HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Delapan Puluh Sembilan. HTG.


__ADS_3

Luna menyambut uluran tangan Doni dan mengenalkan dirinya.


"Kamu tampaknya bukan orang biasa. Dari penampilan kamu, aku menilai kamu orang yang cukup berpengaruh."


"Maksud Mas Doni, apa? Aku nggak mengerti?" tanya Luna.


"Kamu pasti orang kaya. Makanya David menikah denganmu dan membatalkan pertunangannya. Apakah kamu tau jika David itu telah bertunangan dulunya?" tanya Doni.


"Aku tau. David memutuskan pertunangan dengan Mia bukan karena tertarik dengan harta. Namun karena ia nggak mencintai Mia lagi."


"Dari mana kamu tau jika David nggak mencintai Mia lagi. Mereka berhubungan lebih dari lima tahun, dan aku tau jika Mia sampai detik ini masih mengharapkan David."


Doni turun dari motornya dan berdiri tepat dihadapan Mia.


"Aku tau dengan perasaan suamiku sendiri. Jika Mia masih mencintai David, itu yang aku nggak tau. Sebagai suami seharusnya Mas introspeksi diri, mengapa Mia nggak mencintai Mas."


"Apa kamu nggak marah dan cemburu mengetahui Mia masih mencintai David."


"Tentu saja aku cemburu. Namun dengan segala cara aku akan mempertahankan suamiku, dan membuat ia tidak akan pernah berpaling."


"David nggak akan pernah mengatakan jika dia masih mencintai Mia. Pasti takut kehilangan tambang emasnya."


"Mulutnya Mas sedikit lancang. Apa Mas pikir David menikahi aku hanya karena harta?" tanya Luna.

__ADS_1


"Pasti, jika bukan karena hartamu pasti saat ini David lebih memilih menikah dengan Mia."


"Kenapa Mas Doni bisa menyimpulkan begitu."


"Karena sampai saat ini Mia masih menyimpan semua barang pemberian David dan juga foto-foto mereka berdua."


"Berarti masalah ada pada Mia bukan David. Aku nggak pernah melihat ada satu barang Mia yang masih di simpan. David. Coba aja Mas bicarakan semua ini dengan Mia secara baik-baik. Siapa tau Mia mau jujur kenapa ia masih menyimpan semua barang pemberian dari David."


"Apa kamu yakin jika David nggak ada menyimpan barang dari Mia? Apa kamu juga yakin jika David nggak ada perasaan lagi dengan Mia?"


"Apa maksud pertanyaan kamu itu, Doni?" tanya David yang baru selesai mandi.


"Aku yakin suamiku David nggak memiliki perasaan lagi dengan Mia. Bukan begitu, Sayang?" ucap Luna memeluk lengan David.


"Ketika aku memutuskan pertunangan kami, saat itu juga aku telah melepaskan semuanya. Nggak ada lagi nama Mia di hati ini. Apa lagi masih menyimpan barang pemberian darinya. Aku sangat mencintai istri dan anakku. Nggak ada lagi tempat untuk wanita lain."


"Mas Doni dengar sendiri. David nggak ada hubungan apapun lagi dengan Mia."


"Kenapa kamu berpikir aku masih memiliki hubungan dengan Mia?" tanya David.


"Aku menemukan masih banyak barang pemberian darimu dan juga foto-foto kalian berdua yang masih Mia simpan."


"Nanti aku dan Luna bisa tanyakan itu langsung dengan Mia. Aku harap kamu juga ada. Kita harus bicara bertempat, agar nggak ada lagi saling curiga."

__ADS_1


"David benar. Mas Doni dan Mia bisa datang ke restoran dekat pasar sore nanti. Kami menunggu. Sayang, kita ketemunya di restoran kemarin itu, di mana itu?" tanya Luna dengan David.


"Aku dan Luna menunggu kamu di restoran atau warung X dekat terminal. Jam empat sore. Kita harus bicara berempat. Aku nggak mau ada lagi kesalah pahaman. Aku juga ingin bicara dengan Ibu Mia."


"Baiklah, nanti aku usahakan datang bersama Mia."


"Aku rasa saat ini nggak ada yang perlu kita bicarakan. Aku orangnya pencemburu. Jangan pernah temui Luna istriku, nanti aku bisa salah paham. Jika kamu ingin bicara dengan Luna, minta izin aku," ucap David.


"Aku pamit, mau bawa Luna dan anakku jalan. Aku tunggu nanti sore kedatanganmu dan Mia."


David merangkul bahu Luna. Dia meminta Luna masuk ke mobil. Mereka akan keliling kampung dengan Aisha.


Doni hanya terdiam melihat David dan Luna masuk ke mobil, meninggalkan halaman rumahnya.


*


*


*


Bersambung


Selamat siang HASRAT TERLARANG GIGOLO lovers. Mama bawa rekomendasi novel lagi nih. Jangan lupa mampir ya

__ADS_1



__ADS_2