
Pagi kembali menyapa, Alexa sudah siap dengan pakaian lengkap untuk pergi bekerja.
"Adrian, bangun. Sudah hampir jam tujuh, nanti telat ke kantor." Kata Alexa dengan sedikit keras, seraya mengetuk pintu kamar Adrian.
Padahal kamar itu tidak dikunci, tetapi Alexa tidak ingin mengambil resiko dengan memasuki kamar Adrian. Sedikit banyak nya ia tahu dengan tabiat Adrian yang memang sangat messum, apalagi di dekat dirinya.
Setelah beberapa kali ketukan, namun Alexa masih belum mendapat jawaban dari Adrian akhirnya ia memberanikan diri untuk membuka pintu kamar.
Terlihat dari kejauhan, Adrian masih nyaman dengan selimut nya.
"Adrian, bangun. Sudah pagi, kamu harus ke kantor." Kata Alexa setelah berada di dekat Adrian, ia menepuk-nepuk lengan kekar Adrian dengan sedikit menekan nya supaya kekasih nya bangun.
Beberapa kali Alexa mengulangi kata yang sama untuk membangun kan Adrian, namun masih tak mendapati respon dari laki-laki itu.
Hanya gumaman kecil yang keluar dari mulut Adrian. Alexa mengerutkan dahi, saat melihat reaksi Adrian, seperti ada yg tidak beres dengan nya.
Kemudian Alexa menempelkan punggung tangan nya di dahi Adrian, tubuh nya lebih panas dari suhu orang normal, tapi tidak terlalu panas.
"Adrian, kamu sakit?" Tanya Alexa dengan nada suara yang sudah bisa, tidak seperti tadi saat Alexa membangun kan Adrian.
"Dingin," Kata Adrian lirih dengan suara bergetar, suara nya persis seperti orang menggigil karena kedinginan.
__ADS_1
Lalu Alexa beranjak dari sana, menuju tempat penyimpanan obat.
Alexa mengambil thermometer untuk mengecek suhu tubuh Adrian. Setelah di cek, ternyata suhu tubuh Adrian mencapai 40° Celcius, cukup panas. Batin Alexa.
"Hari ini, kamu tidak usah berangkat kerja, Adrian." Kata Alexa sedikit memerintah.
"Tapi kerjaan ku banyak sekali, Alexa. Sudah dua hari, aku sudah tidak masuk kantor." Sahut Adrian dengan suara lemahnya, namun kedua mata nya masih terpejam.
Alexa menghela nafas kasar, namun juga sedikit merasa bersalah. Alexa tahu, Adrian tidak masuk kantor karena dirinya.
Karena masalah pribadi Alexa dengan Frans, Adrian ikut mendapatkan dampak nya.
Tapi laki-laki itu lebih memilih menemani dirinya saat sedih, dan mencipta menyemangati nya agar tetap bangkit menjadi wanita tangguh seperti biasa.
Tentu, Alexa merasa terharu. Bahkan mungkin, sakit Adrian saat ini juga karena dirinya.
"Biarkan urusan pekerjaan aku yang urus," Kata Alexa memberi pengertian.
"Memang nya kamu bisa?" Jawab Adrian sengaja mengejek Alexa, namun tetap dengan suara lemah nya khas orang sakit.
"Ya, sebisa ku. Kalau aku tidak bisa, berarti harus menunggu kamu, sampai kamu sembuh." Jelas Alexa.
__ADS_1
"Astaga, pasti ini gara-gara kamu kehujanan semalam, ya."
Ia baru teringat, kalau semalam Alexa meminta Adrian membelikan pembalut. Saat di perjalanan tiba-tiba hujan deras.
Padahal, Adrian menggunakan sepeda motor dan tidak membawa jas hujan. Alhasil, Adrian basah kuyup saat sampai di apartemen.
Alexa semakin merasa bersalah, dalam hatinya ia berjanji, akan merawat Adrian dengan baik.
"Ya ampun, sudah aku bilang. Minum teh hangat dan obat pencegah masuk angin yang aku berikan, tadi malam. Tapi kamu tidak mendengar ku!" Omel Alexa, ia kesal karena semalam sudah mengingatkan Adrian agar segera minum obat orang pintar, tapi tidak mau.
"Kamu istirahat dulu, aku ambil air untuk kompres kamu." Kata Alexa, kemudian keluar kamar untuk mengambil air dan handuk untuk mengompres Adrian.
Setelah selesai, Alexa kembali berjalan keluar kamar, tak lama setelah itu, ia kembali masuk ke dalam kamar sembari membawa nampan berisi seporsi nasi beserta lauk, dan teh hangat.
"Adrian, sarapan dulu yuk. Setelah itu baru minum obat, obat nya harus di minum setelah makan." Kata Alexa agar Adrian mau mengisi perutnya.
...💙💙💙...
...**TBC...
See you next chapter 👋😉**
__ADS_1