HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Tiga puluh Enam. HTG


__ADS_3

Setelah pulang kuliah, David langsung bekerja. Saat ini barang-barang miliknya telah dipindahkan ke kafe. Sebagian lagi ke apartemen Luna.


Tanpa David sadari, hari telah menjelang sore saat ia belajar tentang pengelolaan keuangan kafe dengan Chandra.


David memutuskan untuk langsung bekerja tanpa perlu pulang ke apartemen Luna. Cowok itu berpikir akan banyak membuang waktu jika ia harus ke apartemen dulu.


Jam tiga dini hari barulah David sampai di apartemen. David melihat Luna yang telah terlelap. Ia langsung masuk kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Habis mandi,.David langsung bergabung bersama Luna ke tempat tidur. Ia memeluk tubuh Luna. David kaget saat merasakan suhu tubuh Luna yang panas.


David memeriksa dahi Luna, dan merasakan panasnya suhu tubuh wanita yang ia cintai itu. David bangun dan menepuk pelan pipi Luna.


"Sayang, kamu sakit. Udah minum obat."


Luna membuka matanya perlahan. Keluar air dari sudut matanya. Luna juga tampak menggigil.


"Kamu demam? Kita ke rumah sakit?" tanya David.


"Jam berapa sekarang?"


"Udah jam tiga pagi. Kenapa kamu nggak menghubungi aku?"


"Aku nggak apa-apa. Tadi udah minum obat."


"Nggak apa-apa? Badan kamu panas begini," ucap David.

__ADS_1


David berdiri dan menuju dapur. Ia mengambil air hangat dan handuk kecil. David membuka pakaian Luna dan menyisakan hanya pakaian dalam. Dengan telaten David mengelap seluruh tubuh Luna dengan air hangat agar suhu tubuhnya turun.


David membuka pakaiannya, ia memeluk tubuh Luna, yang hanya menggunakan pakaian dalam agar panas tubuh Luna pindah ke tubuhnya.


"Jika sakit, jangan dibiarkan. Hubungi aku," ucap David masih mengomel.


"Aku nggak mau kamu begini lagi. Jika ada apa-apa denganmu, aku nggak akan bisa memaafkan diriku," gumam David.


Luna hanya diam tanpa bisa menjawab ucapan David. Tubuhnya terasa lemas banget. Ia membenamkan kepalanya ke ceruk leher David. Setengah jam dalam pelukan David, akhirnya Luna terlelap. Namun tidak berapa lama tampak Luna terbangun lagi.


David makin mempererat pelukannya saat melihat Luna sedikit menggigil. David tampak sangat kuatir. Ia bangun dan kembali mengompres dahi Luna dengan air hangat.


Hingga menjelang subuh, barulah Luna benar-benar tertidur dengan lelap. David-pun baru bisa memejamkan matanya.


Baru dua jam memejamkan mata, David terbangun dengan suara alarm. David memang menyetel alarm di jam tujuh pagi, agar ia tidak telat ke kampus.


Setelah membasuh wajahnya, David periksa dahi Luna, ingin mengetahui suhu tubuh wanita itu.


"Syukurlah, udah turun suhu tubuhnya," gumam David pada diri sendiri.


David membetulkan selimut Luna. Setelah itu menuju dapur. Cowok itu membuat bubur dari tepung beras ditambah susu.


Setelah bubur matang, David membawanya ke kamar dengan segelas susu. Luna tampak masih terlelap. Dengan mengguncang lengan Luna pelan, David membangunkan wanita itu.


"Kenapa, Dav?" ucap Luna pelan, saat matanya terbuka dan melihat wajah David.

__ADS_1


"Aku basuh dulu seluruh tubuhmu dengan air hangat, setelah itu sarapan!"


"Aku ngantuk," ucap Luna dengan malasnya.


"Setelah sarapan kamu bisa tidur hingga siang."


"Emang udah jam berapa?"


"Jam delapan," ucap David


Mendengar hari sudah menunjukkan pukul delapan dengan tergesa Luna bangun. Ia ingin ke kantor seperti biasanya.


"Kenapa langsung bangun. Berbaringlah, biar aku basahi. seluruh tubuhmu."


"Aku mandi aja. Mau kerja."


"Kerja! Masih aja mikirin kerja. Kamu itu sakit, Luna, harus istirahat. Sekarang baringlah lagi. Aku ambil air hangat dulu untuk mengelap tubuhmu."


David kembali menuju dapur, mengambil air hangat dan handuk kecil untuk membasuh tubuh wanita itu.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2