HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Seratus Enam. HTG.


__ADS_3

Ayah menunggu Doni dan Mia bicara selanjutnya.


"Aku dan Mia akan pindah ke rumah yang aku beli itu besok pagi. Aku dan Mia akan memulai lembaran baru hidup kami."


"Baiklah, jika itu emang telah menjadi keputusan kamu dan Mia, Ayah hanya merestui."


"Ibu nggak setuju."


"Apa yang ibu nggak setujui lagi?" tanya Ayah.


"Ibu nggak setuju Mia kembali dengan Doni. Apa Ayah sudah melupakan pengkhianatan yang Doni lakukan. Doni juga pernah melakukan kekerasan pada Mia. Apa kamu lupa,Mia? Apa yang Doni katakan sehingga kamu melupakan semua kesalahannya?" tanya Ibu dengan suara sedikit emosi.


"Aku udah memaafkan Mas Doni dan memberikan dia kesempatan kedua. Jika masih melakukan kesalahan yang sama, aku nggak akan memaafkan lagi,"7 ujar Mia.


"Kamu pikir rumah tangga itu mainan. Pakai di coba-coba dulu."


"Ibu, kalau Mia udah memilih, kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung. Itu pilihannya, harus kita hargai," ucap Ayah.


"Jika ternyata Doni nggak berubah, apa Mia bisa menanggung semuanya sendiri. Harus ada campur tangan orang tua juga'kan?"


"Semua manusia itu pernah melakukan kesalahan dan khilaf. Kita harus saling memaafkan, dan memberikan kesempatan untuk seorang itu berubah," ujar Ayah.


"Bagi Ibu nggak ada kesempatan kedua. Sekali pengkhianatan, iya akan tetap melakukannya nanti."

__ADS_1


Ibu dengan wajah merah menahan marah,berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar meninggalkan Ayah, Doni dan Mia.


"Biar Ayah yang bicara dengan ibu. Jika kalian ingin pindah, silakan. Cuma Ayah berpesan, cobalah berpikir jika melakukan suatu tindakan. Bukan ayah membela Mia karena dia anak ayah, tapi kesalahan yang nak Doni lakukan itu salah besar. Kenapa harus dengan selingkuh. Padahal Mia belum tau kebenarannya ada hubungan dengan David, kesalahan Mia hanya menyimpan foto dan itu tidak menghargai pernikahan dan suami. Seharusnya bisa dibicarakan dulu, sebelum mengambil tindakan bodoh dengan membalas menduakan juga."


"Aku mengaku salah,Ayah. Aku bersumpah nggak pernah melakukan hal lebih,hanya sekedar jalan berdua. Aku sangat mencintai Mia. Ketika mengetahui Mia masih menyimpan semua kenangan dari David, rasanya aku ditampar kenyataan. Sakit hati ini, mengetahui orang yang sangat kita cintai ternyata mencintai orang lain. Aku pikir Mia masih berhubungan dengan David."


"Berarti intinya, kalian berdua itu kurang komunikasi. Besok-besok jika ada masalah coba duduk berdua, diskusikan. Jangan ambil kesimpulan sendiri aja."


"Baik, Ayah," jawab Doni


"Sekarang ayah mau masuk ke kamar dulu. Ayah akan membujuk ibu,agar bisa menerima keputusan kalian berdua."


Ayah berdiri dan masuk ke kamar. Doni mengajak Mia untuk masuk ke kamar juga. Masih banyak yang harus mereka bicarakan.


Luna sedang masak di dapur saat David datang dan langsung memeluk tubuhnya. David mengecup tengkuk Luna, membuat istrinya kaget karena geli.


"Papi, geli."


"Kita makan di luar aja. Jangan masak."


"Papi akan ke Kafe habis makan malam'kan?"


"Kita makan di kafe aja. Aku tadi pesan dengan Toni, minta chef buatkan asinan sayur."

__ADS_1


"Kamu minta buatkan asinan sayur."


"Ya, nggak tau pengin aja dari kemarin."


"Aku apa kamu yang ngidam?" tanya Luna heran.


"Nggak tau, aku mau kamu juga ikut aku ke kafe. Temani ya? Aku mau makan asinan berdua kamu. Pasti lebih asyik dan enak."


"Modus, bilang aja pengin berduaan denganku."


"Itu sih iya juga."


"Aku selesaikan dulu ini. Bisa buat makan malam bibi."


"Aku juga mau. Nanti bisa di bawa buat bekal."


Luna memandangi wajah David sambil tersenyum. Sejak Luna hamil, napsu makannya David bertambah.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2