HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Lima Puluh Enam. HTG


__ADS_3

Dua tahun Kemudian


David sudah dapat mengelola kafe dengan baik. Perkembangan dalam dua tahun ini cukup pesat.


Walaupun Luna tidak pernah memberikan kabar, namun David tetap menjaga amanat yang diberikan.


Dalam setahun Candra hanya dua kali datang untuk melihat perkembangan kafe yang dikelola David. Candra terang-terangan memuji David. Harus diakui jiwa pemimpinnya kuat.


Saat ini Mia telah menikah dengan anak sahabat ayahnya. Ia menerima perjodohan kedua orang tuanya.


David dan Mia telah wisuda. Mia memilih kembali ke kampung dan mengabdi menjadi guru di sana.


David masuk ke apartemen yang dulu pernah ia tempati bersama Luna dulu. Candra memberikan kartu masuk dan kode yang sempat Luna ganti.


Malam ini David merasakan rindu yang teramat besar dengan Luna. Ia mengambil baju yang terakhir Luna pakai. David tidak pernah mencucinya agar wangi parfum Luna masih melekat.


"Kamu dimana, Luna? Pastilah anak kita udah mulai gede. Apakah ia mirip aku atau secantik kamu? Kenapa kamu menghukum aku begitu lamanya."


"Aku sangat merindukan kamu. Kamar ini jadi saksi jika kita telah sering memadu kasih sehingga benih cintaku tumbuh dirahimmu."


Sementara di tempat lain, Luna sedang bermain dengan putrinya yang saat ini telah berusia lima belas bulan.


Anak kecil yang cantik itu Luna beri nama

__ADS_1


Aisha Aileen Nathania artinya cahaya kehdiupan pemberian dari Tuhan. Luna memanggilnya Aisha.


"Aisha, Sayang. Waktunya makan," ujar Luna. Ia membawa makanan buat si kecil dan menyuapi Aisha.


Luna tidak pernah memakai jasa pengasuh. Ia ingin menjaga anaknya sendirian tanpa bantuan. Luna hanya dibantu asisten rumah tangga untuk membersihkan rumah, masak dan mencuci.


Aisha tersenyum semringah dengan maminya. Ia anak yang ceria.



Wajah Aisha lebih banyak mirip David. Setiap memandangi anaknya, Luna selalu teringat bapak biologis Aisha.


Namun, Luna sudah memutuskan untuk hidup berdua saja dengan buah hatinya. Luna saat ini menetap di pulau Bali.


Saat sedang asyik menyuapi Aisha, Luna dikagetkan dengan kedatangan seorang pria. Arash Azhar namanya. Biasa dipanggil Arash.



Pria itu rekan kerja Luna di Bali. Tampaknya Arash diam-diam menyukai Luna. Namun, Luna tidak pernah memberikan harapan pada Arash,karena saat ini ia telah nyaman hidup berdua putrinya saja.


Candra pernah mengingatkan Luna, jika memang hatinya masih milik David, kenapa tidak menemui pria itu. Jangan pernah memberikan harapan pada pria manapun jika hatimu telah ditempati dan diisi seseorang.


'Selamat sore, Cantik." Arash menyapa Luna dan Aisha yang sedang bermain di teras rumah.

__ADS_1


"Om Arash, masuklah," ucap Luna. Ia menggendong Aisha membawa masuk rumah. Luna mendudukan Aisha di sofa.


"Duduklah, Arash. Aku letakan piring kotor ini ke dapur sebentar. Kamu mau minum apa?"


"Terserah aja. Apapun yang kamu beri, pasti akan aku minum."


"Jika yang aku beri racun, gimana?" tanya Luna sambil becanda.


"Kalau emang kamu inginkan aku minum racun, demi kamu aku rela."


"Gombal banget. Aku titip Aisha," ucap Luna, dan meninggalkan Arash menuju dapur.


Luna dan Arash mulai dekat sejak satu tahun lalu saat ia bekerja sama dengan pria itu untuk pembangunan resort di salah satu pantai di Bali.


Sejak saat itu Arash tampak mulai mendekati Luna setelah mengetahui jika wanita itu berstatus seorang janda.


*


*


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2