
"Kamu?!" Rania terkesiap saat melihat orang yang menyentuh bahu nya adalah laki-laki yang sudah merenggut kesucian nya.
Dengan segera, ia bangkit dari tempat duduk dan menyeret Aldi keluar dari ruangan karena tak ingin mengganggu ayah nya yang sedang istirahat.
"Untuk apa kamu kesini?!" Tanya Rania menatap laki-laki yang merenggut kesucian nya dengan penuh amarah.
Wajah nya memerah, terlihat sekali sedang mengontrol amarah yang sejak kemarin ingin ia lupakan pada laki-laki di hadapan nya.
"Rania, maafkan aku." Kata nya sendu. Aldi tak bisa berkata-kata lagi selain mengucapkan maaf seraya menunduk sedih.
Ekspresi wajah nya sangat menunjukkan bahwa Aldi memang sangat menyesali perbuatannya, tapi tidak dengan hati nya.
Meski Aldi mengatakan maaf tapi sebenarnya dia tidak pernah menyesal dengan perbuatan nya. Ia justru bersyukur karena dengan kejadian ini, akhirnya Aldi bertemu dengan gadis kriteria nya.
"Maaf mu tidak akan bisa mengembalikan kesucian ku." Gadis yang bernama Rania itu memalingkan wajah nya seakan enggan menatap laki-laki yang ada di hadapan nya.
"Iya, aku tahu. Semua kata maaf ku tak akan mengembalikan kesucian mu. Tapi izin kan aku untuk menebus kesalahan ku, Rania. Ayo kita menikah." Kata Aldi sungguh-sungguh. Tangan nya meraih kedua tangan gadis yang sudah menempati relung hati nya yang kosong.
"Aku tidak sudi menikah dengan laki-laki ba ji ngan seperti mu." Sarkas Rania sembari menatap sinis Aldi.
Dengan gerakan cepat Rania menyentak tangan nya agar terlepas dari genggaman Aldi.
Ia sangat tidak suka bagian tubuh nya kembali di sentuh laki-laki yang ada di hadapan nya ini.
"Ya, aku memang ba ji ngan. Tapi tolong izinkan laki-laki ba ji ngan ini untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya." Kata Aldi penuh harap. Tatapan mata nya terlihat sendu sembari menatap Rania dengan penuh harap.
Ia akan tetap membuat Rania nya menjadi bagian hidup nya. Sekali menyentuh, maka selamanya gadis itu akan terikat dengan nya.
Aldi sudah bertekad untuk mengikat Rania entah bagaimana pun cara nya. Sangat tidak rela jika Rania harus terlepas dari nya.
Terlebih wanita itu termasuk dalam kriteria calon istri idaman Aldi. Bukan dari golongan orang kaya, tapi bisa menjaga kehormatan nya. Dan Rania lah orang nya.
"Tapi aku tidak sudi menikah dengan pria yang sudah tidur dengan banyak wanita!" Sarkas Rania sembari menatap jijik.
__ADS_1
Memang ini lah yang Rania pikirkan, ia menganggap Aldi adalah pria brengsek seperti yang sering Rania temui di club.
Tidak tahu saja kalau Aldi juga kehilangan keperjakaan nya di malam itu. Dan itu artinya, Rania juga mengambil keperjakaan pria sengklek di hadapan nya.
"Tidak, Rania. Tidak! Aku tidak seperti yang kamu pikirkan." Dengan tegas Aldi membantah pemikiran yang ada di kepala gadis itu.
Aldi memaklumi kalau dia di anggap sebagai laki-laki yang suka tidur dengan banyak wanita karena memang kenyataan yang di lihat Rania dia sedang mencari wanita untuk menuntaskan has rat nya.
Tapi itu hanya setitik debu kehidupan Aldi yang di lihat Rania. Sedangkan kehidupan Aldi yang sebenarnya Rania belum mengetahui.
Sama hal nya dengan Aldi yang awalnya beranggapan bahwa Rania adalah wanita murah an dan sudah tidak suci lagi. Tapi kenyataan nya Rania masih bisa menjaga kesucian nya meski hidup di antara orang-orang kotor.
Memang, anggapan orang terkadang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Mereka hanya mengomentari sebagian kecil dari apa yang di lihat nya.
Maka dari itu, sangat di perlukan agar selalu ber positif thinking supaya tidak salah menduga dan pada akhir nya akan men-judge orang yang tidak bersalah. Hingga menimbulkan banyak perselisihan di antara sesama manusia.
"Rania, dengarkan ak_"
"Rania?" Terdengar suara panggilan orang dalam ruangan di depan Aldi dan Rania.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Aldi pun ikut masuk ke dalam ruangan menyusul Rania.
"Siapa dia, nak?" Tanya ayah Rania dengan suara lemah. Sangat terlihat kalau ayah Rania saat ini tidak baik-baik saja.
"Perkenalkan, nama saya Aldi. Pacar Rania." Sapa Aldi pada calon mertua dengan penuh percaya diri.
Kata-kata yang keluar dari mulut Aldi berhasil membuat gadis yang ada di samping nya mendelik tajam menatap ke arah Aldi.
"Kamu punya pacar, nak?" Tanya ayah Aldi penuh tanda tanya.
Karena selama ini Rania tak pernah mengatakan kalau dirinya memiliki pacar.
Lalu tiba-tiba saja, ada laki-laki tampan memperkenalkan diri sebagai pacar. Tentu ayah Rania sangat ingin meminta penjelasan dari sang anak.
__ADS_1
"Bu_bukan, ayah. Dia ini hanya orang gila yang tiba-tiba mengaku kenal Rania. Padahal bertemu saja tidak pernah." Jelas Rania sedikit gugup.
Apalagi saat melihat manik mata ayah nya menatap nya begitu intens membuat nya semakin takut, dan tak tahu harus mengatakan apa.
Ia takut ayah nya akan mengetahui kalau dia sudah kehilangan keperawanan oleh laki-laki di samping nya.
"Maafkan saya, pak. Sebenarnya saya dan Rania sudah berpacaran selama satu tahun, tapi saat ini Rania sedang marah pada saya karena kami berselisih pendapat. Jadi nya seperti ini." Jelas Aldi dengan sopan dan hati-hati menatap ayah Rania dengan tatapan sedih nya.
Hal itu membuat ayah Rania percaya dengan kata-kata bualan nya.
Sedangkan gadis yang ada di samping Aldi sudah mengepalkan kedua tangan nya, rasanya sangat ingin menonjok wajah tampan laki-laki ini yang sangat pandai memainkan drama.
Rania tidak menyangka, orang yang ada di samping nya ini bisa berbicara bohong dengan begitu lancar tanpa kegugupan.
Padahal tadi saja Rania mati-matian menahan suara nya agar tidak gugup saat mengatakan kebohongan pada ayahnya.
"Benarkah? Kenapa kamu tidak pernah bercerita pada ayah?" Saat ini ayah Rania kembali menatap anaknya dengan intens.
Ia ingin meminta penjelasan dari anaknya karena tidak pernah mengatakan kalau dia sudah memiliki kekasih.
"Ayah, semua yang di katak_"
"Begini, ayah. Rania memang sudah berencana untuk tidak mengatakan hubungan kami pada siapapun, termasuk pada ayah. Rania ingin memberi kejutan saat kami berdua siap untuk menikah." Potong Aldi. Ia tak mau Rania lebih dulu mengatakan yang sebenarnya karena nanti nya akan sangat merugikan Aldi.
Aldi sengaja memanggil nama pak Rudi dengan sebutan ayah untuk menarik simpatik ayah Rania.
"Kemarin saya meminta izin Rania untuk bertemu dengan ayah. Sayang nya Rania belum siap memperkenalkan saya pada ayah. Jadi nya kami berselisih paham."
Aldi membual dengan sangat sempurna, seperti nya ayah Aldi sangat percaya dengan ucapan manis Aldi. Terlihat dari gerakan ayah Rania yang menganggukkan kepala beberapa kali.
Sedangkan Rania semakin di buat meradang dengan perkataan Aldi yang sangat mengada-ada.
...💙💙💙...
__ADS_1
...TBC...
See you next chapter 👋😉