Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Resmi bercerai


__ADS_3

Setelah beberapa menit bermain kejar-kejaran, akhirnya mereka menghentikan aksi kejar-kejaran itu karena keduanya sama-sama lelah.


Baru saja Alexa mendudukkan bokong nya ke sofa yang ada di ruangan itu tiba-tiba hidung nya mencium bau gosong yang begitu menyengat.


"Ya ampun, masakan ku!!!" Pekik Alexa keras seraya berlari ke arah dapur.


Saat berada di sana ia bisa melihat dengan jelas wajan yang digunakan untuk memanggang roti sudah hangus tak berwujud.


"Yah ... gosong." Gumam Alexa dengan wajah sedihnya.


"Sudah tidak apa sayang, kita sarapan di luar saja." Kata Adrian yang baru datang ke dapur memberi pengertian.


"Ini semua gara-gara kamu, andai saja kamu tidak mengganggu ku memasak, pasti roti nya tidak akan gosong." Alexa sangat kesal pada Adrian karena telah menghancurkan sesi masak nya pagi ini.


"Kok nyalahin aku sayang? kan kamu sendiri yang ngejar-ngejar aku dan ingin memukul ku pakai alat itu." Tunjuk Adrian pada spatula yang sempat di bawa Alexa tadi.


Ia juga tidak terima saat Alexa menyalahkan dirinya karena memang kenyataan nya bukan dirinya yang membuat masakan itu gosong.


"Tapi ini semua gara-gara kamu, kalau saja kamu tidak mencium ku pasti aku tidak akan mengejar mu!" Sanggah Alexa lagi.


"Ya ampun sayang, cuma di cium pipi aja sampai gitu. Padahal kita sudah sering melakukan yang lebih dari itu." Kata-kata Adrian terdengar begitu menohok tapi memang itu fakta nya.


"Apa kamu bilang??" Tanya Alexa sembari membesarkan bola mata nya.

__ADS_1


"Memang aku bilang apa?" Tanya Adrian pura-pura tidak tahu.


"Barusan kamu bilang apa??" Tanya Alexa yang semakin kesal saat Adrian kembali memasang wajah tak berdosa nya itu.


"Ooh ... aku bilang kita sudah sering melakukan hal lebih dari itu. Memang benar kan? Kemarin aja kita baru ciuamann sangat lama, dulu bahkan kita sering melakukan--"


"Cukup!!!" Teriak Alexa tak sanggup untuk mendengarkan celotehan Adrian, ia tak pernah berfikir kalau Adrian dengan enteng nya mengatakan hal fulgar yang pernah mereka lakukan.


"Katanya aku suruh ngomong yang tadi? kenapa sekarang di suruh berhenti? Aku kan hanya menjelaskan kalau kita memang sering,--" Kata Adrian lagi dengan wajah tak berdosa seperti anak kecil, dan eksepsi yang seperti itu semakin membuat Alexa jengkel.


"Masih berani ngomong???" Potong Alexa sembari bersiap-siap ingin menggeplak kepala Adrian menggunakan panci agar otak nya tidak oleng lagi.


"Hehehe ... enggak sayang," Jawab Adrian cengengesan sembari menggaruk kepala belakang nya yang tidak gatal.


"Cepat mandi dan ganti baju, kita sarapan di luar," Alexa memberi perintah dan Adrian hanya mengangguk patuh. Terlihat seperti seorang ibu yang sedang memerintah anak nya.


"Aku mandi dulu sayang," Namun sebelum beranjak dari tempat nya, Adrian berhasil mencuri ciuman kembali.


Dan kali ini tidak di pipi melainkan di bibir Alexa, bahkan Adrian sedikit memberikan lummatan pada bibir itu.


"Bye sayang," Adrian bergegas keluar kamar dengan santai.


Sedangkan Alexa yang masih terkejut dengan tindakan Adrian tadi hanya melongo kemudian mengerjapkan pupil mata nya beberapa kali.

__ADS_1


Setelah kesadaran nya pulih Alexa kembali berteriak kencang, untung saja tidak ada orang disekitar nya, Jika saja Adrian masih berada di sana sudah dipastikan ia terkena gangguan pendengaran karena teriakan Alexa yang begitu memekakkan telinga.


Ting ... tong ...,


Baru saja Alexa berencana ingin mengejar Adrian, langkah nya di hentikan oleh suara bell apartemen.


Ia segera melangkah keluar untuk membuka kan pintu.


"Selamat pagi Bu, saya pengacara tuan Adrian ingin memberikan ini pada Bu Alexa," Kata pengacara yang sengaja di perintah Adrian untuk mengurusi perceraian Alexa dengan Frans.


"Pagi pak, maaf ini apa ya?" Tanya Alexa saat laki-laki di depan nya menyodorkan amplop besar warna coklat.


"Silahkan sebaiknya anda lihat sendiri Bu," Saran laki-laki itu namun Alexa sudah lebih dulu membuka nya.


Saat melihat isi dari amplop itu perasaan Alexa menjadi campur aduk, ada sedikit rasa menyesal, sakit, dan juga bahagia.


Entahlah apa yang sebenarnya saat ini ia rasakan, Alexa tidak tahu harus mengekspresikan nya seperti apa, apakah harus bahagia karena ia resmi bercerai dan terbebas dari manusia pembohong itu? atau harus bersedih karena pernikahan nya hancur? dan Alexa tidak merasa keduanya.


...💙💙💙...


...TBC...


See next chapter 👋🙂

__ADS_1


__ADS_2