
"Kenapa kamu tidak memberitahu ku lebih dulu?" Tanya Alexa sembari menyembunyikan wajah nya di dada bidang suami nya.
Ia sama sekali tak berani menatap orang-orang yang tadi serempak menertawakan nya.
Sungguh, jika ada di sini ada pintu ajaib Doraemon, Alexa lebih baik menghilang dari sini. Alexa malu, sangat sangat malu bahkan.
Dia sudah kehilangan muka pada orang-orang. Terlebih saat mengingat reaksi mereka yang serempak menertawakan nya, tetapi Alexa belum mengetahui kejadian yang asli.
Lalu apa tadi kata bang Aldi? Alexa gesrek?
Hah, Alexa masih mendengar dan mengingat bang Aldi mengatakan hal itu, Alexa memaklumi bila dia di katakan gesrek, posesif, atau bahkan paranoid sekali pun.
Alexa sadar kalau akhir-akhir ini dia over posesif pada suami nya.
Bukan tanpa sebab Alexa melakukan hal itu, dia pernah mendengar seorang wanita cantik bertubuh ramping seperti gitar spanyol dengan pakaian minim dan ketat sehingga menunjukkan lekuk-lekuk tubuh nya
Bahkan ada beberapa bagian tubuh nya yang mencuat keluar karena tidak muat dengan baju yang di pakai itu mengatakan pernah tidur dengan CEO Romero Grup. Mereka bercerita ria dengan teman-teman nya yang lain saat memilih baju mini dan seksi.
Wanita itu memuji keperkasaan Adrian, Bahkan dia tak canggung mengatakan Adrian pernah mengurung nya selama tiga hari tiga malam untuk melakukan making love.
Hal itu seakan-akan serasa de ja vu bagi Alexa. Dia mengingat bagaimana buas nya saat Adrian mengurung nya selama sehari semalam di mansion saat baru saja menikah.
Adrian memang sangat tangguh, dia bisa kuat berkali-kali bahkan bisa melakukan seharian penuh tanpa henti jika saja tidak kasihan pada wanita nya.
Dan Alexa sangat percaya bila ada wanita yang mengatakan seperti itu, meskipun Alexa tahu hal itu pasti sudah lama terjadi, tapi rasanya hati Alexa tetap sakit mendengar nya.
Dia tak sanggup membayangkan suami nya bercinta dengan wanita lain.
Tanpa terasa air mata Alexa jatuh, tapi dia segera menghapus jejak air mata itu karena tak ingin para wanita itu melihat nya menangis.
__ADS_1
Lalu dia kembali mendengar kan lanjutan cerita dari wanita itu, dai mengatakan sangat merindukan keperkasaan suami nya, dia mengatakan pada teman nya akan datang ke kantor Adrian untuk meminta di sentuh.
Adrian selalu memuji servis nya pada wanita itu, dia bahkan memperagakan bagaimana tangguh nya Adrian saat berada dia atas tubuh nya. Kemudian di lanjutkan dengan gaya percintaan mereka.
Dan mulai saat itu, Alexa memutuskan untuk mengikuti kemana pun pergi nya Adrian. Walau pergi nya Adrian ke kantor sekali pun.
Dia tak ingin memberi kesempatan para wanita-wanita tak bermoral mengganggu suami nya hingga mengganggu rumah tangga nya.
Dia sedang hamil, dia tak ingin gagal dalam pernikahan untuk kedua kali.
Bagaimana pun rasa trauma itu masih ada, rasa takut yang begitu menggebu dalam hati nya masih sangat terasa, di mana banyak wanita yang menginginkan para laki-laki ber uang meski sudah beristri.
Tidak, Alexa tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Terlebih saat ini Alexa sedang tidak di perbolehkan oleh dokter untuk berhubungan suami-istri selama beberapa hari akibat kandungan nya yang lemah. Tentu hal itu semakin membuat Alexa takut Adrian akan mencari kepuasan dengan wanita lain.
Orang-orang tahu nya Alexa berubah menjadi posesif atau bahkan terlihat seperti orang paranoid akibat bawaan hamil sehingga dia lebih sensitif.
Andai waktu itu Alexa tidak mengingat diri nya dalam kondisi hamil, dia pasti sudah bergerak maju lalu menjambak rambut wanita itu, dan menampar pipi nya hingga sudut bibir nya robek.
Tapi Alexa masih ingat, jika membuat keributan di sana pasti akan kalah.
Dia hanya sendiri, sedang mereka bergerombol. Tak mungkin pula mereka tak memberikan perlawanan bila Alexa tiba-tiba menyerang nya.
Oleh karena itu, Alexa lebih memilih pergi berlalu dari toko itu agar tak kembali mendengar kan cerita wanita itu bersama suami nya.
Setelah kejadian itu, Alexa terus saja memikirkan hal itu. Itu sebab nya dia menjadi wanita yang sangat positif.
"Hei, sayang. Kenapa kamu seperti itu?" Tanya Adrian saat Alexa terlalu lama menyembunyikan wajah nya. Dia tak berani mengangkat kepala nya meski Adrian berusaha menjauhkan kepala Alexa agar menatap pada nya.
__ADS_1
"A_aku malu." Cicit Alexa kepala nya semakin ia telusup kan ke dalam pelukan Adrian.
"Tidak apa sayang. Kamu tidak perlu malu. Aku tahu, kamu melakukan ini adalah sebagai bukti cinta mu pada ku. Dan aku semakin mencintai mu, sayang. Aku sangat mencintai mu.Aku merasa beruntung karena di cintai wanita cantik dan baik seperti kamu." Setelah mengatakan itu, Adrian mencium kepala Alexa.
"A_apa kamu tidak merasa kesal karena sifat positif ku? A_pa kamu tidak malu memiliki istri po_posesif seperti ku?" Tanya Alexa lirih, kepala nya sedikit mendongak agar bisa melihat manik mata suami nya.
Adrian tersenyum teduh mendengar perkataan Istri nya, dia tahu istri nya adalah wanita yang sangat lembut dan peraaa. Jadi wajar saja jika akhir-akhir ini sikap nya berlebihan. Tapi itu semua tak akan membuat nya merasa terganggu atau pun risih. Karena Adrian juga senang kalau istri nya menempel pada nya.
"Kenapa aku harus malu? kenapa aku harus kesal hm? Sudah ku katakan, aku beruntung memiliki istri kamu, aku tahu jika kamu bersikap positif itu berarti sebagai wujud rasa cinta mu. Bukan kah begitu?"
"Lalu apa alasan ku harus kesal pada mu? Apa alasan ku harus malu memiliki mu? sedangkan aku justru merasa beruntung bisa mendapatkan mu. Wanita yang sejak dulu mencuri hati ku. Kamu cinta pertama dan akan selamanya menjadi cinta ku dan wanita ku satu-satunya. So, jangan pernah berpikir aku akan menduakan mu, oke?"
Jelas Adrian panjang lebar, dia sama sekali tak ingin membuat wanita nya bersedih.
Karena memang benar, Alexa lah sumber hidup nya, Alexa adalah sumber kebahagiaan nya.
Jadi tak mungkin dia menyakiti orang yang menjadi sumber kebahagiaan nya.
"Terima kasih sayang. Aku mencintai mu." Lirih Alexa.
Perlahan Alexa menjauhkan tubuh nya dari dada bidang Adrian, tapi Adrian tangan langsung mencegah nya.
Dia membiarkan kepala istri nya menelusup ke dalam dada bidang nya, Adrian mengerti istri nya masih malu melihat orang-orang.
"Sudah tidak perlu bangun." Kata Adrian lalu mengangkat tubuh istri nya ala bridal style.
"Bang, gue pulang dulu. Urusan kita belum selesai, lu masih utang banyak sama gue." Setelah mengatakan itu, Adrian kembali pamit pada ayah Rudi yabg berada di atas brangkar, lalu pamit pada seluruh orang.
Setelah itu, Adrian benar-benar meninggalkan tempat itu dengan tangannya yang masih menggendong istrinya.
__ADS_1
Alexa pun tak memberikan pergerakan apapun, wajah nya masih terus ia telusup kan di dada suami nya. Sehingga orang-orang yang melihat nya pasti akan mengira dia sedang tidur.