HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Tiga puluh Tujuh. HTG


__ADS_3

Setelah mengelap tubuh Luna dengan air hangat, David mengambil baju dan pakaian dalam Luna. David dengan telaten memakaikan baju ke badan Luna.


David duduk di tepi ranjang dan mengambil piring yang berisi bubur. Dengan sabar ia menyuapi Luna. Awalnya Luna tidak ingin memakannya. Dengan sedikit bujukan dan ceramah dari David, wanita itu akhirnya mau menyantap.


Setengah piring masuk ke dalam perut.Luna,membuat David tersenyum. Setelah itu David meminta Luna minum susu yang ia buatkan.


"Kamu nggak kuliah," ucap Luna melihat David masih saja bertelanjang dada, seperti kebiasaannya kalau ada di rumah atau apartemen.


David mendekati Luna dan mengecup dahi wanita itu. Ia duduk dekat Luna.


"Kamu pikir aku bisa konsentrasi belajar saat tau kamu di sini sedang sakit."


"Aku nggak apa-apa. Kuliahlah. Jangan lupa temui Mia. Selesaikan masalah kalian."


David merubah duduknya, ia memandangi Luna dengan intens. David ingin Luna jujur saja, apa yang terjadi.


"Kenapa memandangi aku seperti itu?"


"Apa yang Mia lakukan dan katakan padamu."


"Nggak ada."

__ADS_1


"Jangan bohong. Kamu nggak berbakat. Apa yang telah ia katakan."


"Aku malas bicara."


"Itu kamu bicara. Tinggal ngomong aja."


"Kamu temui Mia, dan tanyakan hatimu. Apakah kamu benar-benar udah nggak ada rasa cinta atau sekadar bosan?"


"Maksudnya?" tanya David.


"Coba kamu renungkan lagi hubungan kita. Kamu meninggalkan Mia dan memilih aku, memang karena mencintai aku atau karena kamu lagi terbuai karena mendapat pengalaman baru."


"Kenapa kamu bicara begini."


David berdiri dari duduknya mendengar ucapan Luna. David tampaknya tidak bisa terima dengan perkataan Luna.


"Dengar Luna, apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya jika aku mencintai kamu apa adanya."


"Aku tau, keadaan aku saat ini pasti akan meragukan kamu. Aku pastikan semua orang juga akan berpikir sama. Pasti mereka berpikir, aku memilih kamu hanya karena kamu kaya, cantik dan royal."


"Aku udah berpikir matang. Jika aku nggak mencintai Mia, untuk apa aku bertahan. Aku baru sadar jika selama ini aku bertahan dengan Mia, hanya karena rasa terbiasa. Kami dari kecil telah terbiasa main bersama."

__ADS_1


"Berbeda saat aku bersamamu. Aku bahagia, dan merasakan suatu perasaan indah."


"Baiklah, Luna. Aku akan pergi dari sini. Aku tinggal di kafe aja sebagai fasilitas kerja darimu. Jangan pernah memberikan apapun padaku. Akan aku buktikan jika aku mencintai kamu dari hati ini. Aku mencintai kamu apa adanya, bukan ada apanya kamu."


David melangkah menuju lemari dan mengambil tas dari dalam lemari itu. Satu persatu pakaian mulai David masukan ke dalam tas. Melihat itu Luna bangun dan mendekatinya. Luna memeluk David dari belakang.


"Maafkan aku, bukan maksud aku menyinggung perasaan kamu. Aku hanya butuh kepastian siapa yang kamu pilih."


"Jika hatimu masih untuk Mia, aku rela melepaskanmu. Aku nggak mau terluka untuk kedua kalinya. Pasti akan sulit nanti bagiku menyembuhkan luka diatas luka yang masih belum sembuh."


David membalikkan badan, menghadap Luna. Tampak wajah wanita itu pucat. Ia menjadi sangat kuatir.


"Luna, kamu kenapa Sayang?"


"Tolong bantu aku ke tempat tidur David. Tubuhku lemas."


David menggendong tubuh Luna, dan meletakkan di atas ranjang dengan perlahan. David menyentuh dahi Luna, suhu tubuhnya udah nggak tinggi. David berpikir mungkin lemahnya karena efek kurang tidur.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung


__ADS_2