
"Di mana suami ku?!" Tanya seorang wanita cantik dengan suara keras pada seorang seorang wanita muda seusia nya dan laki-laki seumuran dengan suami nya yang sedang menunduk patuh tak berani menatap istri boss nya.
"Maaf, Nona. Tuan sedang pergi." Jawab laki-laki itu yang berstatus sebagai asisten pribadi dari suami nya.
Mereka hanya menunduk, takut melihat ekspresi wajah dari istri boss nya yang begitu menyeramkan.
Sejak kemarin selalu marah-marah tidak jelas dan akhirnya mereka berdua lah yang menjadi sasaran kemarahan dari istri sang CEO.
"Pergi kemana suami ku??!" Tanya nya dengan kilatan amarah yang menggelora saat tahu suami nya meninggalkan dia sendiri.
"Maaf, nona. Tuan pergi dengan tergesa-gesa, kami tidak sempat bertanya tujuan kepergian beliau." Jawab sang asisten lagi.
"Jangan berbohong! Kalian pasti tahu di mana suami ku!! Di mana dia?! Apa dia sedang berselingkuh bersama wanita lain??!" Tanya nya namun dengan nada membentak.
Mata nya sudah berkaca-kaca, sudah bisa di pastikan tidak lama lagi pipi mulus nya pasti di banjiri air mata. Terlihat kedua sudut mata nya sudah berair, sebentar lagi pasti akan tumpah. Hidung nya sudah kembang kempis mengatur nafas nya.
"Bukan seperti itu, nona. Tuan Adrian sedang ... "
"Kalian tidak perlu berbohong!! Suami ku pasti sedang bersama wanita seksi seperti kemarin itu kan?? Jawab aku??! Kalian jangan mencoba menutup-nutupi nya!!" Kata Alexa dengan wajah memerah.
Benar sekali, air mata nya sudah mulai mengalir di pipi nya.
"Tega sekali kau Adrian, hiks kau pasti sudah tidak mencintai ku lagi." Alexa mulai menangis bombay, meraung keras, mengoceh yang tidak jelas seperti biasa.
Akhir-akhir ini memang istri dari boss nya sangat sensitif, tak mau berpisah dengan suami nya meski hanya sebentar.
Semenjak Alexa hamil, Adrian di buat kelimpungan dengan tingkah laku Alexa yang menurut nya sangat tidak wajar.
Selalu mencurigai Adrian saat mereka tidak bersama.
Terlebih saat kemarin Alexa mengetahui Adrian sedang bersama klien nya di sebuah rumah makan yang kebetulan Alexa juga kesana karena ingin bertemu dengan teman lama nya. Dia melihat Adrian bersama seorang wanita cantik sedang makan berdua membuat Alexa terbakar api cemburu.
Alexa langsung melabrak wanita itu, menjambak nya, bahkan sampai menyirami nya menggunakan minuman milik wanita itu.
Adrian hanya bisa mendesaah frustasi saat ia sendiri kewalahan memisahkan tangan istri nya dari rambut wanita itu.
__ADS_1
Alhasil wanita yang sebagai klien Adrian itu langsung membatalkan kesepakatan yang belum di mulai. Dia tidak terima di katakan sebagai pelakor. Terlebih waktu itu banyak orang yang mengetahui kejadian itu, tidak sedikit pula yang mengabadikan momen langka dengan caption "Mendadak Istri berubah menjadi singa akibat Pelakor".
Wanita itu sangat tidak terima, setelah rambut nya berhasil di lepaskan dari jambak-an Alexa, wanita itu langsung membalas nya dengan mangata-ngatai Alexa yang tidak-tidak.
Alexa yang memang saat itu sedang sensitif langsung menangis keras, dia tidak tidak terima di katakan jelek oleh orang itu.
Adrian hanya bisa menenangkan istri nya lalu membawa nya pergi.
Meski hati nya juga dongkol melihat kelakuan istri nya, tapi Adrian harus bersabar. Dia tahu perubahan sikap Alexa karena faktor kehamilan, jadi sebagai suami yang baik dan penyayang tentu ia harus memaklumi nya.
Namun yang membuat nya kesal, Alexa masih saja menuduh Adrian selingkuh walau dia tahu wanita yang bersama nya saat itu adalah seorang klien.
Tapi Alexa tidak mau mendengar penjelasan Adrian, menurut nya wanita yang bersama Adrian bukan lah wanita baik-baik dan memiliki maksud tersembunyi terhadap suami nya.
Adrian hanya bisa mengiyakan setiap perkataan istri nya karena tidak ingin semakin menambah mood istri nya buruk.
Namun setelah itu, Alexa terus mengikuti kemana pun Adrian pergi. Bahkan ke kantor pun Alexa harus menemani nya.
Padahal dokter sudah menyarankan Alexa untuk beristirahat dan tidak di perbolehkan bekerja terlalu banyak.
Tetapi hal itu justru semakin membuat Alexa murka, dia mengatakan kalau perkataan dokter itu pasti atas perintah Adrian supaya Alexa tidak lagi bekerja dan Adrian bebas berdekatan dengan wanita manapun.
Akhirnya mau tidak mau Adrian mengiyakan permintaan Alexa. Alexa tetap
berangkat ke kantor dengan catatan tidak boleh bekerja.
Adrian hanya membolehkan Alexa untuk menemani nya bekerja tetapi tidak boleh melakukan pekerjaan apapun.
Alexa menyanggupi permintaan suami nya. Sepanjang hari yang di lakukan nya hanya lah menempel pada suami nya.
Tidur di pangkuan sang suami saat bekerja, makan di suapi, ke kamar mandi di antar, dan masih banyak lagi keinginan Alexa yang semua nya harus di turuti oleh suami nya.
Sebenarnya Adrian tidak keberatan dengan keinginan Alexa, karena dia pun sebenarnya senang melihat istri nya manja pada nya.
Namun yang membuat Adrian kesal adalah dia di katakan sebagai suami takut istri, banyak para rekan kerja nya dan teman-teman nya tahu kalau Adrian takut pada istri nya, terlebih saat mereka berkunjung ke kantor Adrian dan tahu bahwa istri nya yang sedang hamil tidak mau berada jauh dari nya apalagi di tinggal, karena bila itu sampai terjadi maka istri nya akan menangis.
__ADS_1
Tidak hanya itu, seisi gedung perkantoran pun tahu bahwa sang CEO takut dengan kemarahan istri nya hingga menuruti semua keinginan aneh sang istri.
Setiap Alexa menginginkan pergi, maka Adrian harus menggendong nya. Tentu hal itu semakin membuat pusat perhatian orang-orang yang melihat nya.
Adrian hanya bisa mendesaah frustasi mendengar ejekan dari teman-teman nya. Mau mengelak pun tidak ada guna nya karena semua orang tahu, jadi Adrian hanya bisa diam saat teman-teman nya datang lalu mengejek nya.
Dan saat ini, Adrian tiba-tiba meninggalkan kantor dengan tergesa-gesa, dia meninggalkan istri tercinta nya sendiri di kantor yang saat Adrian pergi, Alexa sedang tertidur di sofa.
Saat ini wanita yang baru saja bangun tidur itu meraung-raung memanggil-manggil nama suami nya.
"Sebenarnya ada di mana suami ku??! Jawab??!" Alexa membentak dua orang kepercayaan suami nya dengan api kemarahan.
Sang sekertaris yang baru saja beberapa hari bekerja di sini dibuat begitu ketakutan mendapat bentakan dari istri boss nya.
Dia memang bekerja di sini untuk menggantikan Alexa yang sudah tidak di perbolehkan bekerja, akhirnya Adrian mencari pengganti istri nya.
Brakk
Dua orang itu terkesiap saat tiba-tiba mendengar gebrakan meja yang di lakukan Alexa.
"Apa kalian bisu, ha??!!" Bentak Alexa lagi. Dia benar-benar ingin membunuh dua orang itu jika tidak berani jujur mengatakan suami nya ada di mana.
Pikiran negatif Alexa melayang jauh ke angkara, dia sudah membayangkan kalau Adrian saat ini sedang tidur bersama wanita lain. Terlebih saat ini dia sedang tidak boleh melayani suami me sum nya karena himbauan dari dokter, pasti sekarang suami nya sedang mencari kepuasan dari wanita lain untuk menyalurkan hasrat tinggi nya.
Tanpa disadari air mata nya kembali mengucur begitu deras. Dia tidak sanggup berbagi suami yang sangat di cintai nya dengan wanita lain.
"Kalau kalian tidak mengatakan nya maka aku akan membunuh kalian berdua!!" Ancam Alexa, dia sudah membawa benda panjang terbuat dari besi yang berada di dekat lemari pendingin di ruangan nya.
"Ti_tidak. Bukan seperti itu Nona. Kami benar-benar tidak mengetahui tuan Adrian pergi kemana." Pak asisten menjawab dengan terbata-bata. Tubuh nya sudah beringsut mundur saat Alexa terus berjalan maju sambil membawa benda keras itu.
Alexa benar-benar berubah menjadi seorang psikopat.
"Tapi, saya sedikit mendengar sir Adrian di minta untuk pergi ke rumah sakit medica saat ini juga." Sekertaris itu ikut menimpali, kebetulan saat Adrian mendapatkan panggilan ada dia di sebelah nya dan percakapan itu cukup keras.
Klang.
__ADS_1
"Kalau begitu, cepat! Antar kan aku ke sana." Tanpa banyak membuang waktu, Alexa membuang benda keras itu ke lantai lalu menyuruh pak asisten untuk mengantarkan ke rumah sakit medica.
Tanpa menunggu perintah yang kedua kali nya, asisten itu mengangguk cepat karena tak ingin kembali mendapatkan amukan dari singa betina.