HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Delapan puluh Delapan. HTG


__ADS_3

David bangun lebih dahulu dari istrinya Luna. Malam tadi Luna sangat agresif. Ronde kedua dia memimpin pergulatan.Semua atas maunya Luna.


Sehabis mandi, Luna langsung terlelap. Mungkin kecapean. David memeluk tubuh istrinya. Luna hanya memakai pakaian dalam.


David melihat banyak jejak kepemilikan di tubuh istrinya itu. David selalu saja tidak bisa menahan hasratnya jika bersama Luna. Dia tidak akan pernah puas jika hanya sekali dalam permainan mereka.


David mengecup bibir Luna, yang selalu menjadi candu baginya. Dia sangat bersyukur bisa mendapatkan Luna seutuhnya.


David tersenyum sendiri, mengingat awal mereka bertemu. Padahal, awalnya David menolak saat Hendra bosnya mengatakan jika ia harus melayani tente-tante.


Jika dari awal David tahu jika akan melayani wanita seperti Luna, pasti dia tidak akan pernah menolak.


Luna membuka matanya merasakan sentuhan dibibirnya.Dia tersenyum melihat David suaminya.


"Morning kiss," ucap David. David mengecup bibir Luna lagi.


Tanpa David duga, Luna naik ke atas tubuh David dan mengecup bibir suaminya itu. Ciuman yang awalnya lembut akhirnya saling menuntut. Luna dan David saling berpagutan.


Setelah merasakan sesak, Luna melepaskan pagutannya. Dia mengecup bibir David.


"Sayang, turunlah dari tubuhku. Jangan bangunkan jerry lagi," ucap David.


Luna bangun dan duduk. di paha David. Suaminya juga ikut bangun. Sekarang Luna berada di atas pangkuan David.


"Aku udah susun semua pakaian, kita pulang ke Jakarta hari ini," ucap David.


"Aku mau menunggu ibu Mia dulu," ucap Luna.


"Kenapa harus menunggu ibu Mia?"

__ADS_1


"Aku ingin mengobrol dengannya."


"Jangan, Sayang! Aku nggak mau kamu menangis lagi dengar kata-kata ibu Mia."


"Aku ingin tau, apakah ia berani ngomong dan mengobrol denganku langsung. Aku ingin memberi sedikit pengertian padanya."


"Sayang, aku nggak mau kamu nanti tersinggung dengar ucapannya."


"Aku akan kuat, asal kamu selalu mendukung semua yang aku lakukan."


"Baiklah, tapi jika kamu menangis lagi gara-gara dengar ucapan dan perkataanya, kita langsung pulang."


Luna hanya mengangguk, dia melingkarkan tangannya di leher David. Luna meletakkan kepalanya di bahu David.


"Mandilah, katanya masih mau keliling desa membawa Aisha. Atau mau aku mandikan. Kita.mandi bareng."


"Malulah ... kamar mandinya ada dibelakang."


Luna berdiri dan mengambil handuk. Luna berjalan ke dapur.Saat melewati kamar Ibu David, dia mendengar suara Aisha yang mengoceh dengan neneknya itu.


Luna tersenyum mendengarnya. Inilah yang membuat Luna masih bertahan. Ibu David sangat menyayangi Aisha. Luna ingin putrinya mendapat limpahan kasih sayang bukan hanya dari dia dan David.


Luna masuk ke kamar mandi, sementara itu David menunggu di dapur, sambil melihat Kak Imelda menyiapkan sarapan.


"Jadi hari ini kamu kembali ke Jakarta?" tanya Imelda.


"Nggak jadi. Luna mau bicara dengan ibunya Mia."


"Apa nggak salah dengar?" tanya Imelda.

__ADS_1


"Aku juga harus bicara dengan Ibunya Mia"


"Bagus. Jelaskan semuanya. Jika emang ia masih ada keinginan agar Mia bekerja diperusahaan milik Luna," ucap Imelda.


...----------------...


Setelah mandi dan sarapan Luna membawa Aisha keliling sekitar rumah sambil menunggu David yang sedang mandi.


Saat Luna sedang asyik berjalan dengan Aisha, ia dikagetkan dengan motor yang berhenti tepat disampingnya.


"Maaf ... Apakah kamu istrinya David?" tanya pengendara motor itu.


"Iya, kenapa?" Luna balik bertanya.


"Kenalkan aku Doni, suaminya Mia." Cowok itu mengulurkan tangannya.


Luna menyambut uluran tangan Doni dan memperkenalkan dirinya.


*


*


*


Bersambung.


Sambil menunggu novel ini update, bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini.;


__ADS_1



__ADS_2