
Setelah mengurus pendaftaran penginapan hotel, kini Adrian dan Alexa berjalan beriringan menuju kamar yang sudah di pesan nya.
Sebenarnya Alexa sudah melarang Adrian agar tidak perlu mengantarnya sampai ke kamar, tapi si manusia keras kepala itu tidak mau menurut.
Adrian beralasan ingin memastikan Alexa sampai di kamar dengan selamat.
Cklek!
Sampai di kamar, Alexa nampak mengamati seluruh sisi ruangan. Ruangan itu begitu luas untuk ukuran satu orang, ditambah semua perlengkapan tersedia di sana.
Adrian memang sengaja memesankan kamar VVIP supaya Alexa merasa nyaman dan tidak perlu keluar karena semua kebutuhan sudah dilengkapi.
Sedangkan untuk baju ganti Alexa, sedang dikirim kurir yang Adrian beli di aplikasi online.
"Aku sudah dikamar, sekarang kamu pulang!" Bujuk Alexa pada Adrian yang saat ini masih bergelayut mendekap erat tubuh Alexa.
Dirinya begitu sulit berpisah dari Alexa setelah beberapa hari ini mereka habiskan waktu bersama.
"Tapi aku masih ingin menemani mu." Adrian berkata lirih, kepalanya mengendus tengkuk Alexa sembari menghirup dalam aroma yang begitu memabukkan dari tubuh Alexa.
"Jangan seperti ini, Adrian!" Alexa mencoba melepaskan belitan tangan Adrian di pinggangnya, kemudian menatap dalam kekasihnya yang tak mau berpisah darinya itu.
"Kamu sudah berjanji agar kita hidup sendiri-sendiri sampai masalah pertunangan mu selesai. Lalu kenapa kamu seperti ini?" Alexa menatap lembut kekasih nya mencoba memahami kemauannya.
__ADS_1
"Tapi, sepertinya aku ingin menarik kata-kata ku. Aku tidak bisa jauh darimu meski hanya sedetik ... "
"Jangan membual, Adrian!" Sela Alexa.
"Kamu bukan lagi anak kecil, tapi kenapa tingkah mu seperti bayi yang baru lahir?" Alexa mengelus rahang tegas Adrian, matanya tak berhenti menatap pria yang berstatus sebagai kekasihnya.
Sedangkan Adrian nampak murung dengan perkataan Alexa. "Apakah kamu sangat menyukai saat berada jauh dariku?" Suaranya seakan tercekat, hati Adrian merasa sakit saat mengatakan itu.
"Siapa bilang aku menyukai saat jauh darimu? aku juga tidak ingin berpisah darimu, tapi ini demi kebaikan kita." Alexa memberi pengertian pada laki-laki dihadapannya yang tampak murung untuk berpisah darinya.
"Kamu sudah berjanji Adrian! dan janji harus ditepati!" Tegas Alexa, membuat pandangan Adrian semakin meredup.
Adrian tampak menghela nafasnya berat. "Baiklah, aku akan pulang. Jaga dirimu baik-baik. Besok aku akan menjemputmu, sekalian membawa perlengkapan baju kerja mu." Kata Adrian kemudian melepaskan tangannya yang sejak tadi menempel di pinggang Alexa.
"Aku pergi dulu, sayang." Adrian mencium kening Alexa begitu lama.
"Hati-hati dijalan, jangan ngebut." Kata Alexa setelah Adrian melepaskan ciumaan di keningnya.
"Tentu, jangan khawatir kan aku. Aku pergi." Setelah mengatakan itu, Adrian benar-benar pergi dari sana.
Namun, baru saja tangannya ingin memegang gagang pintu, ia membalikkan badan lagi kemudian menatap wajah Alexa yang juga masih menatap ke arahnya.
Dan sedetik kemudian kaki itu berbalik kembali melangkah ke arah Alexa.
__ADS_1
"Apalagi Adrian? Cepatlah pulang! aku tidak akan mengizinkan, jika kamu meminta ciumaan di bibir. Apa kamu begitu berat berpisah dariku?" Alexa tampak menghela nafasnya saat melihat Adrian berbalik kearah dirinya.
Sudah Alexa duga! Adrian tidak akan cukup hanya menciuumnya di kening, pasti akan meminta lebih karena memang dirinya sudah sangat tahu tabiat Adrian.
"Kunci mobilku." Tunjuk Adrian setelah melewati nya begitu saja kemudian menunjukkan nya pada Alexa.
Sekarang Alexa yang tampak malu, karena dugaannya salah.
"Oh, aku kira ... " Alexa mengentikan ucapannya sembari menundukkan kepala.
"Aku kira apa?" Adrian tersenyum menggoda menatap Alexa yang tampak malu.
Sebenarnya yang ngarep tium di bibir siapa, ya?
Alexa atau... ?
Adrian?
...πππ...
...TBC...
See you next chapter πβΊοΈ
__ADS_1