
Deg.
Detak jantung Adrian seakan berhenti, hati nya ikut merasakan perih melihat betapa pilu nya Alexa saat melihat keadaan tubuh nya yang dipenuhi bercak merah.
"Sayang, ini tidak seper_"
"Seperti yang ku bayangkan?" Potong Alexa yang langsung di angguki oleh Adrian.
"Aku tidak perduli dengan anggapan ku, entah itu benar atau salah. Bahkan aku tidak perduli dengan perbuatan mu yang memang baru saja bercintaa dengan wanita itu atau tidak_" Alexa menghentikan ucapan nya, ia memejamkan mata hingga air mata nya keluar dengan begitu deras.
"Yang jelas, aku akan melayani mu setelah bekas percintaan mu dengan wanita itu hilang." Lanjut nya, meski hati nya merasa sakit yang teramat, tapi ia harus kuat menghadapi nya.
Bohong jika Alexa tidak peduli dengan Adrian yang memang benar sudah bercintaa dengan wanita itu atau belum. Nyata nya hati nya tetap tidak rela, rasa dongkol dan amarah nya masih terus bersarang di lubuk hati nya.
Namun ia harus bisa mengendalikan dengan tenang, agar tak semakin membuat dirinya marah, emosi serta sakit hati.
"Tutup pintu kembali jika sudah keluar." Usir Alexa secara halus. Mata nya tak berani menatap Adrian karena pasti ia tidak akan tahan menahan air mata nya jika menatap pria yang sangat di cintai nya ternyata berhubungan dengan wanita lain.
Adrian menghela nafas nya berat. "Baiklah, maaf kan aku telah mengecewakan mu." Kata nya sendu. Sungguh ia tak pernah menginginkan kejadian seperti ini, tapi yang pasti Adrian akan segera mengungkap kebenaran nya.
Meski kaki itu terasa berat meninggalkan wanita yang baru saja berstatus sebagai istri, tapi ia harus menuruti permintaan wanita nya karena tidak ingin membuat nya semakin bersedih.
"Aku pergi dulu, jangan terlalu lama mandi nya. Ini sudah malam, kamu bisa sakit kalau kelamaan berendam." Tutur Adrian sebelum melangkah pergi yang tidak di respon sedikit pun oleh wanita nya.
Meski Alexa mendengar semua penuturan Adrian, namun ia masih enggan untuk membalas perkataan suami nya.
Blek
Sesuai perintah Alexa, Adrian benar-benar menutup pintu kamar mandi dengan sempurna. Saat ini di dalam kamar mandi hanya menyisakan satu orang wanita dengan kondisi yang mengenaskan.
Air mata nya yang sejak tadi berhasil ia tahan, kini di biarkan mengalir dengan begitu deras nya. Hati nya merasa pilu, ia tidak pernah menyangka malam pertama pernikahan yang seharusnya di warnai dengan kebahagiaan harus dinodai dengan tangisan air mata.
Meski dirinya mencoba menyangkal, namun hati nya tetap tidak sanggup. Dia seorang wanita biasa yang pasti nya bisa merasa cemburu dan terluka jika melihat dengan mata kepala nya sendiri seorang pria yang begitu ia puja sedang melakukan hubungan layaknya suami istri.
"Kenapa sakit sekali?" Lirih Alexa di bawah guyuran air shower sembari menepuk-nepuk dada bagian kiri nya yang terasa sakit dengan air mata yang terus mengalir di pipi.
"Apa aku harus percaya dengan semua bukti yang ku lihat? atau aku harus percaya dengan semua ucapan mu, Adrian??" Alexa terus bergumam sendiri tanpa menghentikan tangis nya. Ia begitu frustasi menghadapi keadaan ini.
__ADS_1
Sedangkan di kamar lain Adrian sudah selesai mandi, ia keluar sudah lengkap menggunakan pakaian santai. Hati nya merasa tidak tenang dengan situasi kali ini.
Ia berjalan keluar kamar kemudian membuka pintu kamar sebelah nya.
Cklek.
Dapat ia dengar suara gemercik air di dalam kamar mandi, itu artinya Alexa belum menyelesaikan mandi nya.
Ia mengambil benda pipih yang tadi sempat di tinggalkan di atas ranjang, dengan cekatan ia memencet salah satu nomor yang sejak tadi ingin ia hubungi.
"Bagaimana? Sudah dapat kah?" Tanya Adrian pada orang di seberang telepon.
" ... "
"Oke, kirim kepada ku sekarang! Aku sangat membutuhkan nya!"
Tutt.
Adrian mematikan panggilan secara sepihak, kemudian melempar kembali ponsel nya ke atas ranjang.
Ting
Dengan tidak sabaran Adrian meraih ponsel nya dan membuka pesan yang baru saja masuk.
Senyum mengembang mulai menghiasi wajah nya. Ia kembali percaya diri dengan keadaan yang menimpa nya.
Tap tap tap.
Adrian berjalan mendekat ke arah pintu, tanpa memberi tahu orang yang ada di dalam nya, ia langsung masuk begitu saja.
Senyum yang sejak tadi terbit di bibir tebal nya perlahan mulai luntur saat melihat wanita nya dalam kondisi mengenaskan.
Dengan langkah lebar Adrian berjalan mendekat ke arah Alexa, tanpa basa-basi Adrian langsung menggendong tubuh polos Alexa setelah menyelimuti menggunakan handuk karena terlihat menggigil.
"Kenapa kau keras kepala sekali? Sudah ku katakan, jangan percaya apapun dengan apa yang kau lihat. Karena itu bukanlah fakta sebenarnya." Tutur Adrian sembari melangkah menuju ranjang dengan Alexa yang berada dalam gendongan.
"Lalu aku harus percaya dengan perkataan dusta mu?" Sinis Alexa. Ia berkata dengan bibir bergetar karena seluruh tubuh nya menggigil.
__ADS_1
"Apa kau tidak percaya dengan cinta ku?" Kini Adrian menatap lekat mata sendu Alexa. Sedangkan Alexa hanya diam sembari memalingkan wajah, ia tak tahu harus menjawab apa.
Alexa memang merasakan cinta yang di berikan Adrian, namun bayangan-bayangan yang terus menghantuinya itu seakan menjadi penghalang untuk Alexa mempercayai cinta Adrian.
"Tidak masalah jika kau tidak percaya." Sahut Adrian setelah menghela nafas nya kasar saat melihat sorot mata Alexa tidak mempercayai nya.
"Tapi kamu harus melihat ini lebih dulu." Adrian mendudukkan tubuh Alexa di sisi ranjang kemudian tangan nya menunjukkan ponsel ke depan Alexa yang sejak tadi ia genggam.
Dengan berat Alexa menerima ponsel itu, kemudian mulai melihat isi nya.
Seketika wajah Alexa yang tadi terlihat begitu pilu, tiba-tiba kembali mengeluarkan air mata.
Setelah selesai melihat semua nya, Alexa menatap mata Adrian dengan tatapan sulit di artikan. Namun air mata itu masih saja menggenang di pelupuk mata nya seakan tidak ada habisnya.
"Dasar bodoh!! bodoh!! bodoh!! kau bodoh!!" Alexa tiba-tiba berteriak memukul-mukul dada Adrian sampai terdorong ke belakang dan akhirnya ia terlentang di atas ranjang.
Sedangkan posisi Alexa kini sudah berada di atas tubuh Adrian sembari terus memukul-mukul dada suami nya sesekali menjambak rambut nya, mata nya tak berhenti menangis.
"Asshh ..!" Ringis Adrian saat tidak sengaja Alexa memukul dahi Adrian dan terdapat bekas luka yang belum mengering dan bahkan kini kembali mengeluarkan darah.
"Ya ampun!! Kamu kenapa, Adrian??" Alexa terlihat sangat panik saat melihat dahi Adrian mengeluarkan cairan kental berwarna merah.
"Apa kau tidak mengingat nya?" Tanya Adrian sedikit jengkel. Sedangkan Alexa masih mencoba mengingat-ingat di mana suami nya mendapatkan luka itu.
Tiba-tiba mata Alexa membulat sempurna, ia baru teringat tadi siang ia sempat melempar sepatu heels nya dan mengenai tepat di dahi Adrian.
Glek
Alexa melihat tatapan Adrian sudah kembali berubah menyeramkan. "A_aku akan mengambilkan obat untuk mu." Alexa tersenyum canggung, ingin mencoba biasa saja tapi tetap saja merasa takut saat melihat tatapan itu.
Alexa mulai bangkit dari atas tubuh Adrian, tak tahu saja kalau satu tangan Adrian mencengkeram ujung handuk yang di kenakan Alexa hingga saat Alexa berdiri...
"Aaaaaa..!!"
...💙💙💙...
...TBC...
__ADS_1
See you next chapter 👋🙂