Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Rania keluar dari toilet dengan langkah gontai, wajahnya pucat seperti bunga yang layu karena dihisap madunya.


Rambut Rania terlihat berantakan, wajah nya terlihat sangat lesu, bibir nya bengkak dan terlihat pucat karena pewarna bibir yang dia pakai sudah dihisap habis oleh suaminya.


Sedangkan Aldi berjalan tegas dengan raut wajah berseri-seri. Dia masih tersenyum-senyum sendiri mengingat baru saja merengkuh kenikmatan yang luar bisa.


Meski di toilet rumah sakit, tapi tak mengurangi kenikmatan yang baru saja dia teguk bersama istrinya.


Aldi sangat memuja istrinya yang begitu luar biasa. Rania memang berbeda dari wanita yang lain.


Meski memiliki tubuh indah dan wajah cantik tapi dialah laki-laki pertama yang berhasil menjamah serta menikmati tubuhnya. Bukan hanya itu, meski kelihatannya polos, tapi istrinya ini sangat bisa memuaskan suaminya. Bahkan tadi dia bisa sampai melakukan tiga kali putaran di dalam toilet dan permainan itu lebih di dominasi istrinya.


Terkadang Rania memposisikan tubuhnya duduk di closet lalu membuka lebar-lebar kakinya. Terkadang membelakangi suaminya, tangan nya bertumpu pada closet dengan posisi sedikit membungkuk. Lalu Aldi menghantam kuat tubuh wanitanya hingga ke titik terdalam sampai mencapai puncak nya.


Hah, jika terus mengingat-ingat gaya percintaan yang baru saja mereka lakukan bisa-bisa rudal ajaib Aldi akan kembali berfungsi.


"Sayang, Terimakasih." Kata Aldi dengan wajah bahagia nya.


Cup.


Aldi mengecup bibir pucat istri nya akibat kelelahan.


Rania hanya bisa tersenyum lembut menatap suaminya. Rasanya untuk bicara saja dia sudah tidak sanggup. Tenaga nya benar-benar terkuras habis, padahal semalam dia sudah bekerja selama beronde-ronde dan barusan masih di tambah tiga kali putaran lagi.


"Sayang, biar aku gendong kamu." Kata Aldi merasa tak tega melihat tubuh layu istrinya.


Tanpa menunggu persetujuan, Aldi langsung menggendong Rania seperti anak koala. Posisinya sangat mirip seperti tadi saat mereka akan masuk ke dalam toilet.


Cup.


Cup.


Cup.


Aldi terus mengecupi seluruh wajah istrinya yang begitu dicintai. Aldi merasa sangat gemas melihat wajah Rania sehingga dia ingin terus mencium nya.


"Sudah ... Jangan di cium terus... Ihhh... geli..." Kata Rania dengan suara manja nya. Wajahnya mencoba ia benamkan di dada bidang suaminya.

__ADS_1


"Geli-geli tapi nikmat kan, sayang." Goda Aldi. Dia sengaja berbisik di depan telinga istri nya agar merasa kegelian lalu dia sedikit mengembuskan nafas nya.


"Ihh... apaan sih...?" Rania kembali memukul-mukul pelan suami nya.


Aldi terkekeh pelan melihat tingkah sang istri. Dia baru mengetahui sisi lain dari wanita nya, ternyata selain bisa memuaskan dia di ranjang, istrinya juga bisa bersikap manja dan Aldi sangat menyukainya.


Aldi menyibak rambut berantakan istrinya, lalu dengan usil dia menye-sap tengkuk serta leher istrinya yang sudah dipenuhi karya nya.


"Eimmhh... hentikan..." Rengek Rania manja, dia buru-buru menegakkan kepala nya kembali lalu menatap wajah suaminya dengan sengit.


"Kenapa? Bukankah kamu juga menikmati, sayang.?"


Cup


Aldi kembali mengecup bibir bengkak istrinya dan sedikit melummat nya setelah bertanya dengan tatapan menggoda.


"Ih! Apaan sih?" Rania mendengus kesal sembari memukul bahu suaminya lagi.


"I Love you." Bisik Aldi tepat di depan telinga kiri istri nya.


Rania tak bisa menahan senyum, bibir nya tertarik ke atas hingga membentuk bulan sabit. Wajah nya kembali merona mendengar bisikan itu. Karena merasa malu, wajahnya kembali disembunyikan di dada bidang suaminya.


Aldi menatap lamat-lamat manik mata istri nya yang terlihat begitu indah. Tak ada kecacatan sedikit pun di wajah istri nya. Bibir nya mungil serta terlihat sangat sensual, hidungnya mancung meruncing, alisnya begitu indah, dagu nya runcing.


Aldi sangat menyukai semua yang ada pada tubuh istri nya. Itulah mengapa Aldi semakin mencintai sang istri.


"Apa kau belum mencintai ku?" Tanya Aldi dengan raut wajah bersedih. Aldi sebenarnya sudah tahu kalau istri nya belum mencintai nya, tapi entah mengapa dia ingin memastikan lagi. Siapa tahu istri nya mulai goyah, dan mulai membuka hati untuk nya.


Seketika Rania menatap wajah suami nya dengan wajah bingung, dia sedikit menundukkan kepala agar tidak bertatapan langsung dengan bola mata suaminya.


"Tidak apa-apa, sayang. Bila memang kau tidak mencintai ku, cukup aku saja yang mencintai mu dan jangan pernah meninggalkan ku. Aku akan selalu menunggu mu sampai kau bisa mencintai ku. I Love you." Kata mencoba tersenyum dan memberi pengertian pada istrinya.


Meski ada kehampaan tersendiri yang mendera hati nya di saat rasa cinta nya tak terbalaskan. Tetapi hal itu tak akan mempengaruhi rasa bahagianya.


Aldi sudah cukup bahagia bisa memiliki raga istri nya. Dia berharap Tuhan bisa membalikkan hati istri nya agar bisa mencintai nya.


"Buk-kan seperti itu. Aldi, ak-ku_" Rania sedikit tergagap saat ingin mengatakan nya.

__ADS_1


"Sssttt.... tidak apa, sayang. Aku tidak akan memaksa mu." Potong Aldi.


"Aldi, Aku_"


"Sudah, sayang. Lupakan yang tadi. Tidak perlu kamu pikirkan." Potong Aldi lagi.


Aldi memang tidak ingin mendengar perkataan Rania lebih jauh karena takut mendengar sesuatu yang tidak diinginkan dari mulut istri nya.


Aldi tahu, istri nya menikah dengan nya karena paksaan dari ayah Rudi. Wajar saja bila istri nya tidak mencintai nya, terlebih setelah perlakuan bejad nya saat memerkosa Rania. Tentu hal itu sangat tidak termaafkan.


"Tapi, Aldi. Aku_"


"Iya, aku tahu, sayang. Kamu belum mencintai ku. Maka aku akan sebar menunggu mu."


"Aldi, dengar kan aku! Aku_"


"Sudah, sayang. Jangan bahas itu lagi. Kamu hanya perlu berada di samping ku. Itu saja, aku sudah sangat bahagia."


"Bukan_"


"Ssstt... Sudah ku bilang, jangan membahas nya. Aku_"


"AKU CINTA KAMU, ALDI...!!" Teriak Rania keras. Karena merasa sangat geram pada Aldi yang terus saja memotong perkataan nya.


"Hah?" Mulut Aldi menganga tak percaya mendengar apa yang telah di dengar nya.


Jantung nya berdebar-debar hebat tak karuan.


Dia merasakan tubuhnya tidak seimbang, kepala nya seperti berputar-putar hebat dan tak lama kemudian Aldi kehilangan benar-benar keseimbangan dan...


Brukk


"ALDIII...!!"


"Buahahaha.....!!!" Tawa keras terdengar menggema di seluruh antero rumah sakit.


Lagi-lagi si OB tengil sialann itu kembali melihat tingkah konyol Aldi. Bahkan kali ini OB itu sampai menjatuhkan sapu yang di pegang nya karena tidak kuat saat perut nya merasa sakit terlalu banyak tertawa.

__ADS_1


"Sa-sayang....!!" Aldi sangat merasa bersalah karena baru saja menjatuhkan istri nya dari gendongan nya.


Buru-buru dia berjongkok di depan sang istri lalu kembali ingin mengangkat nya lagi namun langsung di tepis kasar oleh istri nya.


__ADS_2