HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Dua Puluh Satu. HTG


__ADS_3

"Kita pernah sama-sama tertawa oleh hal lucu yang kita ciptakan bersama. Namun di ujung persimpangan kamu meninggalkan aku sendirian. Membiarkan ujung kelopak mata ini terbentuk sungai kecil yang mengalir. Sedangkan kamu menikmati waktu bahagia bersama orang lain, kamu curang!"


**************


Setelah cukup lama berbincang dalam rumah kerjanya. Candra membawa David dan Luna keliling kafe.


David dikenakan pada seluruh karyawan. David selalu menggenggam tangan Luna selama berada dalam kafe. Itu tak lepas dari pandangan Candra. Sahabat Luna itu tersenyum melihatnya.


Puas mengelilingi kafe dan telah berkenalan dengan para karyawan. Candra mengajak Luna dan David duduk di sudut ruangan sambil menyaksikan live musik.


David duduk dengan tangan yang melingkar di pinggang Luna. Seolah ia ingin mengatakan pada semua orang yang melihat jika ini wanitanya,miliknya.


Chandra mengajak Luna dan David minum. Awalnya Luna menolak. Namun Chandra terus memaksa, untuk merayakan David yang akan menjadi pengelola baru di kafe.


Luna selalu menolak minum alkohol karena ia yang nggak akan bisa konsentrasi jika telah menyentuh minuman itu.


Walau hanya segelas, ia akan mudah kehilangan kesadaran. Mungkin karena tidak terbiasa. Itulah sebabnya Luna selalu menolak saat rekan kerja mengajaknya minum.


David dan Candra masih terus membahas tentang pengelolaan kafe. Cowok itu tak menyadari jika Luna mulai mabuk. Luna menyandarkan kepalanya di bahu David, ia tampak pusing.

__ADS_1


"Sepertinya kamu nggak bisa berlama-lama lagi di sini, David. Lihatlah Luna udah mulai kehilangan kesadarannya," ucap Candra menunjuk ke arah Luna yang memeluk lengan David dan bersandar di bahu cowok itu.


"Sepertinya begitu, Bang. Aku pamit dulu."


"Aku harap kamu bisa menjaga kepercayaan yang Luna berikan. Jaga dirinya juga. Luna itu sebenarnya wanita yang rapuh. Dia mudah terbawa suasana. Satu lagi kelemahannya, Luna itu mudah percaya dengan siapapun."


Candra menarik napas sebelum melanjutkan ucapannya. Sebagai sahabat ia tidak ingin seseorang memanfaatkan kebaikan Luna, seperti suaminya Alex.


Dari awal Alex berselingkuh, Candra sudah mengingatkan Luna. Namun wanita itu tidak percaya. Ia percaya Alex sangat mencintainya.


Luna berpikir, tidak mungkin Alex mengkhianati dirinya. Luna telah memberikan segalanya buat Alex dan juga keluarga besar Alex.


Jika suatu saat mereka memiliki anak, lebih baik harta untuk anaknya kelak. Luna akhirnya menerima saran Candra. Itulah mengapa Alex tidak mengetahui apartemen dan kafe milik Luna ini. David pamit pada Chandra, karena Luna yang mulai mabuk.


"Luna, kita pulang," ucap David dengan memukul pelan pipi wanita itu.


Luna membuka matanya. ia melihat David dengan intens. Luna lalu tersenyum semringah.


"Ganteng, aku kira siapa tadi. Aku nggak mau lagi pulang ke rumah pria berengsek itu. Bawa aku kemana kamu pergi," ucap Luna terbata karena mabuk.

__ADS_1


"Kita ke apartemen saja."


"Apa kamu ingin mengajak bercinta lagi? Kamu tuh, nggak pernah puas sekali."


Wajah David memerah mendengar ucapan Luna. Candra tersenyum melihat wajah malu-malu David.


"Bawalah Luna pulang. Semoga proses perceraian Luna dan Alex berjalan lancar, agar kalian tidak ada lagi penghalang."


Chandra berpikir hanya Alex penghalang hubungan David dan Luna. Pria itu tidak mengetahui jika David telah bertunangan.


David pamit, ia menggendong tubuh Luna karena wanita itu berjalan sempoyongan. David melajukan mobilnya menuju apartemen Luna.


Dalam perjalanan tadi, Mia menghubungi. Namun David tidak mengangkatnya. Pasti tunangannya itu marah karena ia tidak datang ke kost seperti biasanya.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2