
Setelah perdebatan panjang itu, akhirnya mereka pulang ke mansion utama keluarga Romero. Mension yang sudah lama tidak di tempati namun tetap terjaga karena para Nany dan petugas kebersihan lain masih tetap tinggal di sana.
Sepuluh tahun lalu, Orang tua Aldi pindah ke London untuk mengembangkan bisnis yang telah di bangun nya.
Sedangkan perusahaan yang berada di sini dia serahkan pada orang kepercayaan keluarga Romero.
Ayah Justin sendiri tidak memiliki saudara sehingga dia harus memikul beban sendiri untuk mengembangkan bisnis turun temurun keluarga nya.
Sedangkan Adrian dan bang Aldi masih di Indonesia. Mereka melanjutkan studi nya hingga SMA di Indonesia. Lalu saat mereka menempuh jenjang perguruan tinggi, orang tua nya meminta untuk melanjutkan di LN.
Adrian sendiri lebih memilih melanjutkan studi nya di Amerika, sedangkan Aldi di London.
Maka dari itu, Papa Justin menyerahkan perusahaan yang ada di London untuk Aldi karena sedikit-sedikit dia pernah ikut membantu kala papa Justin meminta bantuan nya meski dengan ogah-ogahan.
Meski Adrian tidak tinggal bersama orang tuanya, tapi sewaktu awal-awal masuk ke perguruan tinggi mama nya ikut mendampingi di sana, terlebih saat keadaan Adrian sangat mengenaskan pasca patah hati.
Dan kini, Mansion yang sudah bertahun-tahun terlihat sepi, akan kembali ramai karena ada keluarga yang menempati.
Setelah perdebatan panjang itu, akhirnya Rania dan Aldi pulang lebih dulu.
Sedangkan ayah Rudi masih belum diperbolehkan pulang, sebelum luka bekas operasi membaik.
Kak Raka sendiri sudah mulai mendapatkan pemeriksaan setelah tadi Aldi berkonsultasi pada dokter, dan ternyata kaki kak Raka bisa berjalan seperti semula setelah melakukan operasi.
Tanpa menunda-nunda, Aldi langsung menyuruh kak Raka untuk melakukan sejumlah pemeriksaan dan besok akan di lakukan operasi.
Dan saat ini, kak Raka pun masih di rumah sakit untuk menunggu jadwal operasi tiba.
Ayah Rudi sangat pengertian, dia menyuruh anak dan menantu nya untuk pulang lebih dulu. Mungkin karena ayah Rudi juga pernah mengalami muda, jadi dia tahu kalau saat ini sepasang pengantin baru itu pasti membutuhkan waktu berdua.
Terlebih saat melihat wajah Aldi, Ayah Rudi sangat tahu kalau menantu nya ini pasti sangat tidak sabar untuk melakukan ritual malam pertama. Dan akhirnya, Rania mengiyakan kemauan Sanga ayah.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan, Rania hanya diam seolah enggan membuka suara. Sedangkan Aldi tersenyum-senyum sendiri karena akhirnya dia akan segera mengulangi malam panas setelah kejadian itu.
"Sayang, Kita sudah sampai." Kata Aldi setelah mematikan mesin mobil.
Rania terkesiap dari lamunan nya, dia menatap takjub bangunan yang ada di depan nya. Rasanya Rania seperti mimpi melihat bangunan itu, benarkah dia akan tinggal di rumah itu??
Ah, ini bukan rumah melainkan sebuah mansion yang begitu megah.
Pandangan Rania melihat ke sekeliling bangunan itu. Ternyata banyak sekali tanaman hias yang mengelilingi mension, bahkan ada air mancur di tengah-tengah tanaman yang ada di tengah pekarangan itu.
Woow, Rania sangat takjub. Rasanya seperti berada dalam sebuah istana dongeng.
Memang bangunan mension utama lebih mirip sebuah istana, bangunan klasik tetapi sangat megah dan terlihat antik. Ini adalah istana yang di bayangkan Rania sewaktu kecil.
Wajar saja jika bangunan ini sekilas terlihat seperti sebuah istana karena mansion ini sudah di bangun sejak berpuluh-puluh tahun sedari kakek nenek nya Aldi hidup.
Namun meski bangunan ini sudah berpuluh-puluh tahun lama nya, anehnya masih terlihat seperti bangunan baru yang sengaja di bangun bertema klasik karena tidak memiliki celah kecacatan sedikit pun.
Sehingga sampai sekarang bangunan itu masih terlihat seperti bangunan yang baru saja di bangun meski umurnya sudah tua.
Akhirnya mimpi Rania yang ingin memiliki rumah seperti istana dongeng bisa terwujud.
"Ayo, kita masuk, sayang." Suara ajakan Aldi berhasil membuyarkan rasa takjub nya melihat bangunan itu.
Dengan segera Rania menormalkan penglihatan nya agar tidak terlalu mencolok kalau dirinya sedang menatap kagum mansion itu.
Aldi membuka kan pintu mobil, lalu diikuti Rania yang keluar dari sana.
Aldi meraih satu tangan Rania, perlakuan seperti ini membuat hati Rania menghangat.
Andai saja kedudukan Aldi dan dirinya sama maka Rania akan melabuhkan hati nya sepenuhnya untuk Aldi.
__ADS_1
Tapi karena rasa takut itu belum juga hilang di hati nya, sebisa mungkin dia harus membentengi hati nya.
Saat berada di depan pintu tiba-tiba pintu itu sudah terbuka lebih dulu dari dalam.
Lagi-lagi Rania terkesiap saat melihat banyak nya manusia berseragam putih dipadu dengan warna hitam itu berjejer rapi di sepanjang jangkauan nya.
Mereka semua menunduk memberi hormat, rasanya Rania benar-benar seperti sedang berada di sebuah istana dan dia yang menjadi tuan putri.
"Selamat datang, Tuan." Kata mereka semua dengan posisi masih menunduk.
Aldi menggandeng Rania masuk ke dalam, Rania yang tidak tahu harus bersikap apa ikut-ikutan menunduk seperti yang di lakukan para pekerja di sana.
"Sayang, tegakkan tubuh mu." Cegah Aldi. Dia tidak ingin istri nya menunduk kepada siapa pun kecuali dirinya.
"PERHATIAN SEMUA! Wanita yang berdiri di samping ku adalah istri ku. Mulai detik ini dan seterusnya, dia yang akan menjadi nyonya di mansion ini. Maka, apapun yang di perintahkan oleh istri ku, kalian harus mematuhi nya! Dan apapun yang menjadi keinginan istri ku,tidak boleh ada yang menolak!!" Kata Aldi lantang serta tegas tak mau di bantah.
Rania sangat tertegun mendengar perkataan Aldi, apa memang benar Aldi mencintai nya?
Sungguh Rania merasa terharu dan beruntung memiliki suami seperti Aldi. Ternyata kejadian buruk yang menimpa nya di malam itu memberikan dampak positif di kehidupan nya karena bertemu dengan sosok pria seperti Aldi.
"Apa kalian mengerti??!!" Tanya nya lagi dengan suara lantang.
"Mengerti Tuan." Kata mereka serempak dengan posisi tubuh masih menunduk sejak tadi.
"Bagus, sekarang kalian boleh pergi." Usir Aldi sembari mengibaskan tangan nya agar menyuruh mereka berlalu.
Lalu semua para pekerja berlalu menjauh dari tuan nya, Aldi memang terlihat sangar bila seperti ini. Postur tubuh nya yang tinggi serta besar serta otot-otot nya yang begitu tercetak jelas di balik kemeja yang ia kenakan, mambuat orang-orang takut jika melawan perintah nya.
Wajar saja jika semua pekerja di mansion sangat segan melihat Aldi. Karena mereka belum mengetahui ke somplakan Aldi saat kumat.
"Ayo, sayang. Kuta ke kamar." Ajaka Aldi sembari menggandeng tangan istrinya.
__ADS_1
Rania yang mendengar ajakan Aldi untuk ke kamar, seketika pipi nya memerah. Dia sangat malu membayangkan apa yang akan terjadi nanti hanya berdua bersama Aldi di kamar.