
David mendekati Luna yang tampak menahan sakit.
"Sayang, kita ke rumah sakit ya. Aku nggak mau terjadi sesuatu dengan kamu dan calon bayi kita."
Tanpa menunggu jawaban dari Luna, David menggendong Luna dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
Sampai di rumah sakit, Luna langsung David larikan ke ruang IGD. Dokter langsung menangani.
Setengah jam, dokter keluar lagi setelah melakukan pemeriksaan. David langsung menemui Dokter itu.
"Bagaimana istriku, Dok? Kandungannya bagaimana?" tanya David.
"Istri Bapak dan kandungannya nggak apa-apa? Tadi mungkin karena sedikit ketegangan yang mengakibatkan perutnya kram."
"Alhamdulillah. Saya takut terjadi sesuatu dengan istri dan calon bayi saya."
"Selama kehamilan, rahim akan terus berkembang sehingga menyebabkan ligamen dan otot yang menopang rahim menjadi tegang. Hal inilah yang dapat menimbulkan kram perut saat hamil muda. Namun, Bumil tidak perlu khawatir bila mengalami hal ini karena kram perut saat hamil muda umumnya merupakan kondisi yang normal terjadi."
"Jadi kram perut itu biasa terjadi dengan ibu hamil muda ya, Dok?" tanya David.
"Jangan salah. Perut kram termasuk dalam tanda-tanda keguguran. Saat usia kehamilan masih dini, kram di daerah rahim dapat menandakan terjadinya keguguran. Kram terjadi karena kontraksi rahim yang berusaha untuk mengeluarkan kandungan dalam rahim. Jadi jangan anggap sepele jika istri Bapak kram."
"Baiklah, Dok. Apakah istri saya harus di rawat?" tanya David.
"Nggak perlu. Cuma jangan banyak kegiatan dulu. Istirahat aja beberapa hari," ucap Dokter.
__ADS_1
"Baik,Dok. Saya bisa temui istri saya."
"Silakan, saya juga mau pamit."
"Sekali lagi terima kasih, Dok."
"Sama-sama. Saya permisi dulu. Masih ada pasien yang akan saya tangani."
Dokter itu berjalan meninggalkan David seorang diri. Setelah kepergian Dokter, David masuk ke ruangan di mana Luna sedang terbaring.David langsung mengecup dahi istrinya itu.
"Anak yang aku kandung nggak apa-apa'kan?" tanya Luna.
"Nggak apa-apa, Sayang. Sekarang kita pulang lagi."
"Aku takut memengaruhi kandungan."
"Bukan salahmu juga."
"Kita bicarakan semua dirumah saja. Aku bayar administrasi dulu, kamu tunggu sebentar."
David keluar dari ruangan menuju kasir. Setelah melakukan pembayaran dia kembali ke ruangan tempat Luna berada.
David menggendong Luna menuju mobil mereka yang terparkir. Tadi Luna keberatan saat David menggendongnya. Dia malu dilihat orang.
David menyetir mobil perlahan, dia nggak ingin terjadi sesuatu pada bayinya jika dia ngebut.
__ADS_1
Kembali David menggendong Luna menuju apartemen mereka. David membaringkan tubuh Luna perlahan di atas tempat tidur mereka. Bibi dan Aisha telah tertidur.
Setelah membersihkan dirinya, David ikut berbaring di samping Luna. Dia memeluk pinggang istrinya dan menariknya agar tubuhnya merapat. David mengecup dahi Luna.
"Maafkan aku, pasti tadi kamu takut melihatku bertengkar dengan Alex. Jika terjadi sesuatu dengan kamu dan bayi kita, aku nggak akan memaafkan diriku sendiri, dan aku akan minta tanggung jawab Alex."
Luna mengelus wajah David. Masih tampak wajahnya membiru karena adu jotos tadi.
"Wajahmu membiru, pasti sakit sekali?" ucap Luna mengelus wajah suaminya itu.
"Jangan kuatir, besok juga sembuh," ucap David.
"Dokter mengingatkan, jika kamu nggak boleh bekerja dulu," ucap David.
"Aku akan bekerja dari rumah aja. Minta sekretarisku mengantar."
David mengecup dahi dan pipi istrinya itu
*
*
*
Bersambung.
__ADS_1
Selamat Pagi semuanya., mama bawa rekomendasi novel teman mama . Bisa mampir sambil menunggu novel ini update