HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Tiga Belas. HTG


__ADS_3

Pagi harinya, Luna terbangun ketika mendengar suara air dari dalam kamar mandi. Luna bisa pastikan itu David karena cowok itu tidak ada di sampingnya.


Setelah mandi, dengan hanya menggunakan handuk yang panjangnya hanya bisa menutupi dari perut ke pangkal pahanya, David mendekati Luna.


Tidak ada lagi kecanggungan dalam diri David, walau tubuhnya nyaris polos. David naik ke ranjang dan mengecup dahi Luna.


"Selamat Pagi, Cantik," ucap David.


"Kamu nggak malu, hanya memakai handuk begitu?"


"Kenapa harus malu, udah saling tau juga bagaimana bentuk tubuh kita."


"Mau mandi? Atau dimandiin?" tanya David dengan mengacak rambut Luna.


Luna hanya diam sambil memandangi David tanpa kedip. David lalu memeluk Luna, dan mengecup sudut bibir wanita itu yang terluka.


"Masih sakit?"


"Nggak, hanya sedikit perih kalau lagi ngomong."


"Nanti aku kecup berulang kali agar sakitnya benar-benar hilang. Aku yakin, ciuman dariku obat paling mujarab."


"Jangan gombal pagi-pagi. Ganti pakaianmu dulu."


David kembali mengacak rambut Luna dan mengecup pucuk kepalanya. Luna bangun dari tidurnya, dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah mandi ia dan David menyantap sarapan yang telah tersedia. Luna memesan pakaian dari online shop.

__ADS_1


Saat mereka lagi makan, Mia kekasih David menghubunginya. David meminta izin mengangkat ponselnya.


"Ada apa, Mia," ucap David begitu tersambung.


"Kenapa bertanya? Apa kamu lupa?"


"Lupa apa?"


"David, hari ini aku kuliah pagi. Aku udah menunggu kedatangan kamu dari tadi. Sekarang udah jam delapan, pasti kuliah udah dimulai. Jika kamu nggak sempat, kenapa nggak ngomong. Biar aku bisa pakai ojek aja."


David kaget, ia baru ingat jika pagi ini jadwal kuliah Mia Pagi. Dan biasanya ia yang akan menjemput Mia.


David yang melarang Mia menggunakan ojek. Ia siap mengantar jemput tunangannya itu.


"Maaf, Mia. Aku sibuk. Jadi lupa."


"*Baru saja kamu bekerja beberapa hari, tapi udah berubah. Apa sebenarnya pekerjaan kamu, David?"


"Udahlah, David. Aku rasa kamu mulai berubah*."


Mia menutup sambungan ponselnya. David mencoba menghubungi beberpa kali, tapi tak diangkat gadis itu. David menarik napas panjang dan dalam. Ia tak tau harus mengatakan apa jika Mia kembali menanyakan apa pekerjaannya.


Luna mendekati David yang berdiri dekat jendela dengan pandangan jauh ke luar.


"Maafkan, aku. Gara-gara menemani aku, kamu jadi bertengkar."


"Bukan salahmu, Luna."

__ADS_1


"Pulanglah, bujuk kekasihmu. Pasti saat ini dia lagi kesal. Belikan dia bunga atau boneka sebagai tanda permintaan maaf."


Luna menggenggam tangan David dan memberikan sejumlah uang. David memandangi Luna dan memeluknya.


"Kenapa kita baru bertemu?" tanya David sambil memeluk erat tubuh Luna.


Luna menengadahkan kepalanya memandangi wajah David. Tingginya tag hanya se dada David membuat Luna harus melakukan itu.


David mengecup bibir Luna dan kembali memeluk wanita itu.


"Apa kamu tak keberatan aku tinggalkan sendirian."


"Aku juga harus ke kantor. Aku akan menemui pengacara untuk mendaftarkan gugatan ceraiku."


"Kamu akan pulang ke rumah setelah itu."


"Tentu saja. Nggak mungkin aku tidur di hotel terus."


"Nanti Alex akan menyakiti kamu lagi."


"Aku bisa menjaga diriku.Nggak akan mudah baginya menamparku lagi. Aku akan mengancamnya."


Luna dan David keluar dari hotel bersamaan. Cowok itu menggunakan jasa ojek membawanya menuju ke kost.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung.


__ADS_2