
Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit, akhirnya mereka sampai di unit apartemen.
Terlihat Rania sudah beberapa menguap karena mengantuk, mata nya sangat berat untuk dibuka. Untung saja, Aldi sangat perhatian pada nya. Dia tak membiarkan Rania bergerak sedikit pun tanpa dibantu oleh nya.
Saat turun dari mobil pun Aldi memperlakukan Rania dengan hal serupa seperti saat mereka berangkat ke rumah sakit, yaitu dengan cara menggendong nya.
Setelah selesai pemeriksaan, mereka memutuskan langsung pulang ke apartemen karena memang waktu nya sudah hampir dini hari.
"Sssttt ... tidur lah, sayang." Gumam Aldi pada snag istri yang saat ini berada dalam gendongan nya. Tiba-tiba saja istri nya menggeliat, padahal tadi baru saja tertidur dalam gendongan nya.
"Ngantuk." Rengek nya. Kepala Rania terus bergerak-gerak mengendus-endus ke dalam dada bidang nya.
"Sayang, berhentilah bergerak. Kau akan membangun kan rudal ajaib ku dibawah sana." Kata Aldi mulai tak nyaman.
Perkataan Aldi ini sontak membuat Rania membuka bola mata nya.
"Rudal sakti? Apa itu rudal sakti?" Tanya Rania yang memang tak mengerti maksud suami nya.
"Apa kau benar-benar tak mengetahui rudal sakti?" Tanya Aldi mengulum senyum.
"Emm ... Aku tak tahu, tapi aku berpikir rudal sakti itu hampir mirip seperti rudal Rusia. Yang bentuk nya besar, tajam dan sangat keras. Dan pastinya itu akan sangat menyakitkan bila tertusuk rudal itu." Kata Rania mencoba mengingat-ingat bentuk rudal Rusia yang pernah dilihat nya dalam situs internet.
Tetapi kata-kata Rania yang terkesan ambigu ini seketika memancing tawa Aldi.
Laki-laki itu benar-benar tertawa karena deskripsi tentang rudal rusia itu hampir mirip dengan rudal sakti nya. Beda nya, bila rudal rusia itu mengenai manusia akan kesakitan, tetapi berbeda dengan rudal sakti nya yang bila menembus dinding seorang wanita justru akan merasa keenakan.
"Apa rudal rusia itu benar-benar mengerikan seperti yang kau bilang?" Tanya Aldi sengaja memancing istri nya.
"Ya, itu sangat mengerikan. Terlihat dari bentuk nya saja yang sangat besar, kuat, dan panjang. Ohh ... pasti itu sangat menyiksa." Kata nya sembari bergidik ngeri.
Rasa kantuk yang semula menyerang nya, tiba-tiba hilang begitu saja.
__ADS_1
Aldi tampak berusaha menahan tawanya supaya tidak meledak saat otak kotor nya membayangkan bagian depan rudal rusia itu sama persis dengan bentuk rudal ajaib nya yang masih berada di dalam sangkar.
"Apakah hanya rudal rusia yang menurut mu sangat menyeramkan? Tidak ada yang lain yang lebih menyeramkan kah?" Tanya Aldi menaikkan satu alisnya.
"Maksud mu?" Tanya Rania tidak faham.
"Ya, seperti rudal Mesir misalnya." Kata Aldi menjelaskan.
"Memang nya bentuk rudal Mesir itu seperti apa? Aku tak pernah melihat nya atau mencari tahu di internet." Rania memberi tahu, dia memang belum tahu bagaimana bentuk rudal Mesir.
"Sebentar." Terlihat Aldi berpikir sejenak. Setelah itu, Aldi meraih ponsel nya yang sejak tadi berada dalam saku. Tak tahu apa yang sedang dilakukan Aldi tapi sepertinya dia sedang mencari informasi karena terlihat dia sedang membuka aplikasi Mbah G**gle.
"Ini yang bentuk rudal Mesir, sayang." Tubuh Aldi merapat pada istri nya, agar bisa melihat gambar hasil penelusuran nya di internet.
Dia memperlihatkan bentuk rudal Mesir yang ternyata bentuk nya lebih panjang serta lancip. Otak suci Aldi mulai membayangkan bagaimana jadinya bila bentuk rudal nya seperti itu, lancip dan memanjang. Sungguh, Aldi tak bisa menahan tawa nya membayangkan Rania yang di masuki rudal nya dalam bentuk seperti ini.
"Hahaha ... iya, sayang. Bagaimana kalau benda itu masuk ke lubang wan-" Seketika Aldi menutup mulut nya saat hampir saja keceplosan.
"Wan apa?" Tanya Rania penasaran. Dia bahkan belum menyadari kalau sejak tadi mereka sedang membahas rudal. Yang maksud dari rudal itu sendiri adalah senjata peledak rahim untuk menyuburkan rahim wanita hingga menumbuhkan benih-benih yang masih tidur.
"Wan itu loh sayang ... " Aldi masih berpikir keras mencari kata-kata yang tepat. Tangan kanan nya menggaruk-garuk rambut nya yang sama sekali tidak gatal.
Mata nya gelagapan melihat kesana kemari menghindari tatapan sang istri.
"Itu apa?" Cecar Rania lagi. Doa semakin dibuat penasaran oleh tingkah suami nya.
"Wanas wanget, ya wanas wanget!" Sahut Aldi cepat dan terdengar tak masuk akal. Rania semakin terheran-heran oleh tingkah suami nya.
"Wanas wanget, itu apa? Aku belum pernah mendengar nama itu."
"Itu semacam benda berkawah sayang."Jelas Aldi semakin melantur.
__ADS_1
"Kenapa aku belum pernah mendengar nya?" Rania bergumam sendiri sembari berpikir hebat.
"Karena memang nama itu sangat asing, sayang. Sudahlah jangan bahas itu lagi. Lebih baik sekarang kuta bahas rudal ajaib ku." Aldi menaik-turunkan kedua alisnya sembari tersenyum penuh arti.
Sedangkan Rania hanya menautkan kedua alisnya melihat ekspresi Aldi yang menurut nya aneh. Bagaimana tidak aneh? Mereka hanya membahas mengenai senjata tempur, tetapi sorot mata nya serta senyuman Aldi seperti sedang menginginkan sesuatu.
Rania memicingkan mata lalu berkata. "Apa yang dimaksud rudal ajaib? Di mana itu?" Desak Rania. Dia benar-benar curiga pada suami nya melihat eksepsi nya yang tak wajar.
"Kau benar-benar tidak tahu?" Tanya Aldi memastikan.
Hufft, istri nya ini memang benar-benar tidak peka. Padahal sejak tadi mereka membahas sesuatu dibalik celana nya, tetapi Rania tetap tidak mengerti.
"Apa sih? Aku tidak tahu ada rudal ajaib. Apa benda itu benar-benar ajaib? Apakah benda itu berasal dari langit? Atau planet lain?" Tanya Rania penasaran. Mengindahkan rasa penasaran nya pada ekspresi me-sum snag suami.
"Ya, rudal itu sangatlah ajaib. Jika rudal lain menyemburkan lahar panas dan mengakibatkan kerusakan, berbeda dengan rudal ajaib. Rudal ajaib itu menyemburkan ribuan kehidupan untuk menyirami ladang. Dan membuatnya subur." Jelas Aldi menahan tawa.
"Wow, Itu sungguh mengagumkan, hubby. Apakah aku bisa melihat nya? Apa aku bisa mendapatkan nya? Apa rudal ajaib bisa dibeli? Jika iya, aku ingin memiliki satu untuk menyuburkan tanaman kita." Pinta Rania menggebu-gebu. Dia terlihat sangat semangat dan antusias.
"Sebenarnya kau ini polos atau terlalu polos, sayang?" Tanya Aldi tak bisa menahan tawa.
Aldi bahkan sudah tertawa terbahak-bahak saat ini.
"Maksudmu? Kenapa kau bertanya seperti itu? Kenapa kau justru tertawa? Kenapa tidak menjawab pertanyaan ku?" Rania sedikit kesal karena bukannya menjawab, tetapi Aldi malah tertawa.
"Apa kau benar-benar menginginkan rudal sakti itu, sayang?" Tanya Aldi dengan seringai tipis dibibir nya.
Rania menjawab nya dengan mengangguk antusias.
"Kalau begitu, aku akan memberikan nya pada mu. Tidak perlu membayar nya.
Aldi langsung mengarahkan kedua tangan Rania pada rudal saktinya yang masih tertidur pulas, lalu menggenggam nya erat membuat dalam sekejap mata rudal sakti nya bangun seketika.
"ALDIII....!"
__ADS_1