Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Menghampiri nya Lagi


__ADS_3

Setelah Adrian benar-benar pergi meninggalkannya seorang diri, kini Alexa bernafas lega karena terbebas dari kekasih yang sangat dicintainya namun sangat messum.


Alexa membuka satu persatu pakaiannya untuk menjalankan ritual seperti biasa, ia berjalan ke arah bathroom tanpa membawa pakaian ganti karena sampai saat ini pakaian yang katanya sedang dikirim itu belum sampai juga.


Tak lama setelah Alexa menyelesaikan ritual mandinya, ia berjalan ke dalam kamar hanya menggunakan bathrobe. Bertepatan dengan keluarnya Alexa, terdengar suara ketukan pintu. Alexa berjalan membukakan pintu, ia sudah tahu siapa yang datang, yang pastinya seorang kurir pengantar bajunya.


Dan benar tebakan Alexa, seorang laki-laki berseragam dilengkapi id card itu menyodorkan satu handbag pakaian dengan merk ternama.


Setelah sang kurir berlalu, Alexa segera menutup pintu dan memakai pakaian yang baru saja sampai.


Alexa tampak mengamati dress yang dikenakannya, sangat cantik namun sedikit terbuka.


Lebih tepatnya sangat terbuka, belahan dada rendah dengan panjang hanya satu setengah jengkal dari atas lutut. Terlihat seperti gaun malam, tapi sangat indah.


Alexa tidak mempermasalahkan gaungnya yang terbuka, lagian dirinya tidak akan bertemu siapa pun karena badannya sudah sangat lelah.


Tujuannya saat ini hanya ingin mengistirahatkan tubuhnya untuk menyambut hari esok, menghadapi permasalahan serta pekerjaan yang harus dia selesaikan.


Alexa merenggangkan otot-ototnya kemudian berjalan ke arah kasur yang sangat empuk itu untuk merebahkan tubuhnya.


Rasanya sangat nyaman hingga tak lama kemudian Alexa sudah berpindah ke alam mimpi. Ia tertidur dengan begitu pulas seakan tak memiliki beban apapun dalam hidupnya.


.


.


.


Sedang disisi lainnya, ada seorang pria yang baru saja sampai di apartemen. Ia terus berjalan mondar-mandir tidak jelas. Hatinya sangat kacau karena harus berpisah dari kekasih nya yang sudah beberapa hari ini tinggal bersamanya.


"Alexa, kamu benar-benar membuatku gila." Adrian bicara sendiri sembari masih berdiri di tengah ruangan apartemennya. Dia meraup wajahnya kasar saat dibenaknya terus terlintas bayangan Alexa.

__ADS_1


"Aku tidak peduli kau melarang ku atau tidak, yang jelas aku tidak bisa jauh darimu." Setelah berbicara sendiri bagaikan orang gila, Adrian kembali meraih kunci mobilnya yang baru saja ia letakkan di bawah tv beberapa menit lalu, mungkin baru 5 menit Adrian menaruh benda itu di sana tapi sekarang langsung ia ambil kembali.


Ia berjalan keluar apartemen tanpa membersihkan diri ataupun mengganti baju, ia sudah tidak peduli lagi dengan keadaan tubuhnya, yang ia pikirkan saat ini adalah tujuan nya yaitu bertemu Alexa secepatnya.


Padahal baru saja berpisah beberapa menit, tapi entah kenapa dirinya sangat tidak rela jika harus berpisah darinya meski hanya sedetik pun.


Cinta benar-benar membuat orang tidak waras, dan contoh orang yang tidak waras itu tidak lain dan tidak bukan adalah Adrian.


Adrian mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi, Ia tidak peduli dengan keselamatan nya karena yang dipikirkannya hanyalah Alexa, Alexa, dan Alexa.


Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya Adrian tiba di depan gedung tempat penginapan Alexa.


Dia menghampiri resepsionis kemudian meminta kunci cadangan. Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Adrian segera melangkah ke arah lift menuju tempat dimana Alexa berada.


Cklek


Saat pintu terbuka lebar, Adrian dibuat terpana dengan pemandangan didepannya, yang saat ini Alexa sedang tertidur pulas membelakanginya dengan hanya menggunakan gaun super seksi.


Bagian bawah Alexa sangat pendek, ditambah saat ini dress nya tersingkap membuat Adrian bisa melihat dengan jelas pakaian dalam yang dikenakan Alexa saat ini.


Adrian dibuat semakin sesak nafas saat tiba di samping Alexa, kemudian tubuhnya berpindah melihat dari arah depan yang seketika kembali disuguhkan oleh pemandangan yang sangat mengenakan mata.


Dua buah pir tidak terlalu jumbo itu terpampang nyata di depan mata, benda kenyal itu seakan memanggil meminta Adrian untuk menyentuhnya.


Dengan tangan bergetar dan jakun naik turun, Adrian meraba benda yang menurutnya sangat kenyal itu kemudian memainkannya.


Tak berapa lama, dirinya mendengarkan lemguuhan dari mulut Alexa, takut Alexa terganggu tidurnya, akhirnya Adrian menghentikan aksinya dengan nafas yang masih tidak stabil, tubuhnya bergetar dengan wajah memerah dan nafas memburu.


Saat dirasa Alexa kembali tenang, ia merebahkan tubuhnya di samping Alexa setelah melepas semua pakaian yang melekat ditubuhnya.


Kali ini ia tidak akan mandi karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, yaitu memanjakan tubuhnya dengan memainkan benda kenyal itu dan memakannya.

__ADS_1


Tangan Adrian kembali nakal, dengan perlahan ia membuka kain yang masih menutupi tubuh bagian atas Alexa, saat sudah tidak ada lagi sehelai kain pun yang menutupi bagian atas itu, Adrian segera meminum minuman yang langsung dari sumbernya.


Dihisapnya kuat-kuat dengan sangat rakus, sedangkan bagian yang menganggur ia mainkan menggunakan tangan.


"Eummhh ... " Alexa kembali melenguh namun sedetik kemudian ia kembali terlelap dengan pulas, dan hal itu semakin membuat Adrian tidak merasa takut karena wanitanya benar-benar tertidur pulas hingga dia tak merasakan apapun.


Lama sekali Adrian menyesapp dan memainkan benda kenyal itu, hingga akhirnya ia sendiri tertidur dengan mulut yang masih menyesaap persis seperti bayi dengan satu tangannya lagi masih menggenggam mainan favorit nya yang sangat kenyal dan mengenakan itu hingga pagi.


Saat fajar menyingsing, Alexa merasa tubuhnya kaku dan pegal, seperti ada yang menindihnya. Kemudian ia kembali merasakan ada sesuatu yang basah menempel di buah pir nya.


Sedikit demi sedikit ingatan Alexa mulai kembali, dan saat ini ia teringat kalau dirinya sedang menginap di kamar hotel seorang diri. Tapi kenapa ia merasakan seperti ada yang membelit tubuhnya.


Alexa yang merasa takut dan tak mau membuka mata, akhirnya hanya berteriak dengan sangat keras. "Aaaa..! Jangan bunuh aku!!" Pekik Alexa tiba-tiba, sedangkan matanya masih terpejam karena takut sesuatu akan terjadi pada dirinya.


"Diam, Sayang. Masih pagi."


Deg


"Suara itu?"Alexa bermonolog sendiri di dalam hatinya. "Tapi bukankah Adrian tadi malam sudah pulang. Lalu, orang yang dihadapan ku?" Alexa yang terkejut saat mengingat Adrian sudah pulang ke apartemen, semakin membuatnya takut dan menerka-nerka orang yang memeluknya saat ini.


Sedikit kemudian ia merasakan tubuhnya semakin di dekap erat oleh orang yang ada disampingnya dan merasakan seperti kenal dengan aroma dan dekapan ini, akhirnya Alexa memberanikan diri membuka matanya.


"Adrian??!!"


...💙💙💙...


...TBC...


See you next chapter 👋🙂


Terimakasih banyak buat teman-teman yang masih setia membaca ceritaku sampai beberapa akhir ini

__ADS_1


Jika ditemukan banyak typo, harap maklum🤭


Author sambil merem ngetiknya, bahkan tadi ada yang sudah terbawa ke alam mimpi, sampai-sampai yang author tulis adalah bayangan mimpi🤣✌️


__ADS_2