HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Seratus Satu. HTG


__ADS_3

Luna masih terisak dalam pelukan David. Aisha mendekati maminya dan ikutan memeluk Luna.


"Aku nggak mau Aisha merasakan seperti yang pernah aku alami. Untuk itu aku mohon pada Ibu, bisakah ibu mencintai aku dan Aisha juga anak-anakku yang lainnya dengan tulus. Kasih sayang dari keluarga, hanya itu yang aku inginkan. Aku rela menukarnya dengan seluruh harta yang aku punya, asal aku dapat kasih sayang dari seluruh keluarga."


"Sayang, jangan bicara begitu. Aku, Kak Imelda dan Ibu pasti akan menyayangi kamu dengan tulus."


"Terkadang emang ada rasa iri di hati ini, saat melihat Mia. Dia memiliki keluarga yang utuh, yang menyayangi dirinya. Di tambah dengan kasih sayang yang ibu berikan. Aku iri melihatnya dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai dirinya."


"Udah, Sayang. Jangan teruskan. Aku yakin ibu dan Kak Imelda juga menyayangi kamu."


"Betul Luna. Kak Imel, menyayangi kamu seperti adik sendiri. Bukan karena hartamu, tapi semua itu karena emang kamu pantas untuk disayangi. Kamu baik, dan tulus," ucap Kak Imelda juga dengan air mata yang tumpah membasahi pipinya.


Ibu mengulurkan tangannya, dan memeluk kedua pundak Luna yang berada dalam dekapan David.


"Maafkan, Ibu. Maafkan jika selama ini ibu menyakiti hatimu. Ibu janji mulai hari ini akan menyayangi kamu seperti aku menyayangi anak-anakku." Ibu langsung memeluk Luna.


Cukup lama Ibu dan Luna saling berpelukan. ibu meminta Luna duduk disampingnya. Ibu menggenggam tangan Luna.

__ADS_1


"Maafkan, Ibu. Diakui semua salah Ibu. Namun, dari dalam hati ini, ibu sudah mulai belajar menerima kamu sebagai menantu. Seperti di awal kedatangan kamu dan David. Ibu sudah katakan, merestui hubungan kalian." Ibu menarik napasnya.


"Ibu sudah melihat, betapa David sangat mencintai kamu. Jadi nggak ada alasan bagi ibu untuk memisahkan kamu dan David. Jika kamu melihat ibu lebih menyayangi Mia, itu hanya karena kebiasaan. Dari kecil Mia udah ibu sayang seperti anak sendiri." Ibu mengusap tangan Luna.


"Jangan pernah sedih lagi. Aku ini ibumu. Jika kamu lagi membutuhkan tempat berbagi, datanglah padaku. Ibu siap mendengar semua keluhanmu. Jika kamu membutuhkan pelukan sebagai penghangat, Ibu siap memeluk kamu."


Luna langsung memeluk ibu David, tangisnya kembali pecah dalam pelukan Ibu.


......................


Saat ini Luna dan David sedang dalam perjalanan. David meminta supir menjalankan mobil secara pelan. Dia tidak ingin terjadi sesuatu yang akan mengganggu kandungan Luna.


"Aisha biar saya yang gendong, Pak." Bibi mengambil Aisha yang masih tertidur dalam gendongan David.


Bibi membawanya ke kamar. David dan Luna masuk ke kamar mereka. Luna membaringkan tubuhnya yang terasa pegal. David memijat kaki istrinya itu.


"Udah, jangan dipijat. Kamu pasti yang lebih capek. Harus memangku Aisha selama dalam perjalanan."

__ADS_1


"Aku nggak capek kok."


"Tidur dekat sini aja. Aku pengin di peluk,"ucap Luna


David membaringkan tubuhnya dan meminta Luna berbaring di lengannya.


"Aku Sayang kamu. Jangan pernah berpikir nggak ada yang menyayangi kamu. Jika ada orang yang masih nggak bisa menyayangi kamu sepenuhnya, itu bukan salahmu. Kamu pantas dicintai."


"Aku juga sangat mencintai kamu. Untuk itu aku belajar menerima kamu dan seluruh keluarga kamu. Karena pernikahan bukan hanya menyatukan dua orang aja, tapi menyatukan dua keluarga."


David mengecup pucuk kepala Luna. Dia merasa sangat beruntung memiliki istri yang penuh pengertian seperti Luna.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2