HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Dua Puluh Enam. HTG


__ADS_3

David mengajak Mia ke luar dari kampus menuju salah satu kafe terdekat. Awalnya Mia tidak mau, tapi David terus membujuknya. David tidak ingin teman sekampus melihat mereka bertengkar.


"Kamu mau pesan minum atau makanan apa?" tanya David.


"Aku nggak mau apa-apa," jawab Mia ketus.


David kembali menarik napasnya. Ia harus bisa bersabar. Semua yang terjadi karena kesalahannya.


David memesan makan dan minum kesukaan Mia. Ia memandangi wajah Mia yang merah karena dari tadi menangis.


Setelah pesanan datang, David meminta Mia untuk menyantapnya. Namun gadis itu mengacuhkan. Bahkan tidak menggubris perkataan David.


"Mia, selama lebih dari empat tahun kita telah menjalin hubungan. Aku selalu saja berusaha menerima kamu karena bagi orang tuaku kamu wanita yang pantas mendampingiku."


"Aku baru menyadari jika hubungan yang kita jalani selama ini hanya karena rasa sayang. Aku menyayangi kamu sama seperti saudaraku sendiri."


"Kenapa kamu baru mengatakan itu? Selama ini kita menjalani hubungan nggak pernah ada masalah. Kamu mulai berubah semenjak kerja dengan Mbak Luna."


"Mia, sekali lagi aku katakan. Jangan libatkan Luna. Ini masalah kita berdua."

__ADS_1


"Aku baru menyadari perasaan aku padamu semenjak aku mengenal wanita lain. Aku merasa nyaman jika bersamanya. Berbeda saat kita lagi berdua."


"Apa yang membuat kamu nyaman dengan wanita itu. Selama ini kamu nggak pernah menuntut apa-apa. Ini hanya alasan kamu karena ingin meninggalkan aku."


"Dengan wanita itu aku bisa menjadi diri sendiri. Aku bisa apa adanya."


"Apakah selama ini kamu merasa tidak menjadi diri sendiri saat bersamaku?"


"Mungkin, karena saat bersamamu aku selalu berusaha menjadi pria terbaik walau terkadang aku kurang suka dengan sifatmu,aku tetap mencoba bertahan demi orang tuaku dan orang tuamu. Aku ingin keluarga kita tetap berhubungan baik."


"Sifatku yng mana yang nggak kamu suka. Aku akan berubah. Aku mohon, David. Jangan tinggalkan aku. Semua kesalahanmu akan aku maafkan dan lupakan. Aku nggak akan mengugkitnya."


"Mia, hubungan itu harus didasarkan hati. Jika aku sudah merasa nggak nyaman denganmu, buat apa dipertahankan lagi."


"Aku akan berubah sesuai dengan apa yang kamu mau dan inginkan," ujar Mia.


"Jangan berubah hanya untuk dicintai seseorang, Mia. Jadilah diri sendiri itu lebih baik. Aku yakin ada seseorang yang dapat mencintaimu apa adanya."


"Aku maunya kamu," ucap Mia.

__ADS_1


"Cinta itu nggak dapat dipaksakan. Aku ingin kita akhiri saja hubungan ini. Dari pada nanti akan saling melukai,"


Mia berdiri dari duduknya dan berpindah ke samping David. Mia meraih tangan David dan menggenggamnya.


"Jangan putuskan hubungan kita.Selama ini kita baik-baik saja. Aku akan merubah sifat jelekku. Apa kata orang kampung, jika mendengar kita putus. Lagi pula kedua orang tua kita pasti akan kecewa jika mendengar berita putusnya hubungan ini."


"Aku akan menemui kedua orang tuamu untuk mengatakan semuanya."


"Pikirkanlah keputusan ini. Semua pasti terbaik buat kita."


David berdiri dari duduknya dan memberikan uang pada Mia untuk ongkos taksi.


*


*


*


Bersambung

__ADS_1



Apakah Mia dapat menerima keputusan David? Akankah Luna dan David dapat bersama selamanya? Nantikan terus kelanjutan novel ini ya. Terima kasih


__ADS_2