
Seperti malam pengantin sebelumnya dengan Frans, Alexa pun merasakan kegugupan yang sama seperti dulu.
Bedanya, jika dulu Alexa takut akan kekecewaan Frans saat mengetahui dirinya sudah tidak perawan, sekarang Alexa dibuat takut dan bergidik ngeri membayangkan betapa buas nya Adrian berbuka puasa.
Ia sudah bisa membayangkan bagaimana agresif nya Adrian saat menyentuh nya, ah ... membayangkan saja sudah membuat bulu kuduk nya berdiri. Apalagi nanti kalau Adrian benar-benar menyentuh nya?
Cklek!
Pintu kamar pengantin terbuka sempurna, membuat Alexa dilanda ketakutan. Jantung nya sudah berdetak tidak normal, bahkan tangan nya ikut gemetar, lutut nya lemas, mata nya tak sanggup menatap siluet tubuh yang sedang berjalan mendekat ke arah nya.
Ini bukan kali pertama ia akan melakukan sesi malam pertama, tapi entah mengapa perasaan gugup itu melebihi gugup nya seorang gadis yang akan di ambil keperawanaan nya.
Dulu memang saat Alexa di ambil keperawanaan Adrian tidak mengalami kegugupan seperti sekarang karena saat itu mereka berdua sama-sama terbuai dengan kenikmatan sesaat, namun sekarang konsep nya beda lagi.
Tidak ada kata perawan, tidak pula ada kata perjaka, kedua nya sama-sama sudah ternoda. Namun itu semua tak mengurangi sedikit pun hasrat mereka untuk menikmati malam pertama. Lebih tepatnya hasrat Adrian!
Alexa yang seperti seorang gadis pemalu dengan tubuh masih suci belum pernah di jamaah sedikit pun. Sedangkan Adrian yang sangat bersemangat dengan hasrat nya yang menggebu, seperti singa kelaparan ingin segera menerkam mangsa nya.
"Kenapa belum mandi?" Suara bariton itu berhasil membuat Alexa hampir kehilangan salah satu organ dalam nya, yaitu jantung.
Untung saja, masih terlindungi bagian organ luar yang berhasil menyelamatkan jantung nya hingga sampai sekarang masih berdetak meski tidak normal.
"I_ni mau mandi." Alexa masih setia menundukkan kepala meski saat ini ia sudah bangkit dari sisi ranjang akibat suara bariton Adrian yang membuat jantung nya tidak aman.
"Kenapa tidak sejak tadi? Atau_" Adrian sengaja menghentikan ucapan nya kemudian meneliti tubuh Alexa dari atas hingga dengan senyum penuh arti.
Tiba-tiba Adrian mendekat ke arah Alexa hingga tubuh kedua nya tinggal berjarak tiga centimeter. "Kau ingin aku yang memandikan?" Bisik Adrian tepat di depan telinga kiri Alexa.
Dengan sengaja ia menghembuskan nafas saat berkata hingga membuat Alexa merasakan sensasi geli dan hangat sampai kulit nya meremang. Alexa memejamkan mata untuk menikmati sensasi yang entah lah bagaimana rasanya.
"Baiklah, kalau itu mau mu. Ayo, kita mandi bersama." Tanpa ba bi Bu Adrian langsung mengangkat tubuh mungil Alexa yang di balut dengan gaun seksi nya ala bridal style.
"Adrian! Turun kan aku!" Teriak Alexa, tangan dan kaki nya terus memberontak agar dilepaskan.
"No, sayang. Kali ini aku tidak akan melepaskan mu. Kamu adalah milikku, jadi tidak boleh menolak ku!" Tekan Adrian.
"Bukan kah kau pernah mengatakan untuk menunggu ku sampai siap meski kita sudah menikah?" Tanya Alexa mengingatkan.
Adrian nampak berfikir sembari berjalan ke arah pintu bathroom. Memang Adrian pernah mengatakan seperti itu, dia mengatakan akan menunggu Alexa sampai siap meski Adrian sudah menikahi nya.
__ADS_1
"Maka aku akan mencabut perkataan ku yang itu!" Jawab nya tanpa beban.
Seketika Alexa melebarkan mata nya. "Tidak bisa! Janji adalah janji yang harus ditepati! seperti pepatah yang mengatakan, janji adalah hutang, berarti_"
"Aku sama saja berhutang?" Potong Adrian.
"Ya, itu tahu!"
"Maka aku siap untuk hutang pada mu!" Kata Adrian dengan wajah santai nya.
"Mana_"
Cklek
Pintu bathroom terbuka, Alexa kembali di landa kepanikan. "Adrian! Turunkan aku!" Ia kembali memberontak, bukan nya Alexa tidak ingin memberikan hak nya karena masih marah, bukan.
Tapi sungguh, ia sangat takut menghadapi malam ini, apalagi melihat kilatan di mata Adrian yang berhasil membuat Alexa tidak berani menatap nya lama-lama.
"Diam lah!" Sentak Adrian saat Alexa terus saja memberontak, namun setelah mendengar suara berat Adrian, ia dibuat takut dan benar-benar menuruti perintah Adrian. Alexa diam di gendongan nya dengan mulut yang juga tertutup rapat, tak berani mengeluarkan suara sedikitpun.
Alexa mengamati gerakan tangan Adrian yang sedang menghidupkan air untuk mengisi bathub, hal itu semakin menambah ketegangan Alexa karena setelah ini pasti akan ...
Deg
Dugaan Alexa benar, Adrian membisikkan kata-kata itu dengan penuh penekanan sembari menegakkan tubuh nya.
Takut, malu, cemas, gemetar, jantung berdetak tidak normal, itu lah yang Alexa rasakan saat ini.
Ingin sekali menolak, namun saat melihat mata sayu Adrian dengan kilatan penuh gairah membuat nya kembali mengurungkan niat.
Dengan perlahan namun pasti, Alexa menurunkan gaun yang ia pakai. Tidak ada acara tidak bisa menurunkan resleting gaun, karena faktanya tidak apapun di bagian punggung gaun.
Ya, bagian punggung gaun yang di pakai Alexa bolong sempurna nyaris tidak tertutup kain hingga mempermudah Alexa menurunkan nya. Namun, itu semakin membuat Alexa ketar-ketir karena tidak bisa memperlambat waktu.
"Ck! Kelamaan!" Adrian kesal saat melihat gerakan tangan Alexa yang sangat lambat, padahal seharusnya hanya dengan satu kali tarikan gaun itu sudah pasti melorot sempurna.
"Sini, biar ku bantu!" Adrian menarik tubuh Alexa dengan tidak sabaran, hingga membuat tubuh bagian depan Alexa menabrak dada bidang Adrian.
Dan otomatis Adrian pun ikut merasakan dua benda kenyal dan hangat yang menabrak dada bidang nya, dan itu semakin menambah gejolak sensasi aneh yang sedari tadi Adrian tahan.
__ADS_1
"Jangan!!"
Terlambat!
Gaun itu sudah teronggok di lantai, menampakkan dua bukit indah menjulang tinggi yang siap di daki. Mata Adrian sudah tidak bisa di kondisikan lagi, apalagi saat melihat dua bukit miliknya itu tak terhalang apapun.
Hanya tersisa kain segitiga yang menutupi area bawah wanita nya. Dengan tidak sabaran Adrian menyerang bibir ranum Alexa yang sejak tadi menjadi mangsa utama.
Adrian terus menyesaap dan meluumatnya pelan, lidah nya ia telusup kan di setiap rongga mulut wanita nya, sedangkan Alexa hanya menikmati setiap perlakuan Adrian dengan sesekali membalas nya.
Semakin lama lidah itu semakin liar, tak puas hanya dengan lidah, kedua tangan nya sudah mendarat sempurna di dua bukit Alexa.
Alexa sangat menikmati setiap remaasan, dan cubitan kecil yang diberikan Adrian di puncak bukit nya.
Tanpa terasa mulut nya mengeluarkan suara-suara aneh seiring dengan perlakuan Adrian yang semakin membuat nya terlena hingga kehilangan akal jernih.
"Ahh ..." Lolos sudah desaahan Alexa saat tiba-tiba Adrian mengisap salah satu bukit nya dengan kuat, sedangkan satu bukit nya lagi masih ia mainkan menggunakan tangan sebelah kiri.
Sedangkan tangan sebelah kanan nya ia gunakan untuk menyusup di balik kain berbentuk segitiga, lengkap sudah penderitaan Alexa kali ini.
Saat Adrian merasakan Alexa benar-benar sudah terbuai dengan permainan nya, dengan segera ia melepaskan baju dan celana.
Namun tiba-tiba saja pandangan mata Alexa berubah, semula di liputi dengan gai rah tiba-tiba saja berubah menjadi tatapan penuh kecewa saat melihat tubuh Adrian.
Ada apa? Batin Adrian penuh tanda tanya.
"Aku ingin mandi sendiri, kau keluar lah lebih dulu." Alexa membalikkan badannya, seakan enggan menatap tubuh Adrian.
"Kenapa?" Akhirnya Adrian memberanikan diri untuk bertanya.
"Hapus dulu bekas percintaaan mu dengan wanita mu, sebelum ingin bercintaa dengan ku!"
Deg.
...💙💙💙...
...TBC...
See you next chapter 👋🙂
__ADS_1