HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Enam Puluh Dua. HTG


__ADS_3

Luna bangun saat merasakan Aisha yang naik ke atas tubuhnya. Ia tersenyum dengan gadis cilik itu.


"Mi, mam," ucap Aisha.


"Kamu lapar, Sayang." Luna bangun dan melihat jam dinding.


"Astaga udah jam empat sore. Nggak biasanya mami tidur siang. Sekalinya tidur siang kebablasan. Pasti kamu udah lapar banget."


Luna memandangi isi kamar. Ia baru sadar masih berada di apartemen miliknya yang ditempati David.


"Aku masih di sini. Berarti aku tadi tidur siang di sini. Kenapa tidurku nyenyak banget. Nggak pernah aku tidur siang nyenyak. Malam aja mata ini sulit dipejamkan," gumam Luna pada diri sendiri.


Luna bangun dan menggendong Aisha. Wanita itu langsung menuju dapur. Tampak David sedang bergelut dengan alat-alat dapur.


"Papi lagi masak?" tanya Luna.


David menoleh mendengar ada suara menyapa. Ia tersenyum, mendekati Luna yang sedang menggendong Aisha.


"Sayang Papi, udah bangun." David mengecup pipi Aisha dan Luna, membuat wajah wanita itu memerah.


"Modus banget, Papi. Pura-pura mencium Aisha, langsung nyosor pipi Mami," ucap Luna.


"Keduanya sayang Papi, jadi harus di cium dua-duanya."


"Apa yang di masak?" tanya Luna lagi.


"Sop ayam. Papi udah masak nasi yang lembut buat Aisha. Cantiknya Papi harus makan nasi yang lembut'kan?"


"Iya, kamu tau dari mana?"


"Aku mencari tau dari internet."

__ADS_1


"Biar aku lanjutkan masaknya. Kamu jagain Aisha aja."


"Nggak usah. Udah mau matang. Aisha udah lapar ya. Tunggu Papi ambil nasinya. Biar dingin."


David mengambil nasi sepiring buat Aisha. Setelah itu ia mematikan kompor dan menyajikan sop yang telah matang ke mangkuk.


"Kamu makanlah. Biar Aisha aku suapi. Atau kamu mau aku suapi juga?" tanya David sambil tersenyum menggoda.


"Nggak perlu. Aku makan sendiri aja. Apa kamu bisa suapi Aisha?"


"Tentu, Sayang. Mami Aisha aja bisa aku suapi, masa Aisha nggak pandai."


"Aku curiga deh ...." ujar Luna


"Curiga apa, Sayang?" tanya David heran.


"Selama kita pisah, kamu banyak gombalin cewek-cewek."


"Kok mikirnya gitu. Aku nggak pernah dekati cewek manapun, Sayang."


"Itu efek dua tahun kurang belaian aja."


Luna tertawa mendengar ucapan David. Luna tiba-tiba berhenti tertawa dan memandangi David dengan intens.


David yang sedang menyuapi Aisha membalas dengan memandangi Luna.


"Kenapa memandang Papi kayak gitu. Tambah ganteng'kan?"


"Kamu nggak marah?" tanya Luna.


"Untuk apa marah? Apa dengan aku marah bisa mengembalikan situasi seperti dulu lagi. Yang ada kamu akan kabur lagi jika aku marah-marah. Lagi pula itu bukan sepenuhnya salah kamu. Ibu mungkin emang keterlaluan karena meragukan Aisha. Namun, sekarang nggak akan ada yang bisa meragukan lagi. Wajahnya sangat mirip denganku."

__ADS_1


"Jika kamu diharuskan memilih antara ibu dan Aisha, kamu akan memilih siapa?" tanya Luna.


"Aku nggak akan memilih antara Aisha dan Ibu. Bagiku keduanya berarti. Aku akan berusaha mendapatkan keduanya tanpa harus memilih, karena bagiku anak dan ibu bukanlah pilihan. Mereka menempati bagian dalam hatiku," ucap David tersenyum.


"Begitu juga kamu, Sayang. Bagiku ibu dari anakku juga prioritas utama. Tanpa kamu, Aisha nggak akan ada, dan juga tanpa ibuku nggak akan ada aku di dunia ini."


Luna memandangi David dengan seksama. Ia melihat perubahan pada diri David, pria itu makin dewasa dalam pemikiran dan tindakan.


"Aku akan merangkul kamu, Aisha dan ibuku. Kalian sama pentingnya di dalam hidupku. Putri kecil ini yang akan menyatukan semuanya," ucap David mengecup pipi Aisha.


David menyuapi Aisha kembali. Bocah cilik itu makan dengan lahapnya.


*


*


*


Bersambung


Sementara menunggu novel ini update bisa mampir ke novel anak online mama.


Judul novel: AKU BUKAN PENGGODA


Nama Pena: SUSANTI 31


PERSELINGKUHAN DAN MENJADI SELINGKUHAN BUKANLAH HAL YANG PERLU DI BENARKAN. NAMUN APA YANG TERJADI JIKA RANIA MENJADI SELINGKUHAN TANPA DIA SADARI? APAKAH DIA PATUT DISALAHKAN?


"Suamiku, akhirnya kamu pulang juga." Kalimat yang baru saja keluar dari mulut wanita lain, berhasil membuat hati Rania bagai terhimpit bongkahan batu besar. Laki-laki yang berstatus sebagai kekasihnya di panggil suami oleh wanita lain. Hati siapa yang tidak sakit mendengar kalimat itu?


Rania tak bisa membendung air matanya, apa lagi saat Rangga pasrah di gandeng oleh wanita itu masuk kerumah tanpa memperdulikan dirinya. Tak sanggup melihat kemesraan keduanya, Rania memutuskan pergi dari rumah mewah itu. Di dalam taksi, tangisnya pecah, ia menepuk dadanya yang terasa sesak. "Tega kamu Rangga bohongin aku selama ini. Seandainya aku tahu kau sudah menjadi milik orang lain, tidak mungkin aku melabuhkan hatiku begitu dalam," lirih Rania dengan air mata membanjiri pipinya.

__ADS_1


Dirinya tidak pernah menyangka, orang yang selama ini ia percaya dan cintai tega membohonginya dan menjadikannya yang kedua. Apa yang harus Rania lakukan? Bertahan atau memilih pergi demi harga dirinya?



__ADS_2