HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Tujuh Puluh Sembilan. HTG.


__ADS_3

Perbincangan Imelda dan David terhenti saat Luna membuka pintu kamar mandi. Luna tersenyum dengan Imelda.


"Wangi banget, Sayang," ucap David dan memeluk pinggang Luna.


"Malu, ada Kak Imelda," bisik Luna dan melepaskan pelukan David. David tersenyum dengan Imelda.


"Bisa juga kamu jadi bucin. Dengan Mia kaku banget," ucap Imelda. Wajah Luna memerah mendengar ucapan Imelda.


"Kita itu akan menjadi diri sendiri jika mendapat pasangan yang sesuai baik sifat dan sikapnya."


"Pakai baju cepat. Nanti masuk angin," ucap David lagi.


"Kamu mandikan, aku mau ganti baju dulu."


"Iya, Sayang." David mengecup pipi Luna. Wanita itu mencubit pinggang David. Ia malu karena di sana ada kakaknya David.


Luna masuk ke kamar dan mengganti pakaiannya. Giliran David yang membersihkan tubuhnya.


"Pantas Aisha cepat hadir sebelum pernikahan. Ternyata kamu terlalu bucin dengan Luna. Kamu tampak sangat mencintainya."


"Jangan ingatkan aku terus, Kak. Aku emang salah. Namun, kehadiran Aisha bukan kesalahan. Ia anugerah terindah dalam hidup aku dan Luna."


"Kakak tau. Anak itu nggak salah. Mandilah! Kakak udah selesai masak, nanti keburu dingin lauknya."


"Oke, Boss!" ucap David sambil berjalan masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Luna yang telah berpakaian rapi, menemui ibu yang sedang bermain dengan Aisha.


"Maaf, Bu. Aisha mau dimandiin dulu." Luna berucap pelan. Tampaknya Luna masih takut dan segan dengan ibu.


"Minta panaskan air dengan Imelda. Jangan mandi air dingin, nanti Aisha masuk angin," ucap ibu.


"Biar aku aja yang masak airnya," ucap Luna.


Luna mengambil Aisha dari pangkuan ibu dan membawanya ke kamar. Dalam kamar, David sedang berpakaian.


"David, gendong Aisha sebentar. Aku mau panaskan air buat mandinya Aisha."


"Biar aku aja yang panaskan, Sayang. Kamu yang buka pakaian Aisha." David berjalan keluar kamar menuju dapur. Dia memasak air buat mandi Aisha.


Setelah Aisha mandi dan berpakaian, semua berkumpul di meja makan untuk makan malam.


"Kamu hanya memanggil nama dengan David?" tanya Imelda.


"Maaf,Kak.Aku terbiasa dari awal berkenalan."


"Tapi saat ini David itu suami kamu. Seharusnya panggil Mas atau kakak," ucap Imelda.


"Udah aku coba, tapi lain aja rasanya. Mungkin karena perbedaan usia kami yang cukup jauh."


"Maksudnya, usia kamu lebih tua dari David?" tanya Imelda.

__ADS_1


"Ya, beda enam tahun."


"Aapaa? Enam tahun?" tanya Imelda kaget.


"Kenapa Kak Imelda kaget? Apa ada larangan usia istri lebih tua. dari suami?" tanya David.


"Emang nggak ada larangan. Kakak kaget aja, karena wajah Luna tidak sesuai umur. Awet banget. Mungkin jika berjalan dengan Luna, orang akan mengira usia Kak Imel yang lebih tua. Padahal muda dua tahun dari Luna."


"Jelaslah, itu karena Luna ku cantik banget." David berucap dengan bangganya.


"Iya deh, kalau orang bucin nggak akan bisa di lawan," ucap Kak Imelda.


"Itu karena Luna memiliki aset yang banyak untuk menunjang kecantikannya," ucap Kak Imelda lagi.


"Luna emang dasarnya udah cantik. Nggak perawatan juga tetap cantik. Buktinya Aisha. Walau orang berkata wajahnya mirip denganku tapi bagiku Aisha itu secantik Luna."


"Jangan mengobrol, makan dulu? Nanti obrolannya bisa di lanjutkan," ucap ibu.


David dan Imelda langsung terdiam. Sejak ayah mereka masih ada, dia emang tidak suka jika ada yang mengobrol sambil makan.


*


*.


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2