
Tubuh Luna terasa lemah saat mendengar ucapan dokter. Bukan Luna tidak bahagia mendengar berita kehamilannya. Namun, waktunya tidak tepat.
Keputusan cerainya baru saja di dapat dari pengadilan. Apa yang akan dikatakan orang-orang terutama karyawan di perusahaan jika mengetahui ia hamil saat keputusan sidang belum keluar.
Luna kembali duduk tegak setelah beberapa saat termenung. Ia tersenyum pada Dokter kandungannya.
"Kenapa Bu? Apa yang Bu Luna rasakan?" tanya Dokter melihat Luna yang agak syok.
"Maaf, Dok. Nggak apa-apa, cuma sedikit pusing aja. Hampir satu minggu ini saya merasa pusing dan badan terasa lemas."
"Kalau pusing, itu biasa dirasakan ibu yang hamil muda."
"Boleh saya tau, berapa usia kehamilan saya."
"Ibu Luna terakhir menstruasi bulan lalu, atau tepatnya satu setengah bulan yang lalu."
Luna hanya menganggukkan kepala dan tersenyum dengan dokter langganannya itu. Wanita itu tidak tahu harus berkata apa lagi.
"Kalau mengikuti hari terakhir ibu menstruasi, saat ini kehamilan ibu telah memasuki minggu ke sembilan."
__ADS_1
"Terus, apa yang harus saya lakukan saat awal kehamilan ini."
"Nggak ada, Bu Luna. Hamil 9 minggu adalah saat bayi mengalami perkembangan pesat pada anggota tubuhnya. Meski demikian, meskipun akan mengalami keluhan, di antaranya kembung, morning sickness, hingga nyeri pada payudara." Dokter itu berhenti sejenak untuk menarik napas sebelum melanjutkan ucapannya.
"Minggu-minggu awal kehamilan pun menjadi saat yang berat bagi para ibu, imbas adanya perubahan hormon dalam tubuh. Kondisi kandungan pada masa-masa ini pun lebih rentan, ketimbang pada trimester akhir," ucap Dokter itu lagi.
"Namun, perubahan pada setiap individu bisa berbeda sehingga tak perlu terlalu mengkhawatirkannya, kecuali jika perubahan tingkat hCG terjadi secara tak terduga. Kondisi ini dapat menandakan bahwa Bu Luna memerlukan bantuan medis."
Dokter lalu meminta Luna berbaring, untuk dilakukan USG. Luna melihat perkembangan bayi dalam perutnya dengan takjub. Setelah USG selesai dilakukan Luna di minta duduk kembali.
"Kenapa pak Alex nggak datang bersama Bu Luna. Seharusnya Pak Alex menyambut kehadiran calon bayinya dengan gembira. Sangat jarang pria yang telah dinyatakan mandul bisa membuahkan benih di rahim wanita," ucap Dokter membuka percakapan.
"Maaf, saya nggak tau. Saya pikir Bu Luna masih bersama Alex."
"Nggak apa Dok. Maaf, boleh saya tanya sesuatu Dok?"
"Silakan!"
"Apakah pria yang dinyatakan mandul masih bisa memberikan keturunan."
__ADS_1
" Kemungkinan itu ada jika rutin mengkonsumsi obat. Obat-obatan ini dapat meningkatkan fungsi te*s*tis, termasuk produksi dan kualitas sp*erm*a."
Kemandulan pria disebabkan oleh produksi sp*erm*a yang rendah, fungsi spe*rm*a yang abnormal atau penyumbatan yang mencegah pengiriman sp*erm*a. Penyakit, cedera, masalah kesehatan kronis, pilihan gaya hidup dan faktor-faktor lain dapat berperan dalam menyebabkan kemandulan pria.
"Terima kasih atas penjelasan nya Dok."
Alex dan Luna dulu konsultasi dengan dokter yang sama saat ini. Pertama dinyatakan mandul, Alex tidak terima. Ia tidak bersedia berkonsultasi lagi.
Luna selalu bujuk Alex untuk mau berobat, akhirnya Alex bersedia. Di tengah pengobatan, kembali ia tidak mau lagi. Alasannya, dokter pasti salah. Ia tidak mungkin mandul dan akan dibuktikan dengan ia bisa memiliki keturunan. Alex meniduri banyak wanita, berharap salah satu dari mereka akan hamil.
Luna pernah mengatakan jika ia tidak masalah jika Alex mandul, mereka akan berusaha dengan bayi tabung.
Luna menarik napasnya mengingat semua itu. Setelah Dokter memberikan resep vitamin yang harus Luna konsumsi, wanita itu pamit.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung