehabisan nafas, tapi bibir Adrian masih saja terus menyesaap nya.
Adrian menurunkan ciuman nya menuju leher saat mengetahui wanita nya sudah kehabisan nafas.
"Huh huh huh mmhh ... " Nafas Alexa tersengal-sengal namun juga mengeluarkan desaahan saat lidah Adrian bermain di ujung bukit kembar nya setelah berhasil membuka pakaian bagian atas nya.
"Mmhh ... Adrian, hen_tikkan .." Alexa rasanya tidak kuat dan merasakan ingin segera mengeluarkan sesuatu di bawah sana.
"Kau yang memilih nya, jangan meminta ku untuk menghentikan nya Alexa." Kata Adrian dengan suara serak nya, ia sudah sangat bergairah menatap tubuh setengah telanjaang Alexa.
Apalagi benda yang sejak tadi di sesaap nya terlihat begitu menantang.
"Adrian, a_ku mau menikah bessok."
...💙💙💙...
...TBC...
See you next chapter 👋🙂
__ADS_1