Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Mencari Tempat Hiburan


__ADS_3

Setelah selesai melakukan pergumulan panas, sepasang pengantin baru itu benar-benar kehilangan energi nya.


Adrian yang melihat istri nya kelelahan dan kelaparan, berinisiatif mengambilkan makanan di dapur karena merasa tak tega pada kondisi istri nya.


"Adrian! Apa yang kau lakukan?!" Pekik Alexa saat tiba-tiba Adrian membuka selimut nya yang menampilkan tubuh polos istri nya.


Baru saja dibuat terkejut saat selimut nya di tarik, kini bertambah keterkejutan nya saat tiba-tiba Adrian membuka kedua kaki Alexa lebar-lebar. Tentu saja Alexa sangat kaget dan berteriak keras.


"Diam lah! Aku akan mengobati mu sebentar. Aku tahu kau pasti merasa ngilu karena telah ku hajar habis-habisan." Tegas Adrian. Tangan nya terus bergerak mengompres bagian bawah istri nya menggunakan air hangat.


Meski Alexa tidak mengeluh tapi Adrian cukup tahu kalau saat ini pasti Alexa merasa sakit karena di pakai nya terus-menerus. Adrian sampai melihat ada beberapa luka lecet di bawah sana.


"Shh ... Adrian perih." Lirih Alexa saat suami nya memakaikan salep untuk nya.


"Tenang lah, ini hanya akan sebentar perih nya. Setelah itu pasti akan sembuh." Tutur Adrian menenangkan sang istri karena wajah nya terlihat takut saat Adrian ingin memberikan salep lagi.


Ternyata memang benar kata Adrian, ngilu dan perih yang sejak tadi di rasakan Alexa tiba-tiba hilang setelah beberapa detik di olesi salep. "Terimakasih." Ucap Alexa tulus.


"Tidak perlu berterima kasih karena aku melakukan ini agar nanti kita bisa bercinta lagi." Kata Adrian dengan enteng nya.


Alexa langsung mendelik tajam, tangan nya tidak sabar ingin memukul suami nya dengan brutal. "Tidak bisakah kau sekali saja bersikap romantis?!" Alexa sudah kehabisan kata-kata untuk mengumpat pada suami nya.


"Auhh ... sakit, Sayang. Jangan di pukul dong! di elus aja mau." Adrian tersenyum menggoda menatap istrinya.


"Issh kamu, ya!" Alexa kembali bergerak memukul tubuh suami nya yang ada di depan nya. Gerakan itu sontak mengakibatkan selimut yang menggulung tubuh nya terjerambat.


"Sayang, lihat lah! mahakarya ku ternyata bagus juga." Adrian senyum-senyum sendiri melihat tubuh istri nya sudah di penuhi bercak-bercak merah kebiruan. Dan yang paling parah di pucuk buah pir nya itu tidak hanya bercak tetapi juga lecet.


Adrian baru menyadari hal itu, lalu ia meraih kembali salep yang digunakan untuk mengobati sangkar belukar nya sekarang ia gunakan juga untuk ujung buah pir nya.


"Sshh ... perih." Alexa mendesis saat Adrian mengoles tepat di bagian yang lecet.


"Ini semua gara-gara kamu!" Sungut Alexa, tatapan nya berubah kesal pada suami nya yang tidak mau berhenti saat memainkan dua buah pir jumbo itu.


"Tapi saat aku melakukan nya kamu juga menikmati, sayang!" Protes nya.

__ADS_1


"Issh ... nyebelin!" Alexa mencebik kesal namun terlihat lucu.


Adrian memang suka sekali menggoda nya, meski sebenarnya yang di lakukan Adrian itu tulus tapi selalu ada embel-embel investasi yang membuat Alexa kesal.


"Sudah-sudah, ayo sekarang serapan dulu."


Alexa mengangguk kemudian berjalan menjauhi ranjang.


"Eh, mau kemana?" Adrian tidak mengerti istri nya justru Alexa berjalan menjauhi nya.


"Tentu saja mengambil baju, memang nya kau ingin aku makan tanpa menggunakan baju?" Kata Alexa sembari terus melangkah menuju walk in closet.


"Itu tidak perlu, sayang. Untuk satu hari ini, kau tidak akan ku biarkan menggunakan baju." Kata Adrian santai sambil ikut menyusul istri nya.


"What?!!" Alexa yang kaget mendengar ucapan suami nya sontak berhenti serta membalikkan badan. "Apa kau gila?" Pekik Alexa. Ia tidak habis pikir dengan kemauan suaminya yang baru satu malam ini.


"Tentu aku tidak gila! Dan ini perintah! Setelah ini kita akan membuat bayi lagi. Seharian ini, kau ku hukum untuk tidak keluar kamar karena telah membuat kulit-kulit ku memerah akibat gosokkan mu."


Adrian menyeringai kemudian meraih pinggang istri nya dan langsung menggendong nya kemudian di bawa ke sofa dan di depan nya ada meja yang sudah tersaji beberapa menu sarapan.


"Ya, aku tahu! Dan sekarang sudah sembuh karena salep itu bekerja sangat cepat." Kata Adrian sembari mengangkat makanan yang ada di piring.


"Tapi aku sangat capek." Keluh nya.


"Kau tidak perlu bekerja, cukup nikmati saja!" Sahut Adrian yang semakin membuat Alexa tidak bisa berkata-kata.


"Tap_"


"Tidak ada bantahan! Atau kau ingin aku melakukan nya dengan wanita lain?" Tegas Adrian penuh ancaman.


"Ck! Kau itu keterlaluan sekali!" Sungutnya.


"Cepat buka mulut mu, atau kau ingin aku menyuapi mu dengan mulut ku?." Ia menaik-turunkan alis nya tersenyum menggoda Alexa.


Sejak tadi Adrian sudah menyodorkan satu sendok makanan ke depan mulut Alexa namun wanita nya tak kunjung membuka mulut.

__ADS_1


"Aku tidak suka wortel nya!" Alexa mendorong pelan sendok itu sembari menutup mulut nya.


Adrian mengangguk kemudian dengan telaten ia memisahkan wortel yang ada di sup nya.


Sepasang pengantin baru itu benar-benar menghabiskan waktunya seharian di kamar. Hanya Adrian yang beberapa kali keluar itu pun hanya untuk mengambil makanan mereka.


Hari sudah menjelang malam, suara-suara aneh yang beberapa jam baru hilang kini mulai terdengar lagi di telinga si bujang lapuk.


"Shitt!!" Ia kembali mengumpat saat mendengar suara wanita nya begitu keras dan meminta lebih. Tentu otak nya langsung bekerja dengan sangat cepat.


Bang Aldi memutuskan untuk mencari hiburan daripada tinggal terus menerus di mansion ini karena selalu mendapat rezeki mendengar suara-suara laknat dari kamar pengantin.


Ia sendiri heran dengan adiknya, ada alat kedap suara di kamar nya, tetapi kenapa seakan dengan sengaja Adrian mematikan alat itu agar sampai terdengar keluar kamar?


Apakah adiknya ini ingin menunjukkan ketangguhan nya yang tahan berjam-jam menggagahi istri nya??


Tidak tahu saja kalau kakak nya ini juga tak kalah hebat dalam urusan ranjang jika mau. Tapi bang Aldi tidak suka mencelupkan botol air mineral nya ke sembarang wanita.


Maka dari itu sampai sekarang ia masih menjaga batasan dalam bergaul. Meski ia juga tidak menampik pernah melakukan hal lebih tapi tidak sampai pada tahan celup mencelup.


"Ahh... Adrian! jangan di jilat!"


"Ahh ... Sayang! lebih cepat ... "


Telinga bang Aldi sudah tak tahan mendengar nya, ia langsung meraih kunci dan menuruni tangga. Ia juga butuh wanita untuk mendinginkan botol air mineral nya.


Tidak ada tiga puluh menit bang Aldi sudah sampai di tempat hiburan malam. Bang Aldi langsung menuju ke salah satu sofa yang ada di sana.


Mata nya menyipit saat melihat seorang wanita yang sangat di kenali nya.


Ia menatap sinis pada wanita itu yang sedang melakukan peraduan bibir dengan laki-laki buncit seumuran ayah nya. Bahkan tubuh bagian atas nya sudah tak lagi melekat, dua buah semangka itu tak tertutupi apapun. Semua orang bisa melihat nya ketika pria buncit itu menikmati dia buah semangka nya sedangkan dirinya terus meracau tidak jelas.


...💙💙💙...


...TBC...

__ADS_1


See you next chapter 👋🙂


__ADS_2