Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Bersedia Menikah


__ADS_3

Brakk


Sayup-sayup Adrian merasakan ada sesuatu yang terus bergerak di atasnya. Sedikit demi sedikit mulai bisa melihat, ia melihat ada sosok wanita di atas nya tanpa busana.


Kemudian mata nya kembali menatap ke arah sumber suara yang begitu keras hingga membuat nya tersadar.


Deg


"Alexa!" Batin Adrian, ia melihat Alexa sedang mematung di depan pintu.


Kemudian ia kembali menatap wanita yang ada di atas tubuh nya. Mata nya membuka sempurna seakan ingin keluar dari tempat nya. "Kau??" Pekik Adrian. Ia begitu terkejut melihat sosok wanita di atas nya setelah kesadaran nya pulih.


"Apa yang kau lakukan??" Adrian menyentak tubuh Liana yang masih bergerak lincah di atas nya hingga ia terjerambat ke sisi ranjang sebelah kiri Adrian.


"Au!! Honey ... kenapa kau mendorong ku? bukankah kau tadi yang menginginkan gantian aku yang bekerja?" Kata Liana pura-pura dengan nada kesal nya namun sengaja ia buat manja.


"Jangan mengada-ada kamu!!" Bentak Adrian saat melihat Alexa masih mematung di tempat nya.


"Sayang, ini tidak seperti yang kemu pikiran kan." Kata Adrian menatap cemas Alexa.


"Tidak seperti yang aku pikirkan?" Alexa menatap sinis pada kedua insan itu.


Sekuat tenaga ia harus bisa menahan air mata nya agar tidak semakin di tertawakan oleh pasangan manusia jahat itu.


"Hahaha... Ya! Kau benar!!! Kau tidak seperti yang ku bayangkan!!" Pekik Alexa. Wajah nya memerah menahan tangis juga amarah pada Adrian.


"Aku terlalu mudah di bodohi mu dengan kata-kata busuk mu itu!!!!" Alexa berteriak keras dengan air mata yang sudah tidak bisa di tahan. Kedua pipi nya sudah di banjiri oleh air mata yang terus keluar dari pelupuk nya tanpa ingin berhenti.


"Laki-laki bajingan!!! Tega sekali kau membohongi ku Adrian!!!" Alexa sudah tidak bisa mengendalikan diri. Tas yang sejak tadi menggantung di pundak nya ia lemparkan ke arah Adrian dengan begitu keras.


Brakk


Tepat sekali, tas itu mendarat sempurna di kepala Adrian, namun tidak ada reaksi apapun dari laki-laki itu.


"Sialan kau Adrian!!! Kau sudah mempermainkan ku!!!" Ia berganti melepaskan heels yang sejak tadi digunakan sebagai alas kaki nya.


Peng

__ADS_1


"Adrian!!" Liana berteriak keras saat sepatu heels kembali mendarat di kepala Adrian.


Bagian lancip dari heel itu berhasil menangkap mengenai keningnya hingga saat ini kening Adrian mengeluarkan darah yang lumayan banyak.


Kemudian Alexa beralih menatap wanita di samping nya. "Kalian menjijikkan!!"


"Heh!! Apa yang kau lakukan pada calon suamiku??" Bentak Liana memegang kepala Adrian namun langsung di tepis oleh nya.


Alexa bisa melihat tubuh kedua manusia itu yang belum memakai sehelai benang pun. Tubuh keduanya di penuhi banyak sekali bercak kemerahan tanda bukti percintaan.


Alexa hanya tersenyum miris melihat nya. Sungguh, ia tidak pernah menyangka Adrian akan menyakiti nya sampai sejauh ini.


Bahkan sakit yang ia rasakan kali ini lebih dalam dari sakit yang pernah Adrian torehkan sebelum nya. Karena dulu Alexa memaklumi dengan segala tindakan Adrian semata-mata hanya untuk meluapkan sakit hati nya.


Tetapi apa yang dipikirkan nya ternyata salah besar, Adrian melakukan itu semua memang karena dirinya pria bajingan yang hanya ingin mempermainkan hati nya.


Dan kali ini, luka yang di torehkan Adrian benar-benar tidak bisa ia maklumi.


"Tutup mulut mu Liana!" Bentak Adrian sembari menyentak tubuh Liana hingga kembali terjatuh.


Alexa menyeka air matanya dengan kasar, lalu menatap sinis kepada sepasang sejoli itu. "Kalian memang sangat serasi, sama-sama iblis!! Aku bersumpah!!! Semoga Tuhan memberikan hukuman yang setimpal karena telah menyakiti hati wanita lemah ini!!"


Seperti tersambar petir di siang bolong, Adrian memaku di tempat mendengar sumpah dari wanita yang sangat dicintainya.


"Sa_sayang." Air mata Adrian lirih seketika. Namun sayang, air mata itu tak lagi di lihat oleh wanita yang menjadi cinta pertama nya karena Alexa lebih dulu meninggalkan tempat itu.


Dengan cepat ia meraih kain untuk menutupi tubuh nya dan segera mengejar wanita nya. "Mau kemana, Adrian?" Tanya Liana. Tangan nya mencekal lengan Adrian yang sengaja agar Adrian tidak bisa mengejar Alexa.


"Minggir kau!!!" Geram Adrian kemudian menyentak tubuh Liana.


Baru saja ia melangkah beberapa kali tiba-tiba ia mendengar keributan dari luar kamar.


Brakk


Segerombol orang membawa kamera lengkap dengan buku dan alat tulis yang ia bawa berhasil menerobos masuk kamar itu.


Kondisi Adrian yang masih bertelanjang dada dan Liana yang masih belum mengenakan pakaian apapun hanya bisa bersembunyi di balik selimut menjadi sorotan para manusia yang membawa kamera.

__ADS_1


Seluruh orang memotret kondisi tubuh Adrian dan Liana yang sangat terlihat baru saja melakukan percintaan.


Para wartawan mulai mengintrogasi Adrian dan Liana dengan banyak pertanyaan mengenai kejelasan hubungan nya bersama Liana.


Brakk


Tiba-tiba ayah Liana datang sembari menendang pintu yang sudah terbuka sedari tadi.


"Saya tidak terima atas perlakuan mu terhadap putri saya yang hanya menjadikannya sebagai pemuas hasrat mu saja!! Saya butuh kejelasan tanggung jawab mu!!! jika kau tidak mau bertanggung jawab maka jangan salahkan saya untuk menjebloskan kamu ke dalam penjara."


Seluruh wartawan yang ada di sana bersorak setuju dengan perkataan ayah Liana. Mereka menuntut Adrian untuk menikahi Liana.


Jika Adrian tidak mau, maka ia harus siap untuk mendekam di penjara. Bukan hanya itu, perusahaan nya yang selama ini ia bangun akan terancam gulung tikar gulung tikar karena bisa dipastikan tidak akan ada lagi orang yang mau bekerja sama dengan nya.


Adrian menghela nafas nya kasar. "Baik, besok saya akan menikahi Liana." Kata Adrian setelah berpikir penuh pertimbangan.


Bukan berarti Adrian takut jatuh miskin, tetapi yang ia pikirkan saat ini adalah harus mengejar Alexa. Jika ia sampai di penjara, maka ia tidak akan pernah lagi bisa bertemu dengan Alexa.


Saat ini yang harus ia lakukan adalah menahan Alexa agar tidak pergi kemanapun.


Sedangkan di tempat lain, seorang wanita masuk ke dalam taksi, sepanjang perjalanan ai terus saja menangis. Tangan kanan nya meremas dada bagian kirinya yang terasa ngilu.


"Jahat kamu Adrian!! jahat sekali kamu membohongi ku!!" Alexa menangis pilu seorang diri.


Tak ada siapapun yang ikut merasakan kesedihan nya.


Tak beberapa lama, ia sudah berada di depan hotel. Setelah membayar tarif taksi, ia segera keluar dari taksi itu dan memberi tahu pada sang sopir menyuruhnya menunggu.


Setelah keluar dari mobil, ia segera berlari ke dalam kamar inap nya kemudian mengambil koper beserta barang-barang nya yang masih berserakan di atas lantai.


Termasuk ponsel yang di charger kemudian berusaha menghidupkan nya lagi


Mataku berat kali, ngantukkk😴


...πŸ’™πŸ’™πŸ’™...


...TBC...

__ADS_1


See you next chapter πŸ‘‹πŸ™‚


__ADS_2