
Brakk
"Bang Aldi!!"
Semua orang terkesiap mendengar gebrakan pintu ruangan karena di dorong dengan keras.
Ayah Rudi pun tak kalah terkejut nya saat mendengar suara pintu di buka dengan keras.
"Huh huh huh." Adrian masih mengatur nafas nya yang terengah-engah karena merasa panik bercampur lelah.
Adrian merasa sangat lelah karena dia berlari menuju ruangan. Untung nya ruangan ayah Rudi ada di lantai satu, jadi Adrian tidak perlu naik turun tangga yang akan semakin membuat nya kelelahan.
"Apa yang terjadi dengan mu, bang?!" Tanya Adrian begitu penasaran saat melihat ternyata kakak nya baik-baik saja.
Ia mengernyitkan dahi saat melihat seorang perempuan berbalut kebaya dengan riasan tebal seperti seorang pengantin.
Di tambah ada penghulu di depan kakak nya membuat nya begitu penasaran serta ingin segera meminta penjelasan dari sang kakak apalagi sudah membuat nya hampir terkena serangan jantung.
"Bang, Lo masih hidup?? Lo baik-baik aja??" Tanya Adrian sembari mendekat ke arah nya.
Laki-laki yang di tanya seperti itu hanya diam, tak ada keinginan untuk menjawab sedikit pun.
"Jawab gue, bang?!! Sebenarnya adaapa ini??!" Adrian semakin penasaran saat semua orang yang ada di sana hanya memandang nya tanpa berniat menjawab.
"Lo nggak abis hamilin anak orang kan?!!" Tanya Adrian penuh selidik.
Sedangkan bang Aldi hanya bisa melotot tajam menatap adik nya sembari menelan saliva nya susah payah.
Sebagian yang di katakan adik nya memang benar walau pun tidak sampai tahap menghamili, tapi dia sudah memerwani seorang gadis.
Itu artinya apa yang di katakan Adrian benar.
"Ma_mana mungkin gue anak baik-baik menghamili anak orang?" Sanggah bang Aldi sedikit tergagap.
Dia benar-benar takut kalau rahasia nya yang berusaha ia tutupi segera terbongkar, dia tak ingin ayah Rania membenci nya.
__ADS_1
Biar lah orang mengatakan egois, tapi rasanya bang Aldi tidak ingin ayah Rudi yabg begitu baik pada nya tiba-tiba membenci nya karena tahu akan hal ini.
Sedangkan gadis yang berada di samping bang Aldi hanya bisa menunduk malu, dia merasa apa yang di katakan orang tadi adalah kebenaran. Jika Aldi tidak meniduri nya pasti pernikahan ini tidak akan terjadi, tiba-tiba hati nya sedikit mencelos mengingat hal ini.
Tapi dengan segera berusaha kendalikan agar tak semakin membuat dada nya sesak. Dia harus optimis bila pernikahan ini adalah yang terbaik.
Dia tidak akan ragu lagi, walau entah kedepan nya akan seperti apa, yang penting saat ini dia harus memantapkan hati untuk mengabulkan keinginan ayah nya.
"Apa sudah bisa kita mulai?" Tanya pak penghulu pada Aldi.
"Sudah, pak. Silahkan di mulai." Kata aldi semangat. Dia sudah sangat tidak sabar ingin segera menjadi suami dari gadis cantik di samping nya.
"Bismillahirrahmanirrahim, saya nikah kan dan_"
"Tunggu-tunggu! Bang gue belum maksud ini sebenarnya ada apa ya??" Tanya Adrian dengan ekspresi bodoh nya. Dia seperti orang linglung yang sedang tersesat di tengah keramaian namun tak tahu apapun.
Sedangkan Aldi hanya bisa mendesah kesal karena adik nya menghentikan acara ijab nya.
"Sudah lah, jangan banyak tanya! Lo duduk aja sini, dan lihat." Kata Aldi sedikit tak suka karena sudah terlalu lama menunda acara ijab qobul nya hanya karena menunggu adik laknat nya.
Padahal saat pertama kali melihat kakak nya dalam keadaan baik-baik saja, Adrian sempat berniat untuk memaki-maki kakak nya atau kalau bisa ingin memukul wajah sok tampan nya. Tetapi ia urungkan saat tahu kakak nya akan menikah entah karena paksaan atau memang dia menyukai gadis di samping nya.
Kemudian acara ijab kabul pun kembali di mulai.
Pak penghulu kembali menjabat tangan bang Aldi lalu mengucapkan kata bismillah setelah syahadat tiga kali.
Setelah itu berganti ucapan ijab yang kemudian di ikuti bang Aldi mengucap kabul.
Acara terasa begitu hikmat, semua orang serempak mendengar kan perkataan ijab kabul itu.
"Bagaimana saksi?!" Tanya pak penghulu kepada para saksi sekaligus orang yang hadir di sana setelah bang Aldi selesai mengucapkan kata-kata nya.
"SAH!!" Kata mereka serempak.
"Alhamdulillah..." Kata pak penghulu laku di ikuti dengan doa dan semua orang mengamini.
__ADS_1
"Sayang ..." Kata seorang wanita yang baru saja datang dengan suara lemah nya.
Air mata nya sudah berderai hebat dan mengaliri ke seluruh wajah nya.
Tiba-tiba tubuh nya merosot ke lantai dengan suara tangisan yang begitu pilu.
Adrian dengan sigap berlari ke arah istri tercinta nya berada. Semua orang terpaku melihat sosok wanita yang tiba-tiba datang dengan air mata yang membanjiri pipi.
Dalam hati mereka bertanya-tanya siapa wanita itu.
Sedangkan pikiran Rania sudah berkecamuk tidak jelas, dia berpikir bahwa perempuan itu adalah istri pertama Aldi. Dia merasa Aldi telah membohongi nya, sebenarnya Aldi sudah memiliki istri namun dengan tega dia menikah lagi.
Tiba-tiba arah mata Rania menatap tajam Aldi dengan tatapan garang. Begitu pun Aldi yang juga ikut membalas tatapan Rania dengan penuh tanya. Dia tudak mengerti dengan tatapan Rania yang tiba-tiba menjadi galak pada nya.
"Sayang... kamu kenapa?" Tanya Adrian saat sudah berada di depan Alexa dan ikut berjongkok lalu meraih tubuh wanita nya kemudian di dekap erat sembari mengelus rambut nya dengan sayang.
"Kamu jahat Adrian." Kata Alexa lirih di tengah-tengah tangisan nya.
"Aku jahat kenapa?" Tanya Adrian mengerutkan dahi karena merasa tidak faham dengan perkataan istri nya.
Dia merasa tidak melakukan kesalahan apapun tetapi istri nya menuduh nya jahat. Lalu ia beru mengingat kalau wanita nya memang tidak ingin berpisah dengan nya tapi karena panik Adrian lupa tidak mengajak ya ikut bahkan tidak memberi tahu kepergian nya.
"Maafkan aku, sayang. Aku lupa memberitahu mu untuk pergi kesini. Tadi aku terlalu panik. Kamu kesini di antar siapa?" Tanya Adrian lembut, dia tidak ingin istri nya semakin bertambah menangis.
"Kamu jahat Adrian!! kamu tega menduakan ku!!!" Kata Alexa di sela-sela tangisan nya, tangan nya memukul-mukul dada bidang Adrian.
"Maksud kamu apa sayang?" Tanya Adrian yang benar-benar tidak mengerti.
Padahal dia tidak berdekatan dengan perempuan mana pun, lalu kenapa tiba-tiba berkata seperti itu.
"Maksud kamu apa??!! Lalu apa ini??!! kamu menikah lagi padahal aku sedang mengandung anak mu??!!" Kata Alexa dengan berapi-api.
Tangan nya tak henti-hentinya memukul-mukul dada Adrian berharap suami nya akan merasakan kesakitan yang sama seperti dia saat ini.
"HAAA....????"
__ADS_1