HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Tiga puluh Lima. HTG


__ADS_3

Mia berlutut dihadapan Luna sambil menggenggam tangannya. Sambil terisak Mia memohon.


"Aku mohon, Mbak. Tolong katakan pada David jangan tinggalkan aku."


"Bukan hanya aku yang akan terluka jika kami pisah, tapi juga keluarga. Kedua orang tua aku dan David telah lama berharap kami akan menjadi sepasang suami istri."


"Apa lagi orang tua David. Ibunya saat ini sedang sakit. Apa yang akan aku katakan, jika David memutuskan hubungan kami."


"Maaf, Mia. Sebenarnya ini bukan urusan aku. Lagipula itu masalah hati. Nggak bisa dipaksakan. Aku juga bukan keluarganya David."


"Mbak Luna memang bukan keluarga David, tapi aku yakin David pasti akan mendengar apa yang Mbak katakan. Cobalah bicara dengan David. Aku mohon tolong aku,Mbak."


"Maaf, Mia. Bukannya aku nggak mau membantu. Ini semua masalah hati seseorang. Yang bisa merubah orang itu sendiri. Walaupun aku meminta David untuk tidak memutuskan hubungannya denganmu, nggak akan bisa jika David-nya emang sudah nggak ada perasaan lagi."


Luna meminta Mia duduk kembali ke sofa. Luna menarik napas sejenak. Dipandanginya Mia.

__ADS_1


"Mia, aku pernah berada di posisi kamu. Saat aku tau suamiku selingkuh, aku mencoba bertahan. Aku pikir dapat mengembalikan lagi rasa sayang suamiku. Namun percuma kita pertahanan cintanya, jika orang tersebut yang ingin pergi. Berjuang sendiri itu nggak akan berhasil. Akhirnya aku memutuskan melepaskan suamiku."


"Aku nggak bisa, Mbak. Aku mencintai David. Aku mau kami kembali seperti dulu. Kami udah saling mengenal cukup lama."


"Percaya saja bahwa cinta itu akan selalu menemukan jalan kepadamu oleh sebab itu tak perlu berusaha keras dan berjuang sendirian hanya untuk mendapatkan cinta yang kau inginkan. Jika ia memang jodohmu, sejauh apapun ia pergi, pasti akan kembaki. Namun jika ia memang bukan jodohmu, sekuat apapun engkau menggenggam pasti akan lepas."


Mia tampak makin terisak. Air matanya jatuh membasahi pipi. Luna sebenarnya kasihan melihat gadis Itu. Namun ia tidak mungkin menolong. Hanya saja Luna akan mengatakan dan bertanya pada David tentang perasaannya.


Jika memang David akhirnya memilih Mia, Luna telah siap. Sejak ia memutuskan berpisah dengan Alex, Luna sudah meyakinkan hatinya, jika ia tidak akan pernah memaksakan cinta.


"Dengarkan aku, Mia. Tak perlu berusaha keras untuk mendapatkan cinta karena percuma berusaha jika ia tidak memiliki perasaan yang sama. Cinta yang baik itu saling memiliki perasaan bukan hanya salah satunya saja yang berusaha dan berjuang untuk mendapatkan."


"Baiklah, Mbak. Jika memang nggak bisa membantu, aku pamit."


"Padahal aku tadinya sangat berharap mbak Luna akan membantuku."

__ADS_1


"Sekali lagi aku minta maaf. Selain perasaan dan hati aku pasti akan membantu."


"Aku pamit,.Mbak. Maaf jika aku mengganggu waktu Mbak. Terima kasih."


Mia melangkah keluar dari ruang kerja Luna. Luna sudah sangat kaget saat resepsionis mengatakan ada tamu bernama Mia.


Awalnya Luna ingin menolak, tapi ia nggak mau nantinya Mia berpikir yang bukan-bukan.


Luna kembali ke meja kerjanya. Ia ingin melanjutkan pekerjaan tadi. Namun pikirannya udah tidak tertuju pada pekerjaan lagi. Akhirnya Luna memutuskan untuk pulang.


David yang pulang kerja langsung menuju kafe. Ia telah berjanji dengan Candra untuk belajar mengurus kafe.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung


__ADS_2