
AWAS!!! INI HOROR LAGI, MALAH LEBIH HOROR DARI YANG KEMARIN, EH TAPI GA TAU 😫
BUAT BOCIL SKIP AJA YA BIAR OTAKNYA TETEP TERJAMIN DARI VIRUS ALDI.😫
Rania berjalan di samping Aldi dengan tubuh sedikit gemetar. Sungguh rasanya dia belum siap jika harus mengulangi kegiatan itu saat ini juga.
Tapi di sisi lain dia sudah sah menjadi seorang istri, itu artinya dia harus siap melayani suami nya bila menginginkan nya.
Di sepanjang perjalanan menuju lantai dua, hati Rania benar-benar tidak karuan.
Aaaaahhhhh ingin rasanya menjerit agar hati nya lega, tapi tidak bisa karena disampingnya ada laki-laki yang berstatus sebagai suami nya.
Setelah lift terbuka, Aldi menuntun istri nya menuju kamar nya yang ada di lantai dua.
Semakin tak karuan pula jantung Rania, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan nya. Apakah memberontak atau harus pasrah?
Setelah Aldi membuka pintu kamar, semakin bertambah tegang pula dirinya saat ini.
Terlebih saat pandangan nya menatap arah dalam ruangan yang terdapat ranjang berukuran king size dengan kelopak bunga membentuk love di tengah nya, semakin dag dig dug pula jantung Rania
Dia sudah tahu, sebentar lagi dirinya akan segera menjadi mangsa dari makhluk di samping nya.
"Ayo masuk, Sayang." Kata Aldi lembut saat istri nya terlihat enggan masuk ke dalam kamar.
Rania memejamkan mata sejenak lalu kembali melangkah maju.
"Sebaiknya kamu bersihkan diri dulu. Aku akan menunggu setelah kamu." Kata Aldi lirih sembari mengecup kepala istri nya.
Tangan nya memegang dua bahu Rania, dan itu semakin manambah ritme jantung Rania tidak karuan.
"A_aku akan mandi dulu." Jawab Rania cepat namun sedikit tergagap seakan-akan tidak ada oksigen di sekitar nya.
Dia ingin segera terbebas dari suasana yang sangat mencekam ini supaya bisa bernafas normal lagi.
"Baiklah, Aku menunggu mu."
Cup
__ADS_1
Cup
Cup
Aldi kembali mencium kening, lalu turun ke hidung dan yang terakhir bibir sensual Rania. Dan setelah itu Aldi baru melepaskan tangan nya dari bahu istri nya.
Rania buru-buru mengangguk lalu pergi ke kamar mandi dengan berlari kecil karena tidak ingin wajah nya yang memerah di lihat Aldi.
Sedangkan Aldi terkekeh kecil melihat tingkah istri nya yang sangat lucu, dia tahu sekali kalau istri nya sedang malu dan gugup. Tapi Aldi mencoba bersikap biasa-biasa saja seperti tidak mengetahui bahwa istri nya sedang dalam keadaan gugup.
Bahkan dengan senagaja dia mencium kening lalu mengecup bibir istri nya dan sedikit melummat nya hingga semakin membuat istri nya malu.
Sembari menunggu Rania, Aldi memainkan ponsel untuk mengurangi kejenuhan.
Saat dia menghidupkan paket data ponsel nya, berpuluh-puluh panggilan tak terjawab datang dari mama dan papa nya.
Aldi baru ingat, dia menikah dengan Rania tanpa meminta izin kedua orang tua nya.
Astagaaaa kenapa dia sampai lupa mengabari orang tuanya? Lagi-lagi anak dari tuan Justin menikah tanpa meminta restu orang tua.
Dua anak nya memang benar-benar luar biasa!
Pusing membaca semua omelan-omelan dan makian mama nya, Aldi memutuskan untuk mendinginkan pikiran nya dengan mandi.
Dia tidak ingat kalau di dalam kamar mandi ada istri nya yang sedang mandi.
Dengan langkah gontai dia berjalan menuju kamar mandi.
Aldi membuka pintu kamar mandi tanpa melihat ke arah dalam.
Ternyata kamar mandi itu memang tidak di kunci, tadi Rania terburu-buru masuk ke kamar mandi sampai lupa mengunci pintu. Akhirnya Aldi bisa masuk dengan mudah.
Tap ... tap ... tap ...,
Aldi berjalan tegap menuju arah bathub, arah mata nya ia alihkan ke depan.
Seketika bola mata nya membulat sempurna melihat pemandangan di depan nya yang begitu memanjakan mata.
__ADS_1
Rania belum menyadari kedatangan Aldi kesini. Mungin karena terlalu serius bermain busa di sana hingga tak mendengar langkah kedatangan suami nya.
Aldi benar-benar tak bisa mengalihkan pemandangan di depan nya. Bagaimana tidak? Saat ini Rania sedang duduk tegak di dalam bathtub. Dua bongkahan besar serta berbentuk bulat yang yang terlihat begitu menggiurkan di mata Aldi, sangat indah dan menakjubkan.
Dua buah semangka itu terlihat menggelantung dan bergerak-gerak bebas kesana-kemari saat Rania menggerak-gerakkan tubuh nya memainkan busa-busa yang memenuhi bathub.
Nafas Aldi mulai terlihat memburu, wajah nya memerah, sekujur tubuh nya terasa panas.
Dengan tidak sabaran Aldi membuka seluruh pakaian yang melekat di tubuh nya tanpa menyisakan sehelai benang pun.
Dengan langkah pelan dan penuh hati-hati Aldi berjalan mendekati istri nya dari belakang supaya istri nya tidak menyadari dai ada di sini.
Saat sudah berada di depan bathub, Aldi langsung memposisikan tubuh nya duduk di belakang sang istri.
Tangan nya langsung meraih dua bongkahan semangka besar yang sangat segar bila di nikmati.
Ahhh Aldi merasakan buah semangka istri nya sangat lah kenyal dan terasa padat saat memegang nya. Ukuran nya yang jumbo semakin membuat Aldi lebih bersemangat memainkan nya.
"Aaaaaa...!!" Teriak Rania saat merasakan seperti ada yang memainkan tubuh nya, terlebih bagian tengkuk nya terasa geli terkena hembusan angin hangat hingga menjalar ke seluruh bagian tubuh nya.
"Ssst ... Diam lah, sayang. Ini sangat nikmat." Tutur Aldi berbisik tepat di samping telinga kiri Rania.
Nafas nya terdengar memburu, suara berat nya berubah menjadi serak dan tangan nya tak berhenti memainkan dua buah semangka itu membuat Rania tak tahu harus bicara apa.
"Aldi ... henti_kan." Kata Rania terbata-bata, tangan nya mencoba mencegah tangan Aldi yang terus bergerak liar memainkan pucuk buah semangka itu yang terlihat begitu menggemaskan dan sesekali mencubit nya karena gemas.
Rania mulai merasakan gelanyar aneh namun terasa begitu nikmat hingga ingin mengeluarkan suara aneh dari tenggorokan nya.
Bibir Aldi tak henti-hentinya memberikan kecupan manja di tengkuk istri nya, hingga Rania merasa tidak kuat dengan rasa ini. Akhirnya dia hanya bisa memejamkan mata sembari menikmati sentuhan nakal suami nya.
Dengan secepat kilat, Aldi memutar tubuh polos istri nya kemudian memposisikan tubuh Rania di atas pangkuan nya hingga rudal sakti Aldi bergerak-gerak manja mengetuk-ngetuk pintu gubuk reyot ajaib Rania.
Kedua nya sama-sama menggeram nikmat saat dua benda ajaib itu saling bersinggungan namun belum menyatu.
Aldi benar-benar sudah tidak tahan, begitu pula dengan Rania, tapi dia harus lebih bersabar karena saat ini belum waktu nya menembus pintu gubuk reyot sakti itu.
Saat ini dia masih ingin fokus melahap dua buah semangka itu hingga habis tak tersisa sedikitpun sampai rasa haus nya hilang.
__ADS_1
Setelah itu baru menikmati rasanya di jepit manja oleh pintu goa ajaib yang pastinya sangat menggigit dan entahlah rasanya tidak bisa dijabarkan.
HOROR NYA MAU TERUSIN NGGAK NIH?🙈😫